Jejak kenangan

Duduk diantara bangku-bangku kosong..

Huuu kasian banged nasib mu nduk..nduk..

Satu setengah jam ngider mencari semangkuk sarapan dapatnya cuma deretan kursi kosong tak berpenghuni di sebuah mall di pojok barat jakarta. Perjalanan pagi ini boleh dibilang tak biasa yang dimulai dari pedalaman tangerang setelah ngantar myLW, perjalanan tak biasapun dimulai dari yang biasa melipir ke dalam terminal Cimone, kali ini penasaran lurus ke arah kota tangerang dengan titik ujung tetap daerah kb. Nanas.. Dari Kb. Nanas pun rencana yang tadinya mau ke summarecon mall, tiba-tiba berubah di last minutes, melipir tepat di belokan menuju tol kb. Jeruk.. Mana lagi target kalau ga mall puri.

Menyusuri tol kb. Jeruk, rencana kembali berubah selepas pintu tol krg tengah, tiba-tiba kepikir untuk menjejal gerbang tol kembangan, jalan yang sudah lama tak tertempuh karena putarannya jauh jika ingin ke mall puri.. Dan benar, ternyata belum berubah.. Hah, tapi berhubung masih pagi jalan yang dulunya super-duper macet itu bisa dilewati sesuai petunjuk ’10 menit -> Mall Puri’..

Kembali tak seperti biasa, ketika sudah berada persis disamping mall, jalan yang di ambil justru jalan yang tak biasa, dan benar, benar salah, akibatnya harus memutar, pilihan memutar itu juga yang mengakibatkan rencana kembali berubah, tiba-tiba aja keingat sebuah restoran kecil disekitar puri yang dulu sering dikunjungi untuk sarapan, resto kecil dengan nasi Lemak nya alah mak Lemak pisan.. Enak banged, belum lagi telur sambal rendangnya, sruuup.. Tapi satu yang buat kita berhenti setelah berpuluh kali sarapan disana, ketika suatu malam mampir tuk menyantap pecel dan rujaknya yang juga enak, ketika itu miya tertarik sejenis tepanyaki, daging-daging yang diiris tipis dan dimasak dengan cara dipanaskan diatas semacam wadah panas.. Menarik memang untuk dicoba, dan ketika miya nanya ke pelayannya, pelayannya langsung jawab

“Maaf ibu, ibu ga bisa makan itu, dagingnya dari daging B2”

Gubrak, seketika kita terhenyak, B2 dicampur dengan makanan-makanan lainnya dalam satu resto yang di tissue box nya jelas-jelas tertera Halal. myLW sempat nama ke pelayannya bagaimana mereka memisahkan wadah yang dipakai untuk makan B2 dengan makanan lainnya yang halal, dan kita tidak puas dengan jawaban sang pelayan. Sayapun menyempatkan untuk sms nomor pengaduan yang tertera di tissue box, sms yang segera di balas, tapi tidak menjawab keragu-raguan kita akan ke halalan makan disana. Mungkin karena pemiliknya non muslim warga keturunan yang tidak mengerti kaidah ke halalan, bahwa itu bukan cuma makanan, tapi wadah yang di pakai, tempat cucinya dan penyimpanan wadahnya tidak boleh tercampur dan saya yakin mereka pasti tidak tau. Kalau mereka mau, silahkan menguji dan minta sertifikat Halal MUI, pasti.. Sangat bisa dipastikan kondisi saat itu pasti tidak memenuhi.

Hah, lanjut cerita tadi, penasaran pengen melihat tempat makan tersebut saya coba menyusuri jalanan puri, sempat melambat menyaksikan kemacetan jalanan ke arah mall yang ternyata disebabkan adanya seremoni sepertinya dengan adat betawi di salah satu rumah warga disana, selain delman, parkiran para tamu membuat kemacetan panjang. Hal itu juga yang membuat saya memutuskan kembali ke Puri tidak melewati jalan macet tersebut, alias ambil jalur memutar.

Melewati resto ‘yang tidak halal’ tersebut terlihat belum ada pemisahan resto yang halal dengan yang tidak, akhirnya teringat akan lontong sayur padang di sekitar polsek kb jeruk, sang jazzy pun langsung meluncur kesana. Melewati jalan-jalan yang sudah lama tak dilalui, mengingatkan akan bakso Titoti sebelum polsek yang dulu juga sering di kunjungi sehabis biliaran di Green Garden. Melambat di depan polsek, terlihat gerobak lonsay masih terparkir disana, masalahnya dimana si jazzy mau di parkir, parkir sembarangan pasti ga mungkin, cari matiii.. secara di depan polsek, mo langsung di tangkap, akhirnya dengan sedih harus meninggalkan kekangenan akan lonsay yang sebenarnya biasa-biasa saja sama dengan longsay padang depan RCTI, tapi walau bagaimanapun, disana pernah menorehkan kenangan.

Akhirnya kembali meluncur menuju puri, melewati jalanan arah kontrakan yang 4 tahun dihuni dari 2004-2008, banyak butir-butir kenangan disepanjang jalan sejauh 500-700m itu, sate ayam di pojok, nasi padang diseberangnya, ayam goreng lesehan, warung seberang tempat jual roti tawar, warung burjo, gerobak es buah yang selalu menemani berbuka puasa, indomaret, bakso pojok, mushalla kecil disamping PDAM yang imamnya bapak-bapak tua yang memiliki kebun bunga disampingnya, gang menuju rumah kontrakan yang tadi ada umbul-umbul pernikahan, rumah pojok tempat nyewa mobil bak waktu mau pindahan, cucian motor langganan.. Dan tag-tag itupun diakhiri rumah makan padang si uda..

Huuh, banyak kenangan.. dan selalu harus dikenang, satu yang tadi sempat terpikir bahwa semua itu tertoreh waktu masih dengan si Meong, dan hanya mungkin dikunjungi dengan si Meong yang sekarang telah berlabuh di tuan yang lain, hiks kangen šŸ˜¦

Sama kangennya ketika tadi menyusuri taman aries, jalan lurus disamping tol yang dulu biasa diarungi dengan si meong yang biasa jadi tempat bagi kita menjejal si meong dengan kecepatan hingga 100km/jam.. Huh, jalur yang merupakan akses pintas menuju graha ketika rumah sekarang hanya ditengoki beberapa bulan sekali tanpa ditempati.. šŸ™‚

Yak, sekarang, kursi-kursi kosong ini masih belum terisi, tapi didepan bakso sabuga telah menggoda, bakso terenak yang pernah dicoba. Ketika tadi berpaling, menengok ke sisi kiri, haah.. Surprise ada Burger King ternyata telah ada disini, huuu sang Whopper Jr sepertinya akan kembali menghiasi sabtu ini. Dan di belakang, si D’creep tadi adalah target sarapan, tapi apa mau dinyana, ice cream untuk banana split nya belum ready, tunggu 10 menit, itu juga yang memaksa saya harus memutar dan sempat mampir ke Disc tarra disebelahnya, music store yang udah sekian tahun tak disinggahi, dan musik indonesia adalah incaran, penasaran sama LLW Indra Lesmana, apakah sudah release, ternyata belum. Hanya sempat ketemu album Pas Band dan PowerMetal.. Klasik banget yaah..

dan setelah itu duduk disini dan menulis tulisan yang panjaanggg ini, yang tidak disangka telah satu setengah jam juga ditulis.. Huuuuu

Dah akh, kuliner dimulai dengan si burger, berlanjut ke d’creep dan berakhir di sabuga, sampai jam 2.. Nyaaammm..

Iklan

2 thoughts on “Jejak kenangan

  1. saya sebenarnya termasuk ga ngerti kaidah2 detilnya aldi, untung istri tau **dan emang kerjanya terkait halal-halalan.. jadilah kita customer yang rewel šŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s