cross road

8:19

Ku masih belum mendapatkan ide tuk menulis apa.. huff…
Secara jam 8:30 udah janji untuk meeting.. set meetingnya sendiri siy jam 9, tapi karena yang diajak meeting harus meeting lagi jam 10, saya menawarkan diri untuk mengalah, memulai meeting lebih pagi.

kucoba tuk bertahan
namun aku tak sanggup
sungguh tak mampu oo sayangku

dengar kata-kata tak sanggup nya Glen diatas, jadi teringat akan gempa kecil minggu ini, berita yang menyeret diri kedalam persimpangan baru di kehidupan.. gempa yang masih diikuti gempa-gempa susulan kecil sampai saat ini, belum benar-benar berhenti, tapi sudah cukup mereda, semoga dalam beberapa hari kedepan ada titik kejelasan.

Berada diposisi tersebut, merasakan menjadi pribadi yang sensitif, yaa sensi..

si anu kok responnya gini siy
si ibu ini.. oo begitu yaa..
si ini kok..

dan kok..kok lainnya..

Disatu sisi tiada yang salah dengan ke sensitifan itu, banyak hal sebenarnya jadi terlihat, sensitifitas seolah menjadi radar akan orang sekitar..

oo ternyataa, si ini begini yaa dalam posisi begini
si itu begini yaa..
hmm..

semuanya seperti terbuka..

Yaa, tapi ujungnya kembali ke diri, kembali ke diri untuk memisahkan antara logik dengan emosional sensitifitas, tentu dalam posisi tersebut logik lebih baik untuk dipegang.. dalam arus tenang menempatkan emosional berdampingan dan terkadang didepan logik terasa lebih indah, tapi dalam kondisi riakan arus yang menghanyutkan emosional lebih baik dipendam dan ditekan ke posisi jauh di belakang.

gut boy, halah..teteeup narcissus 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s