6#

Di hadapan Rasulullah saw, para sahabat menundukkan kepalanya, “seakan-akan burung-burung bertengger di atas kuduknya”. Mereka diam. Mereka bukan hanya mendengarkan sabda Nabi saw yang diucapkan. Mereka juga mendengar sabdanya yang tidak diucapkan. Mereka berkata: “Ya Rasul Allah, kami takut jatuh pada kemunafikan?” Rasul Allah saw bertanya: Kenapa kamu takut begitu? Mereka berkata, “Kalau kami berada di hadapanmu, engkau ingatkan kami, sehingga bergetar hati kami, berguncang dada kami. Kami lupa pada dunia. Kami tidak suka lagi (zuhud) padanya. Seakan-akan kami saksikan akhirat, surga, dan neraka. Tetapi begitu kami kembali kepada rumah-rumah kami, menciumi anak-anak kami, menyaksikan anggota-anggota keluarga dan membincangkan kekayaan, kami berubah dari keadaan kami di dekatmu, sekan-akan itu tidak pernah terjadi pada kami. Tidakkah engkau takutkan kami jatuh pada kemunafikan? “ Rasulullah saw bersabda: Tidak. Ini semua hanya langkah-langkah setan. Untuk menggemarkan kamu pada dunia. Demi Allah, sekiranya kamu terus-menerus seperti ketika kamu berada besertaku seperti yang kalian jelaskan, para malaikat akan bersalaman dengan kamu dan kalian akan bisa berjalan di atas air…” (Biharul Anwar 70:56).

–dikutip dari Notes Jalaluddin Rakhmat di fesbuk ‘Tadarrus 1: Shawm – Puasa Bicara“–

Tadi pagi satu yang paling saya hindari selama ini akhirnya kejadian juga, apalagi kalau ga menjadi pemimpin do’a pagi. Kenapa menghidari, karena saya masih meragukan apakah do’a secara berjama’ah dicontohkan oleh Rasulullah saw, belum sempat nyari referensinya. Karena takut bid’ah, saya coba membatasi diri untuk itu. Makanya yang namanya zikir akbar dan sebagainya sampai sekarang saya tidak begitu tartarik untuk mengikutinya, sebelum ada dasar yang meyakinkan saya bahwa itu ada dan dicontohkan oleh Rasulullah saw. Rasulullah saw sangat menjaga agama ini, tidak hanya untuk ibadah yang tidak dilakukan, tapi juga terhadap ibadah yang berlebihan.

Lantas bagaimana dengan do’a pagi, dulu saya biasanya ga ikutan, tapi dalam hati sempat terbersit rasa bahwa saya terlalu sombong dan takut bakal ada teguran dari-Nya, dan benar.. satu kejadian di kantor yang membuat saya ketar-ketir. Sejak itu, setiap ada ngumpul untuk do’a pagi, saya mengusir rasa sombong itu, dan hadir walau hanya membaca Bismillah, tapi itu dengan sepenuh hati, karena bagi saya bismillah adalah ibu dari do’a selama itu diucapkan dengan sepenuh hati.

Naah, gara-gara cuma baca bismillah, biasanya saya paling dulu selesai do’a dan diam-diam balik ke meja buat melanjutkan kerjaan sementara yang lain masih khusyuk dengan do’a masing-masing..

dan tadi pagi..

teman-teman bilang saya harus mimpin do’a karena belum pernah selama ini.. didepan sekitar 30-40 rekan kantor, dengan agak terbata-bata saya memimpin untuk berdo’a sesuai keyakinan masing-masing.. ketika semua tertunduk dan biasa saya baca bismillah.. mencoba diam beberapa saat, dan dirasa sudah cukup saya langsung mengucapkan ‘Selesai..’

Akhhh…!!!!

langsung suara protes mengalun dari segala penjuru.. ‘cepat bangett… baru baca bismillah udah kelarrr..!! aaaakkhhh mboy….!!!

protes teman-teman..

saya cuma bisa tersenyum.. abis memang biasanya cuma bismillah, syukur-syukur telah saya lebihkan waktunya beberapa saat hehe.. sorry teman-teman, makanya kedepan jangan minta saya mimpin do’a lagi yaa…. 😀

Iklan

One thought on “6#

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s