Fans boy.. (edited)

Senang rasanya membaca tulisan Bundo yang terakhir meski isinya adalah cerita sedih. Penggunaan dan penekanan kata-kata Bundo mengingatkan pada banyak penulis minang semisal AA Navis atau penyair Taufik Ismail. Keakuan bundo semakin mempertegas itu diselingi dengan penggunaan kata yang menyerempet ke kata minang semisal ‘batang pisang’ bukan ‘pohon pisang’.. Apa saya yang salah yaa 🙂 . Tapi itu ciri penulis minang, dan saya senang membacanya.

Bicara masalah bacaan, dulu saya punya beberapa blog yang selalu didatangi, tapi belakangan jumlahnya mulai berkurang, dibarengi dengan berkurangnya intensitas tulisan yang hadir disana. Beberapa diantara ada kejenuhan dan sepertinya otak butuh bahasa baru yang lebih segar, dengan ide yang juga segar dan bervariasi. Dari sedikit bacaan yang tersisa, nakja nya Bundo adalah tempat mampir yang wajib ditengok pagi dan petang. Meski baru didunia per-blog-an, tapi dalam dunia tulis-menulis, saya ga seujung-kuku nya beliau. Saya merasa sangat kerdil se-kerdil-kerdilnya. Saya suka gaya bahasa, pemilihan kata dan pasti penyampaian suatu maknanya sungguh indah, tidak perlu belajar karena semua itu terlahir dari jam terbang, buah dari penulis cilik **mungkin dulu beliau juara penulisan puisi atau cerpen di majalah Bobo atau Ananda 😀 ** dan berpuluh tahun menulis tentu tidak sepadan dengan mereka yang menulis seumur jagung seperti saya.

Selain Bundo, blog lain yang ga pernah terlewatkan adalah blognya mas Kuncoro, saya menganggapnya bapak blog indonesia karena melihat keaktifan beliau mengkampanyekan blog dengan mengikuti berbagai aktivitas blogger di tanah air. Apa yang menarik dari blog beliau, apa lagi kalau ga banyaknya elmu yang didapat. Dari beliau saya sedikit mengerti apa yang dinikmati para penonton suatu orkestra symphony Bethoven, mengetahui joke-joke cerdas para matematikawan dan fisikawan, atau mengenalkan saya dengan seorang Borges penulis terkenal asal argentina. Selalu ada yang baru, dengan bahasan yang cerdas, yang didapatkan didalam setiap tulisannya.

2 orang itu adalah inspirasi.. Gaya bahasa bundo, dan berbagai hal yang didapat dalam tulisannya mas Koen, adalah 2 orang itu yang selalu jadi parameter saya meski ga pernah mencapai semua itu. Yaah, mungkin saya memang ditakdirkan untuk menjadi pengagum mereka.. 😀

dah akh, takut hape nya hang gara-gara dijejal tulisan panjang. Hanya sebuah tulisan selingan ketika menunggu ortu yang lagi ke Tanah Abang buat pamitan sama seorang kelak bakal menjadi orang penting dikehidupan my little bro..

yuu da dah yukk babay.. Halah gimana mau memiliki tulisan yang bermutu kalau bahasanya masih saja seperti ini 😀

Iklan

2 thoughts on “Fans boy.. (edited)

  1. hahaha..

    Kadang diantara pengaruh kafein dengan rasa ngantuk ada ruang pemikiran yang jarang terjamah.. dan disana kemaren ide tulisan ini hadir 😀 😀 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s