..menjelang #..

Berdiri di samping teman shalat berjamaah Zuhur siang ini, teman yang datang ke masjid bersama anaknya yang masih berusia sekitar 3-tahunan, anak yang suka lari-larian diantara jamaah, tiba-tiba mengingatkan cerita saya dan teman jamaah tersebut beberapa waktu lalu tentang anaknya yang pertama yang sudah dimasukkan ke TK islami di daerah sekitar Ciledug. Saya comment waktu itu tentang masa kanak-kanak sekarang yang serasa beda dengan masa kanak-kanak 30-tahunan lalu.

..kembali ketika shalat zuhur tadi, ketika tahiyat akhir teringat masa kecil di mushalla di dekat rumah dulu di kampung, kenangan ketika teringat moment seorang ibu-ibu membetulkan posisi telapak kaki kanan saya ketika tahiyat akhir, telapak kaki yang awalnya tidak berdiri, dari belakang ibu tersebut membetulkan dengan  membuat telapak kaki berdiri dan ditumpu dengan kelima jari kaki. Kenangan yang tidak akan lupa, waktu itu sepertinya masih kelas 1 atau 2 di sekolah dasar. Bukittinggi..meski jauh dari ibukota, tapi dari dulu bukittinggi tetaplah kota, yang gemerlapnya tidak tertinggal jauh dari ibukota, kota yang melahirkan seorang Bung Hatta, Agus Salim, Tan Malaka, kota yang melahirkan banyak pemimpin berfikiran moderat dan liberal, tapi nuansa beragama membuat mereka tetap menjalani semua tindakan berbasis, berlandaskan agama.. **tidak tahu sekarang 😦 **

Dan masa kecil adalah masa-masa itu..

Masa kecil, dari umur 5-6 tahunan hingga kelas 4-5 SD tidur di Mushalla adalah hal yang lazim. Kesadaran beragama tumbuh sangat dini, saya mencoba mengingat-ingat kapan terakhir shalatnya tidak komplit 5 kali sehari.. perasaan kelas 1 SD, setelah itu alhamdulillah selalu muncul rasa takut ketinggalan shalat, sampai sekarang, moga sampai akhir hayat kelat. Demikian juga dengan puasa, alhamdulillah cuma pernah tidak puasa satu hari yaitu hari pertama puasa ketika masih TK, dikerjain sama orang tua karena tidak tega melihat anaknya berpuasa sehingga dipaksa buka ketika Ashar, hanya 2 jam sebelum berbuka, tapi besok-besoknya akhirnya orang tua menyerah dan membiarkan saya berpuasa, sisanya sampai sekarang alhamdulillah full puasa ramadhannya (kecuali ketika khitan, alpha 5-7 hari kalau ga salah).

Rasa takut terhadap-Nya telah ada sejak dini, alhamdulillah.
Tinggal selanjutnya adalah mengasah hati, mengasah rasa agar sesuai dengan kitab-Nya dan sunnah. Mengasah hati adalah suatu proses yang tetap berjalan, membersihkan hati dari semua penyakit hati.. on progress dan harus tetap dijaga.

Sekarang adalah saatnya berbenah jalan hidup..

banyak pikiran-pikiran akan jalan yang telah di tempuh serta jalan yang akan di tempuh kelak. Ada ketakutan akan jalan yang sekarang dijalani, tapi ada kegamangan untuk berpaling, menempuh jalan lain yang ternyata lingkungannya tidak jauh beda. Selalu do’a permohonan pada-Nya agar ditunjukkan jalan yang lebih baik jika langkah sekarang bukan jalan terbaik, jalan yang sulit dipertanggung-jawabkan di hadapan-Nya kelak.. semoga diberikan 🙂

Kembali ke kanak-kanak..

terlihat anak-anak sekarang tidak seperti lingkungan waktu kecil dulu. Banyak anak-anak yang hingga SD mau SMP tetap saja tidak shalat, bahkan ada yang belum khitan. Lingkungan pergaulan mereka dan orang tua sangat berpengaruh disini. Ada obsesi dan do’a moga kalau kelak dipercaya membesarkan seorang hamba-Nya, moga mampu mendidik dan membekalinya dasar agama sejak dini, mengajarkan kesadaran dan ketakutan pada-Nya sejak dini, moga menjadi pegangan untuk mengarungi persaingan hidup yang semakin berat dan sulit di tebak..

hah, semoga dua permintaan ini terkabul..

dua permintaan yang jika dikabulkan bisa membuat diri berjalan dengan kepala lebih tegak ketika menghadap-Nya kelak.. semoga, amiiin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s