Let it Burn..

Dalam banyak kesempatan saya suka bercerita sama teman tentang mimpi ini dan itu, sampai dia protes sendiri kenapa mimpiiii terus yang dibahas. Entah kenapa diri ini gampang sekali bermimpi, dalam sekian detik atau menit terlelap tidur saya bisa mimpi, dan kadang bisa lebih dari satu.

 

Ketika berada diatas langit Jawa dalam perjalanan pulang menuju jakarta semalam, secara kebetulan dari buku Perjalanan ke Timur – Hermann Hesse saya dapat penggambaran yang cukup bagus tentang mimpi dan atribut yang menyertainya;

Ketika suatu yang berharga atau mustahil untuk direngkuh kembali musnah, kita seolah tersadar dari mimpi. Perasaan ini secara ganjil adalah benar, sebab kebahagiaanku benar-benar bangkit dari rahasia yang sama seperti kebahagiaan yang bersemayam dalam mimpi; mimpi itu lahir dari kebebasan untuk menyelami segala hal yang dapat dibayangkan, menembus apa yang di luar dan di dalam dengan ringan, berpindah-pindah Waktu dan Ruang sebagaimana adegan dalam teater.

 

Meski arti mimpi sendiri berada di akhir dari kutipan tersebut, tapi saya tidak bisa melupakan bagian awal dari paragraf tersebut karena itu adalah dasarnya. Dari sedikit kutipan diatas saya menyadari bahwa sebenarnya mimpi bertema kebahagian dalam arti yang berbeda-beda, sweet dream identik dengan bayangan kebagiaan yang terseret kedalam mimpi, sementara bad dream bisa diterjemahkan sebagai kebahagiaan yang coba direnggut.

 

Seperti kata Hesse, lewat mimpi kita dapat menyelami semua hal yang dapat dapat dibayangkan, ringan, berpindah antar ruang, menelusuri waktu yang tak terbatas, hadir dan berada dengan mereka yang kita cintai, dan tidak jarang kita bertarung dengan segala hal yang mencoba merenggut mereka, merenggut kebahagian dan segala yang di cinta.

 

.. dimata saya, mimpi bagaikan episode lain dari berbagai mimpi di alam nyata yang tak tampak dan tak terucapkan..

–yang masih banyak bermimpi.. dan terus bermimpi 🙂

 

di belakang, Europe dengan lagunya Dreamer indah mengalun, sementara tepat 10 jam yang lalu, diatas pesawat dengan buku Hermann Hesse ditangan, terdengar rintihan dari Usher dalam lagunya Burn; lebih sedih dari Seperated  😀

Girl, understand why

See it’s burning me to hold onto this

I know this is something I gotta do

But that don’t mean I want to

What I’m trying to say is that I-love-you I just

I feel like this is coming to an end

And its better for me to let it go now than hold on and hurt you

I gotta let it burn

.
.

 

Sendin’ pages I ain’t supposed to

Got somebody here but I want you

Cause the feeling ain’t the same find myself

Callin’ her your name

Ladies tell me do you understand?

Now all my fellas do you feel my pain?

It’s the way I feel

.

Now it’s too late

I know she ain’t coming back

What I gotta do now

To get my shorty back

Oh oh oh oh

Man I don’t know what I’m gonna do

Without my boo

You’ve been gone for too long

It’s been fifty-eleven days, um-teen hours

I’mma be burnin’ till you return (let it burn)

.

.

Deep down you know it’s best for yourself but you

Hate the thought of her being with someone else

But you know that it’s over

you know that it was through

Let it burn

Let it burn

Gotta let it burn

 

[Bridge]

I’m twisted cause one side of me is tellin’ me that I need to move on

On the other side I wanna break down and cry (oh)

 

Iklan

2 thoughts on “Let it Burn..

  1. Kalau saya sering menghias mimpi bagai seorang anak kecil menghias pohon natal *di film2 tentunya 🙂

    masih banyak mimpi yang belum terwujud, mimpi2 yang mengikuti pemutaran ‘premiere mimpi’ .. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s