idle mind

kembali ke kilometer 29..
Di kilometer 29 kali ini ga banyak yang bisa diceritakan selain pengalaman akan pikiran yang melayang kemana-mana.. Hanya ada rasa penasaran apakah orang-orang juga mengalami hal yang sama dengan yang saya alami, pengalaman akan otak yang tidak pernah berhenti bekerja.. Yaa, bagi yang pakai windows mungkin pernah liat task manager, komputer punya kemampuan multitasking, jangan ditanya, saya sangat yakin multitasking yang ada di komputer terilhami oleh bagaimana otak bekerja, bagaimana otak memiliki tugas pokok sebagai CPU bagi tubuh, yang juga memiliki fungsi lain selain sebagai processor yaitu memory dan harddisk.. Kalau di komputer multitasking bisa di lihat ada task-task yang merupakan background task yang tak terlihat dan beberapa lainnya merupakan task yang diperintah pengguna, misal buka aplikasi office, browser, chat dan aplikasi lain yang bekerja berbarengan, ada saatnya idle task, ga ada task yang bekerja yang ada hanya background process, jika di aktifkan saving energy dalam waktu yang ditentukan semua task akan berhenti dan sistem akan masuk ke sleep mode.

Bagaimana dengan tubuh..
Sama, namanya juga computer nyontek tubuh, logikanya proses penyerapan makanan, bagaimana paru-paru, hati, jantung bekerja di kontrol oleh otak melalui kejutan-kejutan listrik yang dikirim otak melalui jaringan semuanya merupakan background task, task yang bekerja by system, memang sistem yang kebentuk udah seperti itu tanpa perlu peran aktif kita untuk mengendalikannya. Itu hanya logika yaa, perlu liat buku sakti dulu kalau nanti sudah berada di kilometer nol. Semua aktifitas tubuh, pasti..sudah pasti hukumnya di kendalikan otak yang mengatur motorik tubuh.

Lantas bagaimana dengan pikiran yang tadi melayang kesana kemari, ketika mati gaya di pesawat, motorik berada dalam posisi utilisasi minimal, pikiran melayang akan banyak hal, bayangkan, dalam moment sekian menit kematigayaan kepikiran:
– bagaimana ipad mematikan pangsa pasar netbook
– berbagai skenario akan tugas baru yang telah menunggu di central java sana.
– kepikiran akan berbagai karakter dan hal-hal terkait jalan hidup dan bagaimana memaknai hidup
– lagu entersandman metallica di telinga mengingatkan akan bagaimana gitaris Lemon Tea memainkan di minggu dini hari di Summarecon mall serpong
– berpaling ke teman yang duduk disamping, pikiran melayang akan ibunya, akan keyakinan yang di pilih yang masih menyimpan tanda tanya.
– teringat akan teman-teman se alumni SD, SMP, SMA, kuliah di fesbuk yang terlupakan, lupa wajah, lupa nama panggilan, lupa segalanya.. Tapi mereka terdaftar sebagai teman yang ingat saya

Ingat akan sifat pelupa, ingat akan history kecelakaan yang dialami tahun lalu, ingat akan impact yang ditimbulkan terhadap otak, itulah yang mengingatkan untuk menulis disini..

Menulis akan rahasia otak ini, apakah kepelupaan saya semata akibat impact kecelakaan, kepelupaan saya yang sebenarnya telah terbawa sejak sebelum incident tersebut cuma terlihat lebih pelupa, apakah kelebih pelupaan tersebuta adalah grafik penuaan yang merupakan rentetan dari ketidak-ASI-an saya ketika bayi, putra SGM yang tak kaya DHA dan Omega-3, atau apakah kepelupaan tersebut karena otak yang tidak pernah berada di sleep mode ketika sadar, otak yang tak berhenti berfikir ketika mata terjaga, bukankah komputer utilisasi CPU nya rata-rata hanya 30% dalam normal operation yang sisanya adalah idle processing, tidak demikian dengan otak yang tidak pernah menyisakan idle process, selalu terisi oleh pikiran yang meloncat-loncat dari satu pemikiran ke pemikiran lainnya seperti diatas, apakah memang begini adanya dengan yang lain atau hanya saya ajah, apakah processor yang terlalu aktif ini yang menyebabkan harddisk di otak cepat penuh, harddisak yang bekerja FIFO, banyak memory tertimpa oleh pengalaman dan pikiran-pikiran baru yang menyebabkan jadi pelupa.. Jika demikian halnya, kalau di komputer ada aplikasi yang dapat mengeluarkan kembali apa yang telah terdelete, terdelete yang sebenarnya tidak benar-benar hilang di memory harddisk hanya flag yang menyebabkan keberadaannya tak terlihat dan ditimpa oleh memory yang baru.. Apakah ada aplikasi sejenis untuk otak ini yang bisa untuk memanggil kembali semua memory yang telah tiada, terdelete dan tertimpa oleh otak yang tak berhenti berpikir dan catatan akan pengalaman-pengalaman yang baru. Atau perlu di upgrade sistemnya sehingga cara penyimpanan memory nya lebih efisien. Yaah banyak cara mungkin untuk ini, mungkin pelatihan-pelatihan semacam ESQ, atau mungkin agama punya metode tertentu.. Hmm seperti perlu di latih 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s