Benang Merah

Ada 2 makna dari tulisan kali ini dan hubungan yang sangat erat dengan tulisan sebelumnya, pertama kedua tulisan di tulis di kota yang satu dari perjalanan menuju sementara yang ini ditulis ketika akan meninggalkan kota ini, sementara kedua adalah simbol kevakuman diri dalam dunia tulis-menulis, bloging.. Liat tanggalnya, berbeda hampir 5 bulan, parah memang, dan memang harus diakui.. Kevakuman mungkin karena terbatasnya idle time, waktu luang untuk sekedar mengasingkan diri, menyusun semua cerita yang lewat.. Tiiiittt…

Cerita terpotong hampir 2 jam, ketika pesawat siap-siap mengudara sampai pada titik mendarat, duduk menunggu taksi #hampir-sejam dan ting.. Mata tertuju pada 2 wanita, yang satu bertubuh agak berisi #sedikit-dibawah-gemuk, dengan tato di punggung sekitar sejengkal dibawah tengkuk, dan sebuah gelang melingkar di kaki, dan ketika mata tertuju pada seorang wanita di sebelah berpakaian casual, sopan dan satu yang sama dengan wanita pertama yaitu sebuah gelang di kaki.

Sempat kepikiran untuk submit di fesbuk akan kebingungan keindahan apa yang ingin di dapat mereka yang punya gelang di kaki, tapi niat itu urung dilaksanakan berganti dengan googling dengan keyword tren gelang di kaki, dan ternyata ada jawabannya. Gelang di kaki ternyata berasal dari india, beberapa contoh gelang di kaki memang membuka mata ternyata dengan disain, komposisi dan bentuk kaki gelang di kaki memang memancarkan keindahan tersendiri.

Tapiii..
Memory di otak langsung mengingatkan akan sebuah obrolan dengan istri persis hari kemaren, ditengah keseriusan training yang diikuti beberapa negara iba-tiba istri hadir lewat, minta pendapat pilihan yang bagus untuk beberapa baju yang diincarnya. Satu yang terpatri di otak adalah ketika istri minta pendapat tentang opsi ikat pinggang di baju yang akan dipilih, secara sepontan satu pendapat langsung terucap, bahwa ikat pinggang itu bagus, memberikan keindahan bagi yang memakainya, tapi eyes catching nya lah yang membuat ia tidak pantas di pakai.

Disinilah hubungan antara gelang indah di kaki dengan ikat pinggang indah yang melingkar di pinggang, ga ada yang salah dengan indahnya, tapi eyes catching nya menyebabkan pendapat jangan dipakai untuk wanita, bagi saya wanita akan lebih mulia ketika dia bisa menjaga diri, bukan menonjolkan diri, memakai sesuatu yang menarik mata untuk melihat kepadanya.

Dimata saya, kenapa islam sangat menjaga wanita, rumah adalah tempat terbaik baginya, sampai-sampai untuk shalat, suatu yang wajib dilakukan di rumah jauh lebih mulia dibanding di masjid.. Begitulah islam memagari, karena saya berpendapat pagar itu menjaga wanita dari sifat aslinya dimana bagi wanita sangatlah tipis pemisah antara satu tujuan yang terkadang mulia dengan rasa ingi menonjol, menunjukkan diri, terkadang sangat mudah terseret tanda disadari menyombongkan diri. Menunjukkan diri aja menurut saya itu telah lepas napas islam di pundak wanita, apalagi sampai terseret ke menyombongkan diri.. Huff.. Imho ..!

Itulah benang merah antara gelang di kaki dan ikat pinggang indah melingkari perut, benang merah yang juga menghubungkan posting terakhir dengan posting ini..

==ditulis 5 Juni 2013 11:15 PM – di publish 14 Juli 2013 11:15 AM==

Iklan

3 thoughts on “Benang Merah

  1. Pendapat ini saya dukung, “bagi saya wanita akan lebih mulia ketika dia bisa menjaga diri, bukan menonjolkan diri.” iko mantap bana, ambo setuju. kini nan banyak kan balomba-lomba menonjolkan diri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s