sidia

Morningg..
huh, sebenarnya sudah agak siang, tapi karena ga tau tadi salah apa.. ngepublish si hantu tarok tiba-tiba tulisannya hilang hanya menyisakan gambar perkiraan cuaca hari ini.. seperti digambar terlihat suhu jakarta masih 27 derajat, masih berawan, sementara sekarang si mek ngasih kabar bahwa suhu sudah mencapai 30 derajat dengan matahari udah bersinar penuh..

memang akhir-akhir ini sering celingak-celinguk melihat ke dashboard nya si mekbuuk, pengen tau kondisi cuaca sekarang menurut perkiraan si weather channel, tadinya suka ngeledekin si weather, ledekin canggih-canggih kok suka salah perkiraan cuacanya, bilangnya cerah ketika nengok ke mek pagi hari, ee tau-taunya sorenya ujan. Ternyata eke yang salah euy, pas barusan iseng buka si dashboad-nya si mek, ee kok suhunya telah berubah jadi 30, tengok langsung ke website nya, ternyata si weather perkiraan cuacanya ga kayak di tipi-tipi yang seharian, ternyata dia per jam.. hah, lebih canggih dari perkiraan..

Ngomongin cuaca sekarang memang susah di tebak, terang-benderang pagi, ga jaminan sorenya akan bermandi keringat.. seringnya justru menggigil kedinginan, ujan deuuras banged.. Persis eperti suasana hati akhir-akhir ini, halah 😀 .. contohnya aja hari ini.. setelah kemaren memperpanjang libur dengan alasan check up rutin ke dokter, ee justru nambah hari ini.. hah.. kesannya seolah kemalasan, padahal jauh di dalam diri hanya masalah keoptimalan waktu.. yapp, karakter kerjaan sekarang yang terkadang ada terkadang tidak, dan sekarang ini di predik tidak ada sama sekali.. datang ke kantor hanya untuk absen dan duduk ngabisin waktu menjelang pulang dengan kegiatan ga jelas, huuu sungguh menyiksa.. mending di rumah, menggunakan idle time untuk istirahat itu jauh bermanfaat lho, apalagi sambil berbagi disini, ngoceh di si hantu tarok .. 😀

ngoceh akan banyak hal, akan keperluan istirahat gara-gara lebaran sekarang yang ternyata tidak seperti lebaran-lebaran taun-taun sebelumnya. Pernikahan yang telah menyatukan 2 keluarga, yang ternyata hitung-hitungnya tidaklah linear, 1+1≠2 dalam penyatuan keluarga, tapi eksponensial.. dan hubungan kekeluargaan itu sendiri bukanlah suatu yang matematis, kuantitatif, tapi karena melibatkan rasa, hubungan tersebut menjadi komplek.. banyak pelajaran baru disana 😀

Belum lagi masalah sidia yang telah mendua.. huu.. kok tega… 😀 menduanya yang membukakan makna akan apa yang dikatakan Nabi saw bahwa sesungguhnya menikah itu menyempurnakan agama, sebelum menikah baru separo nya, sementara setengah lainnya setelah menikah.. dan alhamdulillah akhirnya menjalani.. dan kemunculan tanda-tanda akan kehadirannya, segala pertanyaan seputar terbentuknya, pertumbuhannya.. huuh na’uzubillah.. sungguh indah, memunculkan kekaguman tiada kira pada-Nya. Belum lagi setitik tanda itu membalikkan banyak hal, dengan mudah menguapkan segala keegoan, tidak ada lagi kesayaan, kekitaan, yang tersisa hanya kediaan, memulai semua langkah berharap seirama dengan keDiaan-Nya.. semoga..

Iklan

2 thoughts on “sidia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s