satu lagi

Pagi yang cerah
kumenari-nari.. oh indahnya
Pagi yang cerah
burung-burung bernyanyi.. oh indahnya..
inilah mimpi kita tentang hidup di dunia
dimana gelak tawa, cinta dan bahagia..

terima kasih Telah kau berikan cinta didalam hati manusia..

(terima kasih Tuhan untuk Cinta – Rieka Roeslan)

Pagi yang indah.
Terbangun oleh alunan azan subuh yang saling sahut-sahutan antara satu masjid dengan masjid yang lain. Padahal baru tertidur jam 00.15.. Herannya, di hari kerja biasanya sepulang shalat subuh selalu ngantuk, tapi pagi ini dalam kondisi tidak wajib masuk kantor justru mata tidak meminta lebih.

Indah meski disamping se-pack tissue mendampingi karena hidung masih meler, tapi itu patut disyukuri karena berarti tubuh masih bekerja dengan baik, ingus yang kesannya jorok sebenarnya manifestasi dari usaha tubuh menangkal virus yang mencoba menyerang tubuh.

Kadang rasa syukur itu bisa datang dalam bentuk apapun. Seperti semalam ketika ngobrol dengan teman dan kita saling bercerita pengalaman masa-masa susah ketika masih kecil dulu, usaha yang dilakukan yang kadang hanya demi uang 100-200 perak, bahkan hanya demi 1-2 buah gorengan atau satu mangkok bakso seharga 150 rupiah, justru kalau dilihat dari perspektif yang berbeda terasa sangat indah, karena telah memberi warna tersendiri dalam hidup, warna yang mungkin tidak akan pernah hilang dari ingatan hingga tua nantinya, dan memunculkan rasa syukur yang mendalam ketika melihat kondisi saat ini πŸ˜€

lelahku menjalani semua ini denganmu kasih
keterbatasanku inilah adanya.
mungkin dimatamu aku tak lebih dari dirinya
kembalilah padanya bila kau masih teringatkan diaaa…

lirik yang ga nyambung dengan cerita sebelumnya..
ga tau enak aja dengarin lagu Lelah dari Rieka Roeslan feat Irwan Abdie ketika mengetik disini.

Sama tidak nyambungnya dengan cerita berikut, cerita ketika pertama masuk ke ruang ganti Gold Gym Summarecon Serpong, ada yang menarik mata ketika menatap sebuah panflet di dinding persis didepan toilet pria. Pamflet yang berisi beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan lingkungan terkait dengan ruang ganti yang dengan pesan diantaranya;

  • penggunaan lampu akan dibatasi di siang hari demi penghematan listrik
  • pemakaian sauna yang dibatasi hingga jam tertentu, lagi-lagi untuk penghematan energi
  • Anjuran untuk penggunaan shower tidak melebihi 10 menit demi penyelamatan bumi dengan menghemat penggunaan air.
  • Terakhir adalah anjuran penghematan penggunaan sabun mandi karena busa sabun mandi merupakan salah satu sumber pencemaran lingkungan

Senang melihat banyak company saat ini sangat peduli lingkungan walau melalui tips-tips kecil perawatan lingkungan seperti diatas. Kesadaran ini sangat terasa terutama untuk company-company besar US dan Eropa walau US sendiri merupakan penyumbang terbesar gas CO πŸ˜› . Di Indonesia sendiri masih sedikit perusahaan yang menerapkan program peduli lingkungan dilingkungan perusahaannya, masih sebatas retorika belum impelementasi yang nyata. Mungkin juga karena tidak ada stimulus dari pemerintah sendiri sebagai regulator maupun fasilitator yang seharusnya berada di baris paling depan dalam kampanye lingkungan seperti pemberian jalur sepeda bagi mereka yang meninggalkan mobil dan motor dan berganti dengan sepeda untuk berangkat ke tempat kerja, atau seperti pernah ditulis disalah satu media dimana pemerintah perlu melalukan stimulus misal dengan penghapusan pajak masuk untuk barang-barang sistem pendingin udara untuk building maintenance yang mau mengganti sistem pendingin udara dengan perangkat yang lebih ramah lingkungan.

Disisi personal sendiri tetap harus selalu dikembangkan kesadaran pribadi akan kepedulian pada lingkungan. Saya teringat beberapa hari lalu ketika berbelanja dengan seorang teman, dengan jumlah belanjaan yang sedikit kasir tempat belanja mencoba memberikan kantong plastik pembungkus yang besar, saya langsung menyarankan agar diganti dengan kantong plastik yang lebih kecil. Teman yang punya barang belanjaan tersebut setuju karena lebih pas jika dilihat, sementara saya melihatnya berbeda, penggunaan plastik yang lebih kecil otomatis sedikit menyumbang mengurangi plastik demi lingkungan. Begitulah kadang dengan sedikit-demi sedikit menanamkan kepedulian pada lingkungan, mindset akan segala hal berkaitan dengan lingkungan akan terbentuk dengan sendirinya.

Posting disinipun yang beberapa kali bercerita akan kesadaran lingkungan dan terkesan nyiyir sebenarnya merupakan bentuk kesadaran pribadi akan perlunya ikut mengkampanyekan kepedulian lingkungan terhadap semua komunitas yang bisa dijangkau, walau jumlahnya sangat kecil seperti pembaca si hantu tarok yang hanya berjumlah 1-2 orang saja, tapi menyumbang untuk bumi tidak harus selalu dengan hal-hal yang besar bukan, sedikit berbagi juga ada nilainya bagi bumi dan bagi Yang Diatas, betuuulll….

dah akh.. pagi semua. Selamat menikmati libur cuti bersama, bagi yang tidak… satu jari atau 5 jari… KDL (kacian de lo) .. daripada diledekin CLBK (C…. Lama Bersih Kagak) πŸ˜€

Iklan

One thought on “satu lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s