Me n BBC

Saya mungkin termasuk orang yang serius dalam hal tontonan **baru sadar 😀 **, kalau sebagian orang langganan cable tv buat dapatin hiburan sekedar buat mengendorkan saraf setelah seharian disiksa dengan berbagai kesibukan karena kerjaan, saya nya justru suka nonton acara-acara yang makin membebani otak buat berpikir, minimal ngabisin space memory otak yang sebenarnya udah semakin terbatas karena menua. Channel favorit justru di dominasi oleh stasiun ilmu pengetahuan, setelah lama mengikuti acara-acara di national geographic dan discovery, sekarang BBC knowledge jadi salah satu stasiun yang paling sering disinggahi. Selain itu history channel dan Biography channel tidak luput untuk disinggahi.

Setelah dulu tertarik dengan penelitian yang ditampilkan di BBC knowledge tentang kecerdasan anak yang ternyata sangat dipengaruhi oleh kecukupan nutrisi selama didalam kandungan, kemudian liputan tentang sejarah lahirnya bumi, sekilas tentang mobil ramah lingkungan berbahan bakar hidrogen, tadi sebuah acara berjudul Dragon Den **kalau ga salah** menarik hati untuk diikuti.

Bagi mereka yang berjiwa enterpreneur, bergelut di bisnis yang penuh negosiasi dengan itungan bisnis yang komplek acara ini layak di tonton. Terus terang saya sendiri ga punya bakat seperti orang-orang yang tampil di acara tersebut, tapi tertarik untuk mengikuti sekedar belajar bagaimana mereka berpikir.

Acara itu sendiri semacam the apprentice **tulisannya benar ga siy, mohon koreksi** cuma dalam format yang lebih real dan hidup. Dragon dens sendiri adalah sekelompok businessman, pada investor yang punya uang, sementara para kandidat adalah mereka pengusaha dengan berbagai macam produk yang membutuhkan modal untuk mengembangkan usahanya. Di awal, para kandidat diminta mempresentasikan produknya, keterampilan dalam mempresentasikan produknya adalah kunci menarik para dragon untuk mau berinvestasi. Yang menarik adalah para dragon punya pandangan tersendiri akan setiap produk yang di presentasikan, terkadang mereka menakar nilai jual dari barang, keseriusan si kandidat sebagai pengusaha sekaligus marketer bagi barang yang di produksinya, kondisi keuangan, bagaimana si kandidat menghitung keuntungan tahunannya, dan banyak sisi lagi. Terakhir para dragon akan menawarkan diri untuk berinvestasi jika memang produk yang ditawarkan memberi keuntungan bagi mereka. Pada tahap ini akan terjadi tawar menawar, tidak hanya kandidat sebagai pemilik produk sekaligus pemilik 100% saham dari perusahannya, semakin bagus produknya, semakin bagus cara dia mengelola semakin tinggi nilai sahamnya, sehingga makin tinggi sharing saham yang akan ditawarkannya. Para dragon sebagai investor punya hitung-hitungan yang unit dan pintar bagaimana menilai suatu produk dan dikonversikan kepada nilai dari sahamnya. Pada acara tadi, salah satu kandidat berhasil meyakinkan para dragon sehingga para dragon saling berebut untuk berinvestasi di produk yang ditawarkan. Sebagai pengusaha, para dragonpun menawarkan koneksi yang dimilikinya untuk makin meyakinkan sang kandidat bahwa total saham yang ditawarnya, walaupun tidak tinggi tapi akan memberi nilai lebih, misal mereka punya koneksi jaringan ritel yang memungkinkan barang tersebut akan semakin baik dalam penjualannya kedepan. Jadi sang kandidat tidak hanya mendapatkan suntikan modal, tapi juga dukungan lain dalam distribusi dan penjualan.

Hah, pokoknya kereen.. Acara yang sangat menarik. Di acara itu juga terungkap beberapa pemikiran yang tidak pernah terpikir sebelumnya, seperti ketika seorang kandidat dengan idealismenya menawarkan produk penghemat penggunaan air di toilet dengan tujuan menyelamatkan bumi, sementara uang baginya hanya sampingan, bukan prioritas dan baginya uang dengan keserakahan manusia untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya lah yang telah merusak bumi. Seorang dragon langsung menyecar bahwa itu adalah pikiran yang salah karena menurutnya dengan seseorang berpikir untuk mendapatkan margin keuntungan yang besar, orang akan berpikir kreatif, menciptakan produk-produk yang inovatif dan efesien, dan dengan itu manusia sebenarnya akan lebih bernilai. Hah, jadi ingat Apple ketika peluncuran macbook akhir tahun lalu, dengan produk yang compact sehingga melahirkan sebuah laptop yang lebih tipis lebih ringan, dengan box pembungkus yang lebih kecil sehingga menghemat penggunaan kertas sebagai bahan pembuat box, yang berimpact pada penyelamatan lingkungan. Selain itu dengan ukuran yang tipis dan kotak yang kecil akan menghemat biaya pengiman, dimana jika sebelumnya satu pesawat bisa memuat 1000 laptop, dengan ukuran yang compact bisa memuat 3000 laptop **misalnya, selain itu bahan yang ringan akan menyebabkan berat 3000 laptop lebih ringan dan ini akan menghemat penggunaan bahan bakar pesawt pengangkutnya, lagi-lagi penghematan biaya dan dengan menghemat bahan bakar akan berpengaruh positif untuk lingkungan dan ketersediaan energi.

benar-benar pemikiran yang cerdas.. Kapannn bisa seperti itu dalam berpikir.. Hah, sementara sel-sel otak sedikit-sedikit telah mulai mati 😀

Iklan

2 thoughts on “Me n BBC

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s