Sama tapi beda

Tulisan kali ini hanya berisi kutipan comment di blog sebelah yang menyatakan tidak sependapat dengan gugatan komunitas minang akan film Hanung Bramantyo yang baru ‘Cinta tapi beda’

berikut comment saya:

saya juga orang minang, dan saya tidak sependapat dengan anda. ketika kita ngomong minang, kita ngomong ‘adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah’ .. begitulah adat, itulah minang yang tidak bisa dipisahkan dengan islam.. ketika seorang minang melepaskan syarak nya, saat itulah dia telah melepas ke minang nya..

Ketika film tersebut membawa ke etnis-an saat itulah dia harus mengerti dasar2 etnis yang dia usung, dan disana kekhilafan Hanung, menurut saya Hanung pengen mengambil satu kultur yang menghargai keberagaman, dan pemilihan akan minang adalah pilihan yang tepat dan suatu penghargaan, tapi sayang Hanung mengambil terlalu luas dan kurang memahami dasar adat minang diatas.

Jadi tidak ada yang dangkal dalam gugatan tersebut, dan saya yakin keberagaman yang di anut pendahulu minang tidak pernah mencampur dengan keminangannya, karena adat sendiri menghargai keberagaman..

Permintaan maaf dan menarik film nya saya rasa cukup dan pembelajaran bagi insan perfilm-an kita. imho

Iklan

5 thoughts on “Sama tapi beda

  1. saya berkomentar diblog itu tapi belum masih moderasi, begini komen saya;

    Ade,
    kaya’nya kamu memang nggak paham apa yg sedang kamu bicarakan. Mungkin kamu nggak pernah belajar BAM disekolah , dan jawaban kamu selalu keluar dari topik dan kosong.

    Kalau sekarang orang Minang bikin aturan sendiri, sebaiknya keluar dari Indonesia.>>
    eh njuik, tanpa ada Minangkabau, Indonesia tuh nggak akan pernah ada. 7 dari 10 orang Minang yang menjadi pelopor kemerdekaan RI.

    Sekarang saya tanya, apakah seorang bertnik Minang yang ketahuan korupsi harus keluar dari Minang.>>
    Dan apa hubungannya, Minang identik dengan islam bukan berarti mereka suci dan taat, banyak orang minang yang nggak taat dan islam KTP, tapi filsafah minang ABS SBK nggak akan pernah dilenyapkan

    Jadi sudahlah, adat itu kita hormati saja. Tapi janganlah bikin aturan-aturan sendiri yang bertentangan dengan konstitusi lebih tinggi.>>
    Adat kita hormati?? Are you NUT????
    Yang diprotes itu bukan pluralisme atau kawin beda agama, njuik. Tapi penokohan yang tidak sesuai FAKTA. Kalau Hanung mau bikin film tentang kisah cinta beda agama, kenapa yg gadis minangnya harus Katolik. INI GAK SESUAI FAKTA. Malu sama Malaysia yang lebih paham minangkabau dibanding kamu hanya Kabaunya aja yg tinggal.

  2. Bundo belum menonton film ini.. barusan coba tengok trailernya.
    tadinya dikira agni ini memeran etnis tionghoa, spt dulu Leony (jangan katakan aku cina)
    ternyata bukan ya.. hehhe, klo memerankan urang minang pribumi.. yaaa pantes aja diprotes itu si om Hanung.. beliau kagak pake nanya2 dulu apa ya..? hadeehh.

  3. .. link blog di atas di dapat dari twit nya om @gm_gm tempo Bun, liat tulisannya sempat bingung tulisan gituan kok di forward om GM.. ga nyangka ternyata pemilik blog seorang terpandang di lingkungan sospol.. tapi seterpandangnya, tetap kata ‘kok’ untuk tulisan dan ‘keminangannya’.. hmm kita serahkan ke ayam aja masalah kok kok an ini yaa bun 😃

  4. si hanung tu indak mangarati urang minang. ma lo ado sejarahnyo padusi asli Minang katolik? sarupo apo bana paik iduik indak ka mungkin awak pindah kepercayaan. yo la bala hanung tu ma. paja mambuek film indak ado kajian baa adat, budaya, agamo, keyakinan urang Minang. Ndak usah tonton film tu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s