15#

Nasrudin berbincang-bincang dengan hakim kota. Hakim kota, seperti umumnya cendekiawan masa itu, sering berpikir hanya dari satu sisi saja. Hakim memulai,

“Seandainya saja, setiap orang mau mematuhi hukum dan etika, …”

Nasrudin menukas, “Bukan manusia yang harus mematuhi hukum, tetapi justru hukum lah yang harus disesuaikan dengan kemanusiaan.”

Hakim mencoba bertaktik, “Tapi coba kita lihat cendekiawan seperti Anda. Kalau Anda memiliki pilihan: kekayaan atau kebijaksanaan, mana yang akan dipilih?”

Nasrudin menjawab seketika, “Tentu, saya memilih kekayaan.”

Hakim membalas sinis, “Memalukan. Anda adalah cendekiawan yang diakui masyarakat. Dan Anda memilih kekayaan daripada kebijaksanaan?”

Nasrudin balik bertanya, “Kalau pilihan Anda sendiri?”

Hakim menjawab tegas, “Tentu, saya memilih kebijaksanaan.”

Dan Nasrudin menutup, “Terbukti, semua orang memilih untuk memperoleh apa yang belum dimilikinya.”

Teori Kebutuhan : Nasrudin Hoja

Tadinya mau nyari sesuatu yang bisa jadi ‘pembuka cerita’ dari apa yang ada di pikiran saat ini, tapi justru terjerumus ke cerita-ceritanya Nasrudin Hoja. Tapi ga ada salahnya di share disini, sekedar pengisi hari ke 18 puasa 😀

Mungkin benar kata Nasrudin yaa, cuma bedanya kita (kita, lo aja kali..! 😀 ), yaa cuma bedanya kadang kita merasa tidak pernah cukup akan segala hal, akhirnya semuanya sepertinya pengen, butuh.., syukur-syukur pengennya yang baik-baik, pengen makin bijak, pengen makin alim, pengen makin kaya biar ladang amalnya makin luas, dan pengen lainnya yang positif..

Berkaitan dengan kebutuhan ini juga, kadang dalam menyikapi sesuatu yang berkaitan dengan pilihan, sebagian orang mengeneralisasi berdasarkan pandangan yang umum, sehingga bahwa apa yang umum dilihat, dilakukan, itu dianggap sebagai pilihan yang benar. Padahal kenyataanya tidak.. pilihan itu sifatnya personal, hanya orang tersebut –sadar atau tidak– paling tahu akan kebutuhannya, dan pilihan yang diambilnya walaupun berbeda dari orang kebanyakan mungkin merupakan pilihan terbaik untuknya, karena sesuai dengan kebutuhannya, dan cerita Nasrudin diatas cukup tepat sebagai penggambarannya..

**ngomong opo iki.. wes, sare deyi.., lagi cuti soalnya 😀

Iklan

2 thoughts on “15#

  1. iya, bundo tau klo sebenarnya bundo cukup pake WP aja kemarin itu..

    cumaaaaannnn, themenya ga bisa dipasang klo pake WP jadi kudu pindah hosting.. jadi yang salah itu ya theme ladang ilalang itu mas..!

    huahahhha malah curcol.. 😛

  2. hehehe.. ga ada yang salah dengan ilalangnya bun, mungkin udah harkatnya ilalang, sedikit banyak menggores mereka yang melewatinya, tinggal dijinakkan bun ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s