13#

Dak terasa sudah hari ke 14 aja dan memasuki taruwih ke 15. Alhamdulillah, dibanding beberapa tahun terakhir tahun ini record, belum pernah absen satu malam pun tanpa diisi dengan taruwih, witir sempat absen sekali, tapi semoga rakaat taruwih yang lebih bisa menutupi kealpaan witirnya. Yang masih jauh dari memuaskan adalah ngajinya, yang ini parah ga banyak bergerak. Tadi sempat dapat sedikit tips dari teman yang mengalami masalah yang sama yaitu kalau lagi baca, 2-3 halaman tulisan di al-qur’an nya mulai membayang, suara mulai serak.. tips nya gampang, selingi dengan kegiatan lain dan yang paling simple fesbukan dulu, atau nonton tv dulu **yang terakhir harap maklum, rumah yang ‘salaweh lapiak sumbayang’.. seluas tikar shalat, alias kecil mungil, sejauh-jauh mata memandang pasti bisa ngeliat ke tivi, jadi yaa, malam ini udah coba diterapkan, alhamdulillah dah dapat 3 kali dari pencapaian biasa walau masih jauh dari target. Sekarang akhirnya al-qur’an nya ditaruh di kursi tv, jadi kalau lagi bosan nonton bisa selingi dengan baca al-qur’an **harusnya dibalik yaa.. πŸ˜€ . Tips lainnya, dengan bawa al-qur’an kecil di mobil, berharap suatu saat main kemana, mampir ke masjid mana al-qur’an nya tetap kebawa dan bisa dibaca-baca. Hah, berjuta cara harus dilakukan biar bisa achieve kali ini khatam al-qur’an.. 15 hari lagi, hikss.. tapi harus tetap semangat, do the best God do the rest , tull..!

Terlepas dari cerita puasa, hari kemaren ketika do’a pagi, saya lihat si adik kecil di kantor pakaiannya serba cream, dari atasan sampai sepatu, matching abis.. belakangan sepertinya makin bisa dandan meski kakaknya di kantor masih saja ngeledek, yang tas nya murah lah, belanjanya di ambasador lah, halah.. πŸ˜€

Meski begitu abis do’a saya tetap memuji walau dengan nada ngeledek, manggilnya dengan sebutan miss matching yang akhirnya melekat hingga sekarang. Tapi harus diakui pemilihan warnanya bagus, entah kenapa saya suka dan ga tahan untuk memuji sesuatu yang bagus. Bagi saya tidak masalah mau model pakaiannya seperti apa, harganya seberapa **walau harga memang tidak bisa bohong πŸ˜€ ** selama itu enak dilihat, memberikan arti tertentu yang positif ke pemakainya saya akan mengaguminya.

Saya jadi teringat sebuah acara di E! entertain, hah tontonan gosip.. πŸ˜€ tapi tunggu dulu, saya tertarik justru ketika membahas cara berpakaian dengan judul Do and not Do in Fashion, menarik karena ternyata cara berpakaian menurut para pengamat mode itu sama dengan apa yang saya bayangkan tentang bagaimana seharusnya berpakaian, halah πŸ˜€ . Intinya berpakaian sebenarnya Fit Clothes , berpakaian yang pas. Gambaran saya adalah, berpakaian itu tidak perlu menarik perhatian, tidak menyolok, tapi ketika orang melihat orang akan mengagumi akan bagaimana pakaian itu cocok dengan si pemakainya, dan pas dengan tempat dan waktu dimana seharusnya pakaian itu dikenakan.. balik lagi right time n right place akan membuat tidak mencolok. Para pengamat itu menyorot mereka yang suka pakai piyama keluar rumah, ke mall misal atau supermarket, not do.. atau maaf warna pakaian dalam yang menyala dengan luaran yang agak tipis sehingga kelihatan, celana jean yang sengaja diturunkan sehingga maaf, lagi-lagi bawahannya kelihatan.. that’s not cool kata pengamat mode tersebut, it’s sting kata mereka halah.. padahal banyak banget abg disini yang meniru-niru tongkrongan ala Christina atau Gwen diatas.. dikira keren padahal… coba kalau anggun seperti Aya atau tomboy seperti Kalila nya PPT, pasti lebih enak dilihat, halah πŸ˜€

Satu point lainnya yang menarik pada acara diatas dan masih saya ingat sampai sekarang adalah masalah pop up color. Sebenarnya masih berkaitan dengan fit clothes diatas, ketika kita berpakaian tidak mencolok, menurut pengamat mode tersebut harus ada satu warna yang justru membuat mata orang tertarik untuk melihatnya, dan itu disebut sebagai pop up color. Contoh paling simple, kenapa sendal crocs memiliki warna yang nge-jreng, karena itu adalah pop up color, warna yang muncul berbeda dari keserasian yang ada. Misal ketika seseorang berpakaian serba abu-abu dengan jeans biru, tiba-tiba sendal crocs nya warna merah terang atau orange, pasti akan menarik mata untuk melihat ke pemakainya. Banyak aplikasi pop up color sebenarnya, sepertiΒ ikat pinggang cewek yang gede itu harusnya dipadukan dengan pakaian dengan warna berbeda sehingga ikat pinggang itu memiliki fungsi sebagai pop up color, atau bando dengan warna menyolok, dan banyak aplikasi lainnya.

So, walaupun suka ga banyak komen kalau liat orang berpakaian, tapi sebenarnya saya termasuk yang suka memperhatikan keserasian dan pakaian seperti apa yang paling cocok dipakai oleh seseorang, mungkin ada yang butuh pendapat, mangga kadiyeu.. dikasih masukan gratis πŸ˜€

yukk mariii.. pulaaaannnggg dah pukul 22:33 .. siap-siap puasa, dan besok mungkin bakal sedikit sibuk karena pemasangan sesuatu buat lindungin si greyco dari ujan dan panas.. akh iya, si greyco contoh proyek fit clothes saya cuma diaplikasikan ke mobil, bagaimana saya coba mengembalikan si greyco ke hakikatnya semula, tidak mau modif dengan warna ngejreng, dan tampilan ban dan velg yang anggun bukan sporty karena asal-muasal nya diciptakan si greyco di tahun 1992 adalah mengikuti suksesnya Lexus di US sana, dan Toyota mencoba menciptakan produk elegan dengan ukuran yang lebih kecil sehingga orang suka bilangnya sebagai mini Lexus.. jadi status elegan lebih pantas untuk si greyco daripada sporty apalagi sporty yang norak.. jangan sampai deh, ga gw banget gitu lho **mengikuti logatnya pak jalal PPT πŸ˜€

yukk mari.. πŸ™‚

Iklan

2 thoughts on “13#

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s