hepi universeri

..pendirian bank itu bermula dari rasa simpati Raden Aria Wirjaatmadja yang pada saat itu menjabat sebagai Patih Purwokerto. Raden Aria Wirjaatmadja prihatin dengan kenyataan bahwa banyak pegawai negeri pribumi (ambtenar) yang terjerat dalam cengkeraman pelepas uang atau rentenir orang Cina dan Arab. Peristiwa ini berawal ketika beliau diundang untuk menghadiri pesta sunatan anak seorang guru yang kala itu dimeriahkan dengan pertunjukan tayuban. Untuk membiayai keperluan pesta tersebut, si guru terpaksa meminjam uang pada seorang rentenir yang bunganya di rasa sangat tinggi. Dari sini muncullah ide beliau untuk mendirikan bank yang mula-mula dimaksudkan mengantikan peranan pelepas uang bagi sang guru dengan bunga yang lebih rendah. Namun Raden Aria Wirjaatmadja menemui kesulitan karena sebagi sesama pegawai negeri penghasilannya pun terbatas sehingga sebagai modal awal bagi usahanya membantu para pegawai negeri yang kesulitan ini beliau menggunakan uang kas mesjid. Usaha menggunakan kas mesjid sebagai modal akhirnya dilarang oleh pemerintah. Sebagai jalan keluarnya beliau beserta beberapa orang rekannya dibantu asisten residen Purwokerto, E.Sieburgh mengumpulkan uang sebagai modal pengganti. Hasil kolektif inilah yang digunakan sebagai modal awal dalam pendirian bank pribumi yang pertama di Indonesia pada tanggal 16 Desember 1895 dengan nama De Poerwokertosche Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren atau bank penolong dan tabungan bagi priyayi di Purwokerto atau lebih dikenal sebagai bank priyayi. Karena itulah Raden Aria Wirjaatmadja dikenal sebagai peletak dasar dan pendiri bank di Indonesia yang juga menjadi cikal bakal dari Bank Rakyat Indonesia. Beliaulah pribumi yang pertama kali mencetuskan ide untuk mendirikan bank bagi kalangan rakyat biasa sehingga sudah sewajarnya mendapat gelar sebagai Bapak Perkreditan Rakyat Indonesia.. “

Ketertarikan akan sejarah ini bermula dari cerita salah satu boss di kantor dalam kata sambutannya pada acara ultah kantor 16 Desember lalu. Satu magnet kuat rasa penasaran itu adalah ketika sang boss bicara bahwa ide awal pendirian dari kantor dimana saya bekerja saat ini adalah untuk membantu warga sekitar yang dimulai dari kas masjid, yaah kas masjid itu yang menggugah dan terasa bahwa awal pendiriannya adalah dari tujuan mulia dan dari sumber yang juga mulia, dan itu yang menggiring untuk hunting sejarah kantor, dan ketika baca disini, tergugah untuk datang ke museumnya di Purwokerto sana.. banyak sejarah ternyata bermula dari Purwokerto yaa šŸ˜€

Sejarah kantor itu juga yang tadi dalam perjalanan sempat terucap ke Miya perihal Riba dimana belum lama ini dalam buku fiqih sunnah Sayyid Sabiq sempat baca bahwa Nabi saw bilang jika ingin meminjamkan uang hendaklah tidak meminta imbalan, atau bunga atau apapun namanya. Setelah membaca itu saya membayangkan betapa indahnya jika di dunia ini orang-orang yang diberi kemampuan untuk bisa bekerja dan mengumpulkan duit lebih, dari keuntungan yang didapat itu uangnya digunakan untuk dipinjamkan ke saudara-saudaranya sebagai modal baginya untuk memulai atau memajukan usahanya, tanpa harapan mendapatkan keuntungan apapun. Niat kaya bukan untuk memuliakan dirinya dihadapan manusia dan bukan untuk berhidup mewah tapi karena dengan kekayaan itu semakin memudahkan baginya untuk lebih banyak beramal, kekayaan itulah yang akan memuliakannya didepan Allah swt nantinya.. huh betapa indah..

Ide itu makin diperkuat dengan sebuah kisah disini, dimana Rasulullah saw pernah bersabda

hidup di dunia ini bagiku bagaikan seorang musafir dalam perjalanan jauh, lalu dia singgah sebentar berteduh di bawah pohon kayu yang rindang untuk berehat. Kemudian dia harus berangkat meninggalkan tempat itu untuk meneruskan perjalanan yang sangat jauh dan tidak berpenghujung

lantas bank sendiri fungsinya dimana, apa yang didapat oleh bank hendaknya bukan untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya **seperti sekarang, hiks karena itu idenya kapitalis yang diotaki yahudi šŸ˜¦ ** apa yang didapat bank hanya untuk operasionalnya dan untuk memperluas jaringannya untuk bisa memperluas cakupannya untuk membantu masyarakat memperbaiki perekonomiannya.. yaa disitu..

hepi universeri mai ofis… hepi 115..
moga tetap bisa berpijak pada ide sang patih, ide yang sejalan dengan ide patih agama yang mulia ini..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s