CSR.. GSR.. mending GNR

Ketika tadi pagi melewati jalur dari Perum tangerang menuju Karawaci, seperti biasa kembali menemui genangan, jalan yang rusaknya, ampuun parah abis. Mobil seukuran di jazzy harus terhuyung-huyung, diayun jalanan yang berlubang. Tiba-tiba kembali teringat akan janji mengenai nulis seputar CSR.

Yaah, jalanan seputar Karawaci itu tidak hanya terkait CSR, tapi terkait juga dengan pemerintah Tangerang sendiri (ga tau itu termasuk kota apa kabupaten tangerang). Langsung kepikir akan pajak yang telah dibayar, kalau dulu mikir pajak selalu yang keingat hanya PBB yang nilainya memang tidak seberapa. Tapi setelah melek pajak, baru ngeh betapa gedenya kita memberi ke pemerintah. Semuanya, dari indomie yang di makan misalnya, terigu nya di pajakin, setelah jadi indomie juga di pajakin, pengangkutan dari pabrik juga kena pajak dan retribusi macam-macam, ampuuun, sampai penjualpun juga di pajakin. Segitu banyak uang kita yang dipungut pemerintah, lantas apa yang di dapat ? 😛

Saya jadi teringat beberapa waktu lalu di jalan menjelang rumah, mobil patroli polisi dengan garangnya memberi sirine agar mobil-mobil di depannya pada menyingkir. Jelas-jelas jalanan tersebut kecil, plus diselingi genangan, tidak gampang bagi mobil yang didepan untuk menepi memberi jalan. Tapi dasar si polisi tetap aja memberi sirine intimidasi. Tepat ketika mereka di belakang saya, dengan sengaja saya tidak memberi jalan, dalam hati siap jika itu polisi marah dan ngajak ribut, ternyata tidak. Dalam hati hanya satu yang akan disebut bahwa mereka bukan pemilik jalanan, mereka makan gaji dari apa yang kita beri ke pemerintah lewat pajak dan lainnya, mereka adalah abdi kita 😀

Terkait CSR, dengan perubahan lokasi kantor, jalan yang harus di tempuh berbeda 180 derajat, kalau yang awalnya menuju barat dulu, sekarang justru menuju timur. Meski beda arah, satu yang sama yaitu sama-sama ketemu jalan jelek. Kalau yang ke barat ketemu jalan yang selalu menggenang setiap habis hujan, sehingga kendaraan khususnya motor pasti melambat akibatnya terjadi kemacetan. Lucunya genangan itu hanya sekitar 10 meteran, didepan sebuah gudang. Harusnya. si pemilik gudang punya kewajiban melakukan perbaikan selokan di depan gudangnya agar air dapat mengalir dan tidak menyebabkan genangan, itu wujud corporate social responsibility, tanggung jawab corporate terhadap lingkungan sekitarnya.

Lantas, lanan kedua..
Ini lebih parah, lokasinya persis di depan pool taxi blue bird bintaro, dan di depan sekolah internasional, huh.. Dua corporate gede, ee jalan didepannya, lubangnya masysyaallah, parah.. Kasian apapun yang melewatinya. 5 tahun lebih saya mengenal jalan ini, dan selama itu ga pernah menemui kondisi jalan bagus.

Ampun, dua-duanya.. Corporate ga aware, pemerintah juga ga peduli dengan tanggung jawabnya, GSR (goverment social responsibility).. Huuuhhhhh.. Di telinga langsung terngiang makian GNR di lagu Get in the ring, lagu yang pantas buat mereka 😛 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s