65

Genap sebulan sudah setelah di release, tapi baru 2 hari buku ini di tangan, dua hari 65 halaman.. #parah yaa.. tapi 65 halaman telah menghadirkan banyak sekali cerita, banyak sekali cerita menarik, cerita yang akan menimbulkan persepsi yang berbeda-beda bagi mereka yang membacanya.

Cerita tentang status adopsinya yang benar-benar menjadi latarbelakang dari semua karakter positif dan negatif seorang stip hingga akhir hayatnya, tentang kepintaran dan ketertarikannya yang sangat besar akan teknologi, tentang kecintaan bapak angkatnya akan hal-hal detil dan kecil yang kadang terabaikan yang membentuk pribadi yang cinta akan kedetailan, bagaimana si om mematenkan sebuah kotak ipod nano akan kemampuan kotak menunjukkan betapa iPod nano diletakkan sangat baik ketika kotaknya dibuka, atau waktu yang dihabiskan untuk mendesain sebuah kemasan, agar produk terkesan istimewa dengan mendesain ritual membuka kemasannya (page 429), hal-hal kecil yang kadang terabaikan.

Atau cerita tentang orang-orang sekitar yang meminspirasinya sehingga membentuk sosok stip yang percaya diri, over confident mungkin, keinginan untuk selalu ditengah, jadi pusat perhatian, mereka-mereka yang mengilhami terbentuknya kemampuan marketing, entrepreneur dan leadership dalam diri si om, atau ketertarikan akan seni dan musik yang tentu mengilhami berbagai produk apel saat ini.

Gaya dan jalan hidup seorang pencinta aliran Zen yang ketika dipadu dengan ketertarikan yang besar akan teknologi dan seni menciptakan aneka kreativitas dan orisinilitas ide produk yang dicipta #disisi lain membangkitkan sifat kerasnya, kebencian yang berlebihan hingga keinginan memerangi sampai titik darah penghabisan terhadap  produk-produk plagiat ..android, samsung dan sejenis

..dan itu baru 65 halaman, belum 10% dari buku yang contentnya saja setebal 690 halaman. 65 halaman apakah baru intro dari semua perjalanan hidupnya, baru segitu aja sudah sangat banyak yang bisa diambil, huff sangat banyak.. diri ini merasa sangat kecil dan bukan apa-apa jika dibanding dengan apa yang telah dilaluinya..

65 halaman yang bagi setiap yang membaca pasti mempunyai interpretasi yang berbeda-beda untuk menafsirkan seorang stip.. terlepas dari semua perbedaan penafsiran tersebut, bagi saya satu yang sangat menarik hati justru terhadap intro sebelum 65 halaman, pendahuluan dari penulis yang berbicara akan latarbelakang lahirnya sebuah autobiography ini, cerita kegigihan seorang Steve untuk membuat biografi dirinya, seorang yang dikenal sangat tertutup, sangat menjaga privasinya justru mencari seorang penulis handal, yang punya keahlian mengorek dan memaksa orang untuk mau bicara terbuka, tidak hanya sisi baik, tapi juga sisi buruk dirinya, tidak hanya teman tapi juga lawan-lawannya, mereka yang mengagumi dan para pembencinya.. semuanya diharapkan oleh stip sendiri bisa bicara terbuka, dan hanya Isaacson yang diyakini stip bisa melakukan ini, membuat orang bicara.. seorang yang saat ini dianggap sebagai penulis otobiografi terbaik .. lagi-lagi perfectionist nya muncul, bahkan untuk sesuatu yang terakhir bisa diberikannya untuk dunia yang akan ditinggalkannya..

untuk semua keterbukaan itu, si om yang justru membuat janji bahwa  tidak akan mengontrol isi, tidak akan membacanya terlebih dahulu sebelum diterbitkan, si om yang bilang ke penulis, ‘ini bukumu’..

dan memang, día tidak sempat membaca sebarispun hingga akhir hayatnya.. melihat kegigihan si Om untuk pembuatan otobiografinya, ini menjadi pertanyaan besar pada diri ini, apakah si om sudah merasa, sudah mendapat bisikan bahwa dia tidak akan lama lagi.. dan ini adalah warisan terakhirnya, warisan yang mungkin akan mengispirasi banyak orang.. apakah itu akhir dari apa pernah diucapkannya;

being the richest man in the cemetery doesn’t matter to me.. Going to bed at night saying we’ve done something wonderful, that’s what matters to me.

inilah something wonderful terakhir yang tidak hanya dibawa ke tempat tidur tapi ke pembaringan terakhirnya..

##dan tetap, satu yang terlintas di kepala dihari kepergiannya akan apa yang beliau temui di alam sana sepersekian detik setelah kepergiannya.. hah, sungguh itu yang tertatam dan makin dalam didalam diri ini, seberapapun besar yang diberikan ke dunia, hanya satu yang paling penting dipikirkan apakah itu yang paling penting dibawa ke alam sana 😥

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s