1 night @ SMS

Menatap sekelompok orang dari tempat duduk saya, di salah satu pojok kedai kopi modern di sudut sumarecon mall serpong, terasa ada yang beda. Disini suasana sepertinya tenang, jauh dari ekspresi ketegangan orang-orang yang belakangan ini saya jumpai. Hujan deras beberapa hari ini telah mengubah wajah kota ini, sekaligus ekspresi orang-orangnya. Ada nada kekawatiran tergurat di wajah banyak orang akan datangnya bencana tahunan, banjir. Melewati kali-kali dalam perjalanan pulang dari kantor menyiratkan hal itu, ketinggian air di kali-kali tersbut memang telah di ambang batas mengkawatirkan. Hujan deras beberapa jam saja akan mengubah wajah bantaran, daerah di sekitar kali menjadi bagian dari kali yang mengebar. Tak terbayang berada di seputar bantaran, dan merasakan kecemasan itu setiap tahunnya ketika hujan menunjukkan musimnya. Tapi memang mereka tidak mempunyai pulihan, itu mungkin tempat tinggal mereka satu-satunya, ga ada lagi tempat lain untuk tempat apa yang dibilang sebagai rumah bagi mereka hanya itu. Home sweet home menjadi home wet home..

..dan orang-orang yang berlalu lalang di salasar mall itu..
Sungguh terasa beda. Hidup mereka benar-benar nyaman, tidak ada kecemasan dan beban hidup yang tergambar diwajahnya. Semua santai, kehidupan seperti melambat disana. Mereka menikmati detik-demi detik waktunya.
Tepat dua hari berturut-turut saya duduk, pindah dari satu pojok kedai kopi ke pojok kedai kopi dengan brand yang berbeda. Tapi pemandangan yang sama saya amati. Sekelempok orang, seperti sebuah keluarga besar, dari nenek-kakek, orang tua, anak dan menantu serta cicit mereka semua berkumpul membentuk kelompok besar, menikmati malam dengan diiringi musik country. Seorang tua ‘boleh dibilang-kakek-kakek’ terlihat asik berdansa ala cowboy, didepan panggung, sendiri.. Dengan gayanya sendiri, sementara beberap gadis berpakaian ala cowboy meski tanpa topi lebarnya berpasang-pasangan berjejer berdansa dibelakang kakek tadi. Sementar orang-orang duduk di teras dan kursi-kursi mengitari meja yang disusun rapi diseputar panggung.

Terasa ada pergeseran kultur, atau apakah ini kultur baru atau memang sayanya yang telat mengerti. Di keluarga entis tionghoa tersebut, kebiasaan duduk, ngobrol hingga tengah malam bersama keluarga seperti menjadi pemandangan yang lazim disini. Semua keluarga tumpah berkumpul dalam satu meja, mungkin beberapa blok dari rumah mewah mereka yang berjejer dikawasan tersebut, sambil bercerita santai, beberapa yang muda asik dengan blackberry dan orang tua duduk diam menatap hiburan. Beberap anak laki-laki asik mendengar ayah atau kakeknya, seperti sedang menerima ceramah, pelajaran hidup atau mungkin strategi bisnis.

Satu pola kekerabatan yang bagi sebagian orang luput, tapi dimata minimal dari sudut dimana saya duduk malam ini justru menjadi suatu pemandangan yang menarik..

gutnite..
Dah lama ga menyapa teman-teman semua, keterbatasan waktu dan akses internet telah menyebabkan pohon si hantu tarok jarang disiangi.. Tapi moga tetap jadi tempat berteduh teman-teman semua, moga tetap bisa membawa kesejukan, angin segar yang mengalir dari berbagai penjuru angin.. 😀

hev nais slip every1 😀

Iklan

2 thoughts on “1 night @ SMS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s