RIBUAN MALAIKAT MENDOAKAN ORANG YANG DICACI MAKI …

Suatu hari, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bertamu ke rumah Abu Bakar Ash-Shidiq.

Ketika bercengkrama dengan Rasulullah, tiba-tiba datang seorang Arab Badui menemui Abu Bakar dan langsung mencela Abu Bakar.
Makian, kata-kata kotor keluar dari mulut orang itu.
Namun, Abu Bakar tidak menghiraukannya.
Ia melanjutkan perbincangan dengan Rasulullah.

Melihat hal ini, Rasulullah tersenyum.
Kemudian, orang Arab Badui itu kembali memaki Abu Bakar.
Kali ini, makian dan hinaannya lebih kasar.
Namun, dengan keimanan yang kokoh serta kesabarannya,
Abu Bakar tetap membiarkan orang tersebut.

Rasulullah kembali memberikan senyum….
Semakin marahlah orang Arab Badui tersebut.
Untuk ketiga kalinya, ia mencerca Abu Bakar dengan makian yang lebih menyakitkan.
Kali ini, selaku manusia biasa yang memiliki hawa nafsu,
Abu Bakar tidak dapat menahan amarahnya.
Dibalasnya makian orang Arab Badui tersebut dengan makian pula.

Terjadilah perang mulut.
Seketika itu, Rasulullah beranjak dari tempat duduknya.
Ia meninggalkan Abu Bakar tanpa mengucapkan salam.

Melihat hal ini, selaku tuan rumah, Abu Bakar tersadar dan menjadi bingung. Dikejarnya Rasulullah yang sudah sampai halaman rumah.
Kemudian Abu Bakar berkata,
“Wahai Rasulullah, janganlah Anda biarkan aku dalam kebingungan yang sangat. Jika aku berbuat kesalahan, jelaskan kesalahanku!”
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menjawab,
“Sewaktu ada seorang Arab Badui datang dengan membawa kemarahan serta fitnahan lalu mencelamu, kulihat tenang, diam dan engkau tidak membalas,
aku bangga melihat engkau orang yang kuat mengahadapi tantangan, menghadapi fitnah, kuat menghadapi cacian, dan aku tersenyum karena ribuan malaikat di sekelilingmu mendoakan dan memohonkan ampun kepadamu, kepada Allah Ta’ala.
“Begitu pun yang kedua kali, ketika ia mencelamu dan engkau tetap membiarkannya, maka para malaikat semakin bertambah banyak jumlahnya. Oleh sebab itu, aku tersenyum.
Namun, ketika kali ketiga ia mencelamu dan engkau menanggapinya, dan engkau membalasnya, maka seluruh malaikat pergi meninggalkanmu.
Hadirlah iblis di sisimu.
Oleh karena itu, aku tidak ingin berdekatan dengan kamu aku tidak ingin berdekatan dengannya, dan aku tidak memberikan salam kepadanya.

Setelah itu menangislah abu bakar ketika diberitahu tentang rahasia kesabaran bahwa itu adalah kemuliaan yang terselubung…

Subhanallah….

Semoga kita semua tergolong orang-orang yang Sabar dan berakhlak yang luhur 

“Kitab Sejarah Khalifah Abu Bakar Siddiq Ra, Syaikh S. Al Mubarakfury” – with Yana

View on Path

Iklan

Suatu pagi d rest area KT..
S: Lewat mana mbak..?
D: Slipi..
naik dan mobil meluncur. Di lampu merah tomang..
S: Dari slipi terus k mana mbak ?
D: Semanggi, trus Sudiman BR*
(dlm hati.. jangan2 BR* yg d gedung seberang..!, ehmm).
Sekitar DPR..
O: Brangkat lewat mana mbak
D: Saya lwt alam sutera
(dlm hati lagi.. ‘ops, spt nya dkt rmh ini..?’)
S: Rumahnya d mana mbak?
D: Saya d Graha r***
S: O sama..
D: Bapak d mana?
S: Saya d Cariss*
D: Saya d Verin*
.. tetanggaan cluster ternyata.. cerita seputar komplek pun berlangsung, kemudian..
S: mbak BR* yg d mana..?
D: Saya kantor d BR* d gedung BR* 2, bapak d mana?
S: Saya d Landm***, di BR* nya d treas*** mbak?
D: Saya d legal..
S: Bareng Fide* brarti mbak?
D: Bapak kenal Fide*?
S: Saya d BR* juga mbak, d P**
D: Wealah..!
dan pembicaraan pun terputus persis menjelang gerbang BR* 😀
(Balada omprengan pagi ngikut tetangga segala2nya yaa d rmh dan d kantor 😀)

View on Path

ketika s gadis sudah bisa bilang “kita jangan pulang dulu miya, kita duduk d sini dulu.. kinan makan es krim dulu.. kinan makan roti dulu.. jangan pulang dulu miya..!” #bakatNongkrong 🙈 – with Yana

View on Path

dalam do’a pagi mgg lalu setelah pelantikan, boss yg petuahnya agamanya sangat pantas d dengar mengingatkan bahwa saatnya kita mematuhi pemimpin, walaupun sblmnya sang boss beseberangan dengan yg s lantik.. dia mengingatkan yg salah satu hadits ada d bawah.. moga ayat dan hadits d bawah pengingat mendukung beliau, dan rambu pengingat buat yg masi menghujat dan mencari kejelekannya 😌

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.(QS An-nissa 59)

Dan juga berdasarkan sabda Rasulullah saw. “Barang siapa taatkepadaku, maka berarti ia telah taatkepada Allah, dan barang siapa mendurhakaiku, maka berarti ia telah durhaka kepada Allah. Barang siapa taatkepada pimpinannya, maka berarti ia telah taatkepadaku. Dan barang siapa yang durhaka kepada pimpinannya, maka berarti ia telah durhaka kepadaku.” (Muttafaq ‘alaih).

Dan sabdanya, “Dengarkan dan taatilah (pimpinanmu)! Walaupun yang berkuasa atas kalian adalah seorang hamba Habasyi (kulit hitam); yang seakan-akan kepalanya seperti kismis.” (HR. Al-Bukhari)

Sabdanya pula, “Engkau dengarkan dan taati pemimpin (mu)! Walaupun punggungmu dipukul dan hartamu dirampas, maka dengarkan dan taatilah!” (HR. Muslim).

Atau hadist Ibnu abbas yang menyatakan bahwa Nabi saw bersabda “ barang siapa melihat sesuatu yang tidak ia senangi dari amirnya hendaklah bersabar, karena tak seorangpun yang memisahkan seorang diri dari jamaah sejengkalpun kemudian mati melainkan mati sebagai bangkai orang-orang jahiliyah.(HR Bukhari)

sumber: http://bit.ly/12Qr4HJ

View on Path