dejavu

21:18

harusnya ini saatnya bekerja, tapi rasanya persis sama seperti 5-6 tahun lalu ketika sering pulang kantor di jam yang tak terkira, seingatnya pulang, sekantuknya mata. Tapi kali ini beda, kantor –lebih tepatnya management– pengen mencoba suatu yang beda, menyuruh kita-kita berjaga di kantor hingga jam 10, jam 10 bukan jam yang siang siang tentu, dan tentu konsekuensinya kita masuknya ditelatin, jam 4 sore… asiiikk, masuk jam 4 bagi mereka yang tinggal di jakarta adalah surga, surga karena siklus hidup di jam diluar kemacetan adalah kenikmatan sesaat yang tak terhingga bagi kita, belum lagi jam 4 di hari senin, huh enak banget, serasa libur 3 hari.. lebih enak lagi, setelah besok bekerja sehari rabu kembali libur, alamak, enak tenan..

 

lantas..

ga ada yang penting yaa dari tulisan diatas, memang..

ini hanya penggerus waktu agar cepat mencapai pukul 22:00.. apakah di publish, tergantung, tergantung apakah tulisan ini memiliki ending.

 

Kembali ingat ke masa-masa pulang malam 5-6 tahun lalu, yaa dimasa itulah sicindai rajin berayun disini. Ngomong ayunan sicindai membuat bulu tengkuk merinding sendiri, secara gedung dan ruangan dimana saya duduk sendiri saat ini banyak cerita miring tentang makhluk sedarah dengan sicindai, penampakan…rrrr… dah

 

kembali, yaa itu, kebiasaan pulang dilarut malam, mengisi kekosongan dengan menorehkan beberapa tulisan adalah kebiasaan dulu, dan ketika suasana kantor tidak lagi senyaman dahulu, starbuck dan coffee bean adalah tempat mangkal selanjutnya dimana ocehan si hantu tarok mengumbar berjuta cerita…

 

dan sekarang..

waktu seperti itu yang sulit dimiliki, keberduaan dan kebertigaan setelah kehadiran si anak rajo ameh atas bantuan sang dokter anti (Puti-Kin-anti) mempersempit ketersendirian.. banyak cerita sebenarnya yang bisa di tulis tapi waktu untuk menuangkannya jualah yang terberpunya. Yaa apa daya, curi waktu, waktu-waktu luang seperti tulisan dunia gue sebelumnya yang tercipta setengah jam dipinggir jalan ketika menunggu adik di stasiun kereta. Atau tulisan-tulisan perjalanan lainnya yang berhasil diselipin diantara waktu menunggu penerbangan, sendirian di hotel dan waktu senggang lainnya. Dan ini yaa tulisan ini, jam jaga tugas malah beralih menjadi cindai time..

 

hah, banyak pengalaman spiritual yang selalu dihiasi dengan berjuta rasa syukur dalam perjalanan hingga hadirnya sang puti yang ingin dibagi disini, tapi yaah kembali, semoga diberi waktu dan kata-kata yang pas untuk mencurahkannya..

 

wes tho, wes 21:47, 13 menit lagi, siap-siap akh.. caw-caw..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s