si bungkuk

Hari ini kembali ke default route ke kantor setelah beberapa hari mengambil jalur yang beda dengan moda transportasi yang juga beda. Tapi route yang dilalui kali ini masih dengan roda dua tapi bertenaga manusia, alias gowes. Alasan gowes yang pastinya karena malam kemaren bisa tidur cepat sehingga ketika bangun subuh kondisi tubuh udah fit dan ga lagi nuntut untuk melanjutkan tidur setelah shalat subuh. Meski begitu alasan lainnya sebenarnya untuk kembali melatih endurance setelah kemaren dengan sangat-sangat memalukan harus mengundurkan diri dari kelas spinning dengan muka tertunduk lemas kehabisan tenaga. Kelas spinning yang seharusnya 40 menitan hanya bisa dilahap 10 menit, benar-benar memalukan. Padahal waktu memasuki kelas diliputi rasa percaya diri yang tinggi sebagai mantan pesepeda yang telah menakhlukkan puncak, tapi apa hasilnya. 10 menit.. tidak bisa di tolerir. Tubuh udah sedemikian lemahnya kah sampai-sampai keluar karena pusing kehilangan tenaga. Apakah big classic nya ga mempan buat pen-supply tenaga, apakah asupan makanan yang kekurangan zat gula sebagai sumber tenaga, apakah faktor U.. yang terakhir, hmmm πŸ˜€

Tapi alhamdulillah gowes hari ini lancar jaya, mulus.. mengatur tenaga dengan tidak terlalu bernafsu untuk kebut-kebutan, saling rebut jalan dengan motor, justru selain lebih safe, ternyata selisih waktu tempuh justru tidak signifikan bahkan boleh dibilang sama, berangkat 1 jam 2 menit dan pulangnya 1 jam 8 menit dengan selisih jarak pulang lebih jauh 1 km dibanding berangkat yang 21.9 km. Sepertinya akan dijadiin rutin kembali, minimal untuk variasi berkendara, sekaligus mengurangi penggunaan motor karena sekarang makin lama ada rasa ketakutan ketika bermotor **kembali faktor u kali yaa, secara sekarang merasa lebih menghargai nyawa yang cuma satu-satunya ini πŸ˜€

Ingat kelas spinning diatas, ingat fitness jadi ingat salah satu bagian dari buku Taiko yang baru minggu kemaren kelar dibaca. Disalah satu bagian diceritakan bahwa Tokugawa Ieyasu, 1 diantara 3 orang besar pada zaman itu ketika berusia 40 tahun terlihat bahunya lebih bungkuk. Ketika ditanya para pengikutnya mengenai hal tersebut, Ieyasu bercerita tentang beberapa alasan kenapa postur tubuhnya seperti itu diantaranya karena penederitaannya ketika masih sebagai sandera di propinsi lain ketika dia masih muda, kebiasaannya membaca buku dengan meja yang lebih rendah masih ketika saat disandera, tapi yang menarik justru pernyataannya yang terakhir yang kutipannya kira-kira seperti ini;

berdasarkan perkataan Sessai padaku, kaum biksu lebih percaya pada bentuk bahu seseorang daripada raut wajahnya. Sepertinya, hanya dengan mengamati bahu seseorang, Sessai dapat memastikan apakah orang itu telah mencapai tahap pencerahan. Nah, setela itu aku mulai mengamati bahu para biksu, dan ternyata semuanya bulat dan lembut seperti lingkaran cahaya yang mengelilingi bulan. Jika seseorang ingin menampung seluruh alam semesta dalam dada, dia tak dapat melakukkannya dengan dada membusung. Karena itu, aku mulai yakin bahwa sikapku tidak terlalu buruk

..hah..

ternyata orang bijak mempunyai pandangan berbeda tentang postur tubuh, sepertinya patut jadi bahan renungan untuk yang lagi fitness yang pasti bertujuan untuk mendapatkan postur tubuh yang sepertinya berlawanan dengan pendapat diatas, moga apa yang terlihat diluar berbeda dengan yang ada dihati.. membusungkan dada tapi tetap dengan kerendahan hati **meski meragukan dua hal itu bisa tercapai.. lantass..!?? Β  πŸ˜€

——-

header image diatas diambil disini.. foto concept dengan latar belakang yang menarik πŸ˜€

Iklan

4 thoughts on “si bungkuk

  1. Orang bungkuk itu tidak perlu dikasihani sama sekali lebih kejam dari orang yang badannya normal. ngery, orang yang sangat tidak tahu berterima kasih dan cocoknya menikah dengan pelacur dilokalisasi. Ini ada contohnya di balikpapan satu keluarga bungkuk, terkenal sekali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s