8#

Dalam ceramah rutin ramadhan di kantor beberapa hari yang lalu, sang ustadz bercerita tentang asal-asul (asbabunnuzul) surat Al-baqarah yang secara kata berarti sapi betina. Ustadz bercerita bahwa dijaman nabi Musa as terjadi keributan antar 2 kampung yang disebabkan pembunuhan salah seorang warga dari salah satu kampung. Warga kampung tersebut menuduh kampung sebelah sebagai pembunuhnya. Untuk menengahi permasalahan ini, nabi Musa as minta petunjuk kepada Allah dan Allah memberikan petunjuk agar dicarikan seekor sapi betina dan dari sapi betina itu kelak akan ketahuan siapa pembunuhnya. Umat nabi Musa kemudian bertanya, ciri-ciri sapi betina seperti yang difirmankan Allah. Nabi musa bertanya lagi kepada Allah dan Allah memberikan petunjuk bahwa yang berwarna keperakan. Dengan bawel umat nabi musa itu kembali bertanya ciri lebih spesifik. Allah pun kembali memberi petunjuk bahwa yang tidak ada cacatnya. Lagi-lagi umat Nabi Musa minta lebih spesifik cirinya (kerewelan umat nabi Musa ini tercatat di Al-qur’an), akhirnya diketahui cirinya adalah sapi betina berwarna keperakan yang tidak punya cacat, karena tidak pernah ditunggangi dan tidak pernah dipakai untuk membajak. Segera setelah itu, warga kampung dikerahkan untuk mencari sapi dengan ciri seperti itu ke pelosok negeri, dan ternyata sangat susah ditemukan.

Disaat yang sama, disuatu desa seorang ibu meminta anaknya untuk menjual sapi mereka ke pasar dan diminta untuk menjual dengan harga 1000 dirham. Anaknya dengan senang hati pagi harinya segera membawa sapi itu ke pasar, dan setibanya di pasar, karena sapinya begitu terawat seseorang menawar sapi tersebut dengan harga 2000 dirham. Anak tersebut tidak melepas diharga tersebut, curiga karena harga penawarannya terlalu murah, sapi itu kembali ditawar dengan harga lebih tinggi 3000 dirham dan tetap tidak dilepas oleh si anak tersebut karena ibunya memerintahkan untuk dijual diharga 1000 dirham. Hingga pasar tutup, sapi tersebut tetap tidak laku dijual dan si anak membawa kembali sapi itu pulang. Di rumah ibunya hanya tersenyum mendengar cerita anaknya tidak melepas dengan harga lebih mahal hanya karena iya patuh kepada ibunya yang meminta di harga 1000 dirham. Keesokan harinya ibunya meminta sapinya dibawa lagi ke pasar dan minta untuk dilepas di Β harga 2000 dirham. Setelah dibawa ke pasar, ternyata calon pembeli yang kemaren menawar telah mendapatkan sapi yang dibutuhkannya, sehingga singkat cerita sapi itupun gagal dijual di hari itu. Keesokan harinya ibunya minta agar sapinya dibawa ke pasar dan dijual di harga berapapun, tapi lagi-lagi dihari itu bukan hari pasar, dan tidak ada pembeli yang menawar sapi tersebut. Ketika anak itu pulang, ditengah perjalanan seorang menawar sapi tersebut dengan harga 2000 dirham tapi dengan syarat anak tersebut harus membohongi ibunya dengan mengatakan bahwa sapi itu terjual 1000 dirham, sementara 1000 dirham lagi dikantongi untuk dirinya. Karena kepatuhan anak tersebut sama ibunya, dia tidak menerima tawaran orang tersebut (orang tersebut sebenarnya adalah iblis yang berwujud manusia). Anak itupun akhirnya kembali pulang, dan dirumah dengan sabar ibunya tetap tersenyum mendengar hasil nihil yang didapat anaknya pada hari itu. Disaat itulah, orang-orang desa yang diminta nabi Musa mencari sapi betina tersebut akhirnya menemukan ciri sapi yang dibutuhkan itu terdapat pada sapi si ibu dan anaknya itu. Karena bernilainya sapi tersebut bagi mereka, akhirnya sapi tersebut ditawar dengan emas seberat sapi tersebut.. na’uzubillahi min zalik..

Demikianlah, dan karena kisah kesetiaan anak kepada ibunya itulah, surat Al-baqarah ditempatkan di urutan nomor 2 setelah al-fatihah, al fatihah sebagai surat yang bercerita tentang penyerahan diri hamba terhadap Tuhannya.. demikian tinggi penghargaan Allah terhadap sosok seorang ibu yang ditempatkannya persis setelah kesetiaan hamba kepada-Nya.

hepi anniversary Bun n KD.. dari seorang anak diranah virtual πŸ˜€

Iklan

3 thoughts on “8#

  1. nah itu rein belum paham om, urutan surat di AL-Qur’an ternyata ada kisahnya juga ya..

    oya posisi rein kan sama ama om sbg anak diranah virtual, om masih lbh beruntung pernah nyicipin pizzanya bundo.. lhah rein ga pernah disuguhi apapun sama si bunbun πŸ˜›

    tapi tadi beliau berdua titip terimakasih buat om tersayang.. terus doa, ikhtiar dan tawakal.. gitu pesannya..

  2. @Uchan.. benar… coba ga cerewet, pasti ga susah nyari sapi betinanya πŸ˜€

    @rein..moga rein masih dikasih kesempatan mencicipi pizza bundo πŸ˜€ . titip sama bundo dan KD, makasih buat pusannya, insyaallah πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s