In the closet

Membaca tabloid Rumah edisi terbaru dengan tema ‘make over kamar mandi’ tiba-tiba angan melayang pada apa yg telah dilakukan buat rumah mungil yang saat ini ditempati. Ga terasa ternyata telah melewati berbagai tahap make over, dimulai dari pembuatan atap yang bisa dibuka dan ditutup sebagai pengganti teralis open air yang disediakan pengembang. Kemudian renovasi berlanjut dengan perbaikan area dapur yang awalnya masih berupa tanah. Setelah dapur, make over bergerak ketengah, pengecatan ulang seluruh ruang dan tembok luar serta renovasi teras, bersamaan dengan itu beberapa perabot dasar mulai dipersiapkan seperti kitchen set, bar dan meja tivi. Saat mulai menempati satu set meja tamu merangkap kursi santai mulai melengkapi ruang tamu.

Sesaat semua yang berkaitan dengan rumah terlupakan, berganti dengan pelengkap seputarnya, yaa mobil, sepeda dan satu-dua perangkat elektronik. Meski semuanya tidak berkaitan langsung dengan rumah, tapi secara tidak sengaja menuntup penyesuaian disisi rumah itu sendiri. Disana make over kembali dimulai, setelah vakum pembangunan selama 9 bulan, usaha mempercantik si mungil kembali berlanjut yang dimulai dari perbaikan taman. Setelah taman mulai terbentuk kembali mata beralih pada carport yang masih open air akhirnya sebuah kanopi sederhana sekedar pelindung si greyco dari terpaan hujan dan panas yang tanpa terasa ternyata mempengaruhi suhu ruang terutama kamar depan yang persis berhadapan dengan carport karena bahan yang digunakan menyerap panas sehingga pantulan panas matahari yang selama ini memantul dari lantau batu carport sekarang terserap oleh atap berlampis karpet hitam.

Dan kini perhatian tercurah ke kamar mandi. Area itu yang selama ini tak tersentuh renovasi. Seperti biasa, gathering informasi dari berbagai majalah, setiap mampir ke gramed ga henti-hentinya kaki melangkah ke area majalah-majalah rumah tapi sampai terakhir tidak satupun majalah mengena dengan bentuk kamar mandi yang diinginkan. Ada kendala utama yang sebenarnya menyebabkan pemilihan desain kamar mandi begitu rumit yaitu ukuran kamar mandi itu sendiri yang teramat mungil, sementara desain kamar mandi yang ada semuanya untuk kamar mandi berukuran sedang dan luas..

dan ketika rencana renovasi kamar mandi mulai menguap, tanpa sengaja senin ini ketika menengok ke deretan majalah dan koran di lapak penjual koran didepan kantor, tiba-tiba seri majalah rumah dengan tema make over kamar mandi memikat mata, dan boom, setelah beli berbagai ide sekarang telah nyantol di kepala. Perlahan semangat renovasi itu muncul kembali, hanya satu yang mengganjal untuk saat ini, apalagi kalau ga kantong yang tidak lagi selega dulu… πŸ˜€
yaa, kalau ditilik ke belakang, dengan banyaknya perubahan pada rumah dan semua hal yang mengelilingi dan mengisinya, wajar jika kantong terkuras sangat dalam.. Untuk perlu kesabaran luar biasa untuk menahan diri dan sekaligus memutar otak untuk sumber pendanaannya..hiks, ada donatur yang mau turun, apa perlu IPO, penyertaan saham kepemilikan rumah ini atau mungkin penerbitan sub debt berupa obligasi untuk sumber pendanaan.. Halah, ngacooo πŸ˜€

setelah semuanya terwujud, tinggal menyisakan satu yang belum tersentuh yaitu kamar tidur, dan ituuuu… Paling terakhir, harus sepakat dengan siapa yang akan ikut menempati nantinya.. Betul apa betul kata Aa gym πŸ˜€

dibelakang lagu In the closet nya MJ mengalun, seolah tau apa yang ada di pikiran tuannya .. Gutnite semua πŸ˜€

Iklan

3 thoughts on “In the closet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s