elegi dipagi hari ^_^

Menatap tembok setinggi 1 meter yang dibangun tetangga disisi lain yang tidak bersebelahan dengan rumah menimbulkan perasaan tersendiri, bagaimana sebuah komplek dengan konsep cluster dimana tidak ada pemisah antar rumah dan antara rumah dengan jalan didepannya sebenarnya punya nilai kemanusiaan yang lebih mulia dari sekedar keindahan yang keharmonisan secara arsitektur yang coba ditampilkannya yaitu kesatuan lingkungan bukan hanya antar bangunan dan infrastrukturnya, tapi jauh dibelakanganya memiliki nilai untuk memperat hubungan antara orang-orang yang ada. Keterbukaan dan penyatuan itu seharusnya juga menyatukan orang-orang yang menempatinya.

Tapi tembok setinggi 1 meter itu terlihat angkuh walaupun bertujuan sebagai kolam agar rumah tersebut telihat lebih komplit dan indah, tapi ada rasa kemanusiaan yang lebih luhur yang dilanggar. Meski memahami keinginan untuk memperindah plus cerita dari tetangga tentang tetangga sebelahnya yang memang dari awal sudah tidak akur dengannya, tapi bagaimanapun membuat saya sedih. Saya masih berharap dua tetangga itu masih bisa memperbaiki hubungannya, mungkin tidak sekarang tapi suatu saat kelak, tapi dengan pembangunan kolam tersebut jelas akan semakin mempertajam permusuhan antar dua rumah yang saling menempel tersebut.

Saya mungkin bukan tipe orang yang bisa berakrab ria dan ngobrol banyak dengan tetangga, meski begitu dalam hati saya merasa sangat dekat dengan mereka, saling menjaga diri, tenggang rasa adalah hal utama yang selalu saya tanamkan dalam diri. Hal-hal kecil yang kira-kira akan menjadi duri dalam hubungan itu selalu saya singkirkan. Tinggal di komplek dengan individu yang sibuk dengan urusan masing-masing tanpa punya waktu banyak untuk ngobrol, ngumpul antar tetangga apalagi dengan warga yang berjauhan adalah hal yang lazim terlihat disini. Meski begitu, sebagian besar adalah orang-orang seumuran dengan status sosial yang juga mirip, dan tentu dari cara berpikir yang hampir sama, sehingga terkadang meski tidak saling kenal atau sapa tapi masing-masing bisa menempatkan diri pada posisi yang hampir sama, individualis tapi masing-masing mengedepankan tenggang rasa. Suasana itu sebenarnya memang cocok dengan saya yang pembawaannya tidak bisa banyak chat-chit-an, tapi terkadang kehadiran ibu disini justru memberi nuansa baru yang selalu saya kagumi. Beliau justru dapat memecah kekakuan dan dapat cair dengan tetangga sekeliling. Bakat alami beliau yang gampang dekat dengan orang-orang menyebabkan tetangga cukuo akrab dengan beliau, walaupun kadang hanya satu-dua bulan disini. Melihat itu, saya mengakui bahwa ada yang kurang dalam diri ini yang harus dilengkapi 😀

Iklan

3 thoughts on “elegi dipagi hari ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s