Child in time..

ha, bisuak malam ba kalau ka sms wak ngumpua. Ado band lemon tea. Tahu kan? Nan specialis hardrock 90an. Bisa pak? Ajak ajo juo kwn2 lain.

 

Demikian pesan singkat salah seorang teman pada jum’at siang, nyang artinya kira-kira “nah, besok malam gimana kalau kita ngumpul di sms. Ada band lemon tea. Tahu kan? yang specialis hardrock 90an. Bisa pak? ajak Ajo juga teman2 yang lain

 

Ajakan yang tadinya setengah hati pengen dipenuhi karena di sms berikutnya teman bilang, ngumpulnya jam 11.. ups 11 malam ngumpul apaan, secara semua teman-teman udah punya buntut yang berarti ‘jam malam’ sudah berlaku, seperti kata Kahitna ‘bahagia meski mungkin tak sebebas merpati’..

 

Karena sayanya masih merpati yang ga pernah ingkar janji, halah.. meski teman-teman yang diajak sesuai perkiraan pada ga bisa hadir, akhirnya terpaksa sendiri menghadiri ajakan teman SMA ex-gelatik (bandung) dulu. Jam 11 tepat saya telah duduk manis disalah satu sisi Dante’s Coffee yang kebetulan berhadapan langsung dengan panggung Down Town Walk nya Summarecon Mall Serpong (SMS). Teman yang mengundang ternyata belum datang, dan dengan santai bilang.. ‘tunggu yaa, Lemon tea nya juga baru main jam 12’.. gubrak.. jam 12… manggung apaan jam 12..

 

yang jadi pertanyaan justru siapakah Lemon Tea, seberapa bekennya siy itu band sampai teman bela-belain ngajak jam 11 yang ternyata baru live jam 12.. rasa penasaran masih tidak hilang dan berganti sedikit kesal karena jam 12 pun belum ada persiapan apa-apa dipanggung. Perlahan-lahan menjelang jam 00.30, satu-per-satu crew panggung mulai mempersiapkan alat, dan teman yang udah datang tepat jam 12 langsung nunjuk anggota band yang kebetulan lewat disamping tempat duduk, kata teman ini band adalah band kesayangannya Ahmad Dhani, sehingga selalu punya jadwal rutin perform di The Rock cafe Kemang kepunyaannya Dhani. Dikit-dikit rasa kecewa dan penasaran mulai terobati.. dan sekitar jam 00.40-an.. teng..neng..teng..neng.. treng..teng..teng..treneneng.. ting..ting..ting.. intro Nothing else matter nya Metallica berkumandang.

 

Para pengunjung SMS yang tiba-tiba membludak seiring kedatangan band ini langsung bertepuk tangan. So close no matter who you are.. demikian suara serak penyanyi yang belakangan diketahui bernama Toni langsung mengisi vocal.. kesan pertama, hmm agak kurang pas.. tapi bolehlah buat obat kangen menyaksikan live perform nya rock. Lagu kedua Thank you for Loving me nya bon jovi kemudian indah mengalun, sedikit-sedikit chemistry nya udah mulai dapet, meski tetap duduk di kursi tapi udah mulai teriak-teriak dan tepuk tangan kencang.. **metal atau kampungan memang agak susah dibedakan hehe :D**

 

Berikut Enter sandman nya Metallica langsung menggebrak, dan disini awal kegilaannya, benar-benar memanaskan suasanan, berlanjut dengan Wide open nya The Creed dan Welcome to the jungle nya Guns N Roses.. kemudian musik tung..tung..tung..tung.. hentakan bass terdengar memenuhi tiap sudut Down town walk..

Mm ba ba de
Um bum ba de
Um bu bu bum da de
Pressure pushing down on me
Pressing down on you no man ask for
Under pressure – that burns a building down
Splits a family in two
Puts people on streets
Um ba ba be

 

Under pressure nya Queen langsung mengalun.. benar-benar menyihir semua orang yang ada, lagu yang begitu abadi dari sebuah grup yang boleh dibilang sangat legendaris.

 

Kemudian tempo mulai melambat, mulai dengan just take my heart nya Mr Big, I Don’t want to miss a thing nya Aerosmith, Bryan adam dan sebuah lagu beat khas grup Poison… dan kembali penonton disihir dengan Bohemian Rhapsody nya Queen. Belum berhenti disitu, kembali Sad But True nya Metallica menghentak menandakan musik dengan tempo cepat akan kembali dimulai.

 

Waktu telah menunjukkan jam 1.40-an AM ketika penyanyi memanggil bintang tamu yang ternyata seorang anak kecil seumuran anaknya Ahmad Dhani **lupa namanya 🙂 ** si bocah langsung menyapa penonton dalam bahasa inggris dan bilang akan menyanyikan Black dog nya Led Zeppelin. Kehebohan langsung terasa, karena tau sendiri lagunya Led Zeppelin yang sangat metal. Selepas black dog langsung disambut dengan satu lagi tembang panas dari Led Zeppelin.

 

Lepas 2 lagu, bintang tamunya turun.. dikira sudah mendekati akhir karena sudah mendekati jam 2, ternyata tidak, lagu Meatloaf – anything for love langsung mengalun, kemudian berlanjut dengan sebuah lagu dari Dream theater berjudul Spirit Carries on dengan alunan gitar yang sungguh indah **bagi penggemar rock tentu 😛 ** kemudian berlanjut dengan sebuah lagu Mr Big bertempo cepat yang saya sendiri tidak begitu hapal judulnya. Setelah lagu-lagu bertempo cepat kembali lagu dengan irama slow mengalun, sebuah lagu I don’t wanna talk about it road stewart mengalun..

 

Tanpa terasa waktu telah jauh melewati pukul 2 dini hari. Hentakan Seek and Distroy nya metallica langsung menghentak. Seorang penonton langsung berdiri ke depan panggung dan melakukan head banger sendirian.. lagu yang benar-benar sangar dari album pertama Metallica Kill em all. Lepas lagu yang sangat menyita skill masing-masing personil, dan disana terlihat kualitas masing-masing mereka diuji, dan hasilnya, teruji TOP….!

 

Lepas lagu panas tersebut, Toni langsung pamitan dan lagu berikutnya bahwa lagu terakhir, dan berharap penonton kembali datang minggu depan di hari dan waktu yang sama **dalam hati langsung berteriak asyiiik.. sambil memutar otak, secara minggu besok ada rencana mau menghadiri nikahan teman di luar kota.. hiks.. moga keburu pulang tuk menghadiri rocking day 😀

 

Mendengar bahwa akan memasuki lagu terakhir, banyak penonton mulai bergerak meninggalkan tempat, ternyata mereka rugi besar.. lagu terakhir adalah Child In Time nya Deep Purple, bagi penikmat rock klasik menurut saya ini adalah salah satu puncak dari sebuah musik rock yang benar-benar sangar tapi membutuhkan skill tinggi, tahu sendiri Ritchie Blackmore adalah gitaris yang sangat disegani, walau beraliran bukan se sangar metallica atau led zeppelin, tapi Deep purple di lagu ini sangat all out dan sayatan gitar, keyboard, drum sangat garang, belum lagi lengkingan Ian Gillian benar-benar bermain pada oktaf atas.. dan salutnya, lemon tea bisa menampilkan itu dan tidak kalah sangarnya.. bagi saya inilah puncak penampilan dan memang pantas berada di akhir penampilan..

 

Fuuuuh.. puas, jam 2.30 baru beranjak di tempat duduk. Benar-benar worth it begadang dengan hasil yang di dapat..

fuuh.. pasti capek membacanya, sama capeknya dengan yang nulis.. Gini niy yang lagi semangat 😀

 

Setelah sekian lama di jejal live perform nya Jazz, menyaksikan live nya aliran rock seakan membangkitkan berjuta kenangan masa lalu, masa-masa ketika masih tiduran dibawah kursi tamu panjang sambil mendengarkan Deep purple ketika umur masih dibawah 10 tahun, atau kehebohan kamar bawah dengan lagu-lagunya Metallica dan GNR.. 70-90-an adalah eranya rock yang abadi.. bagaimana sekarang.. sebutkan satu saja musisi rock yang karyanya akan abadi 10-20 tahun kedepan.. tidak terbayang.. sepertinya tidak ada.. komersialisasi telah menghilangkan semuanya.. berganti dengan lagu-lagu manis, anak manja berkalung dan bergitar.. sangar tapi kok maniss 😛

 

dee//moga//gaa//bosen//ngebacanya//puaannnjaaaaaannnggg//soalnya 😀

 

Iklan

3 thoughts on “Child in time..

  1. ternyata rein membaca hingga akhir dan mengungkap kehadiran tante Dee… nanti, cerita yang lebih lembut akan om persembahkan untuk Rein.. 😀

  2. Jam 2.30 itu saya baru bubaran juga dari lembur kantor dan jam 4.30 nya udah mulai star gowes menuju CFD di Thamrin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s