sang imam ^_^

“Tidak mungkin istrimu kuasa bertahan dalam satu keadaan. Sesungguhnya, wanita itu bak tulang rusuk. Bila engkau ingin meluruskannya, niscaya engkau menjadikannya patah. Adapun bila engkau biarkan begitu saja, maka engkau dapat bersenang-senang dengannya, (tetapi hendaklah engkau ingat) ia adalah bengkok.” (Hr. Ahmad)

sruuuppp…

Sambil menyeruput satu gelas Redoxon sebagai minuman pengganti Jeruk yang siang ini off karena persediaan jeruk di rumah juga habis, dan persediaan jeruk medan di Total Buah Segar pun menipis, so, redoxon dengan yang kaya vitamin C dan Zinc adalah minuman yang baik untuk recovery 🙂

..45 after..
Perlahan banyak pelajaran, banyak hikmah yang didapat selama 45 awal ini. Kadang hanya hal-hal yang sepele, tapi membuat bibir tersenyum dan tetap jauh didalam hati muncul rasa syukur, hikmah akad 45 hari yang lalu ternyata sangat pantas untuk disyukuri. Semalam cerita to myLW perihal beberapa hal sepele yang berubah tersebut, seperti rasa ‘sseerr’ yang terkadang muncul ketika bertemu, berpapasan atau melihat mereka yang cantik rupa yang kebetulan punya hubungan baik kerabat, rekan kantor atau rekan bisnis, rasa ‘sseerrr’ walau hanya sesaat sampai mata ini dialihkan/ditundukkan. Tapi sekarang, tak ada lagi ‘ssseerr’-an tersebut, semuanya biasa. begitu juga ketika melihat majalah, melihat suatu foto yang secara agama tidak pantas dilihat, sekarang daya tariknya sama sekali hilang, sehingga dengan mudah bisa memalingkan pandangan dari hal semacam itu. Semua alhamdulillah banget karena dengan begitu lebih baik disisi agama.

Selain semua hal-hal sepele tersebut, ada satu hal yang perlahan tertanam didalam diri, tentang tanggung jawab. Rumah tangga adalah ruang nyata akan bentuk perwujudan tanggung jawab, dan pertanggungawabannya tidak hanya sebatas dunia, tapi terbawa hingga ke akhirat. Disinilah untuk pertama kali merasakan pengalaman ikut bertanggung jawab akan dosa atas suatu perbuatan yang tidak dilakukan sendiri. Sekarang masih sebatas istri, nanti prilaku dan dosa anak keturunan pun tidak lepas dari tanggung jawab sebagai suami. Bagian ini adalah bagian yang krusial yang dirasa dalam berumah tangga, karena pertanggung jawaban hingga dihadapan-Nya kelak. Disana wujud kepemimpinan sebagai suami sangat berperan penting, setiap langkah, keputusan yang diambil benar-benar harus bisa dipertanggung jawabkan kelak dihadapan-Nya. Hah, semoga amanah ini bisa dipikul dengan sebaik-baiknya, mohon dukungannya yaa, special tentu dari makmumnya sendiri 😉

Iklan

3 thoughts on “sang imam ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s