selintas angan akan gunung cabe

waduuuhh… nyamuknya gede amaat..

Telah lewat seminggu sicindai koma, dan kini 2 hari lagi hari Kartini segera menjelang, tapi tetap kondisi sicindai tidak menentu. Banyak angan kembali terlintas didalam diamnya seperti perjalanan menyusuri sungai cisadane. Perjalanan yang tadinya pengen menuju Gunung Cabe **ga tau tuh di daerah mana**, tapi berhubung rombongan gowes datangnya pada telat, sementara matahari semakin meninggi, ditambah jumlah peserta yang bervariasi menyebabkan perjalanan ditempuh dalam tempo lambat. Akibatnya jam setengah sebelas masih jauh dari gunung cabe. Akhirnya team memutuskan untuk berubah haluan, menuju arah parung kemudian kembali memutar ke arah serpong.

Perjalanan yang menempuh jarak hampir 85 km itu mulai berangkat dari rumah jam setengah 6 dan baru duduk kembali di rumah pukul 4 sore benar-benar bikin kulit muka gosong. Kesal mendengar teman malamnya bilang kulit muka jadi belang, adanya perbedaan warna kulit yang tertutup tali helm dengan kulit muka yang terbakar matahari, ampun dijee.. Belum lagi banyak yang komentar badan ini main ceking aja. Sepedaan sebenarnya memberi dampak positif, pertama buat siklus tidur. Dulu bawaannya susah tidur, tidur jam 12 bagi saya masih terhitung kepagian, tapi sekarang, jam setengah 9 biasanya udah siap-siap rebahan. Positifnya lagi biasanya sepertiga malam bisa kebangun buat shalat sunat. Dampak positif kedua sebenarnya nafsu makan, bawaannya pengen makan mulu, mungkin tubuh meminta lebih sebagai pengganti energi yang hilang, lemak yang terbakar. Naah, masalahnya persediaan makanan dirumah belakangan sangat minim. Belum lagi ditempat sekarang pilihan makanan tidak sebanyak di tempat yang lama. Balik lagi ga yaa.. ūüėÄ . Naah, itu mungkin yang menyebabkan lebih kuyuss..¬† tidak imbang antara lemak yang terbakar dengan asupan makanan penggantinya.

Satu lagi, suatu yang unik saya dapatkan dari teman-teman bersepeda ketika gowes sabtu-minggu. Mereka adalah orang-orang yang tidak berorientasi hasil, tapi pada kenikmatan perjalanan. Terkadang suatu jarak yang dekat ditempuh dengan cara memutar, masuk semak, jalan setapak, becek kampung, terkadang pematang sawah meski harus menggotong sepeda, padahal banyak jalan yang lebih pendek, tapi disitu istimewanya, mereka tidak peduli akan hasil tapi sensasi yang didapat ketika dalam perjalanan. Hah, sayang tawaran berikutnya ke RA (rindu alam puncak), secara saya sangat jelek di tanjakan.


tit.. tit.. detak kehidupan sicindai masih berbunyi..

..Kenangan bersepedaan membuat sicindai tersenyum dalam lelap ketidak sadarannya. Kematian ataukah tersedar kembali, hanya waktu dan Kartini-nya yang menentukan.. ūüėÄ

ditengah angan tersebut sayu terdengar lagu Nidji

Jika Kau dan Aku
Jalannya telah berbeda
Haruskah kita Berharap
Langitkan beri jawaban

Walau hanya satu kata
Penuh makna
Pastikan Kita bisa
Dengarkan suara hati

…..

lanjutkan.. ūüėÄ

Iklan

3 thoughts on “selintas angan akan gunung cabe

  1. aku tak tahu makna kartini untukmu..

    tapi untukku..
    bunda kartini akan bantu aku,
    alirkan terangNYA.. kembali..
    minazzulumati ilannuur

    aku kembali.. tidak menunggu 500.. ūüėÄ

  2. masih ada setitik noda yang merusak segumpal hati ini Bun.. sehingga nur itu masih terhalang olehnya. Semoga saya bisa menghapusnya.

    Mana Bun, saya coba akses tetap ga bisa. Haruskah saya menunggu yang ke 501 **seperti seri Levis yang melegenda, 501 ūüėÄ **

    btw, sekarang sicindai dah sampai ke angka 553 posting dengan 444 comment Bun, saya lagi menimbang angka 555 (salah satu brand rokok), atau 567 (lanjutan dari dji sam soe.. 234 ūüôā ) sebagai tanggal kematian sicindai.

  3. tanggal kematian..
    tak lah kita yang merencanakan

    bila kematian karena bunuh diri yang sicindai kehendaki
    bersiaplah hadapi kekecewaan dariku
    kekecewaan karena merasa terkhianati

    terdengar egois karena tak berusaha memahamimu
    smoga sicindai mengerti..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s