Happiness is..

Tertidur setelah shalat magrib. Sempat mendengar azan Isya, tapi tubuh menolak untuk bangun buat ke masjid, secara di luar masih keliatan kilatan petir karena tadi ketika magrib gelap banget mau hujan dan ternyata sampai detik ini masih tidak hujan, fluh.. tapi panasnya 😀

Ketika tidur, saya masih sempat membuka mata dan menyaksikan ada film yang dibintangi Jack Nicholson dan Morgan Freeman, agak malas untuk mengikuti jadi lanjut tidur dan baru  benar-benar kebangun setelah kelopak mata malas untuk ditutupkan kembali. Bangun ditengah-tengah film ketika 2 orang tua itu Carter (freeman) dan Edward (Nicholson) lagi bersiap untuk mewujudkan keinginan mereka yang tercatat dalam bentuk list yang terdiri dari 18 keinginan, The Bucket List, list keinginan sebelum mereka dimasukkan kedalam Bucket.. meninggal 🙂 .

Cukup berkesan, banyak petuah disitu termasuk tentang filosofi Budha hingga asal muasal kopi Luwak **di film itu digambarkan kopi Luwak sebagai kopi yang sangat mahal, kopi yang menurut asalnya di Sumatera berasal dari biji kopi yang dimakan oleh kucing hutan, dan bijinya keluar dalam pada kotoran kucing tersebut. Biji itulah yang kemudian ditumbuk dan menghasilkan kopi luwak. itulah kenapa kopi itu bernilai sangat tinggi dan terkenal diseluruh dunia**.

Satu lagi yang juga menarik adalah ketika mereka sampai  di puncak piramid di mesir, Carter bercerita tentang kepercayaan orang Mesir tentang kematian. Menurut kepercayaan orang mesir, ketika seseorang meninggal dan berada di depan pintu surga, dewa akan menanyakan dua hal sebelum mereka diijinkan masuk ke surga.

Pertanyaan pertama ‘apakah ketika hidup anda bahagia’

Pertanyaan kedua ‘apakah dalam hidup anda membahagiakan orang lain ‘

pertanyaan yang simple tapi sulit untuk dijawab. Ketika pertanyaan kedua ditanyakan kepada Edward, Edward bercerita tentang anak perempuannya. Anak yang sangat dia sayang, dan ketika dewasa memilih menikahi seorang pria yang Edward sendiri tidak sukai. Ketika suatu saat pria tersebut menyakiti putrinya secara fisik, Edward ingin membalas, tapi putrinya melarang. Ketika hal yang sama terjadi lagi, dengan power yang dia punya Edward memerintahkan orang lain untuk memberi pelajaran pada pria itu, meski tidak sampai dibunuh, tapi sampai detik ini tidak ada terdengar kabar berita tentang suami anaknya itu. Menyadari hal itu, putrinya sangat marah dan sejak saat itu menyatakan bahwa dimatanya Edward telah tiada.

Satu yang saya ambil dari cerita Edward itu, bahwa setiap orang punya cara untuk membahagiakan orang lain yang terkadang hasilnya tidak seperti yang diharapkan **menjadikan orang itu bahagia**.

Yah, tiap orang memang mempunyai cara untuk membahagiakan orang yang dicintainya, dimana terkadang kebahagiaan itu tidak didapat dari dirinya dan harus melepaskannya agar yang dicinta memperoleh kebahagiaan yang diidamkannya 😀

Film pun diakhiri dengan lagu dari John Mayer berjudul Say

Take all of your wasted honor
Every little past frustration
Take all of your so-called problems,
Better put ’em in quotations

Say what you need to say [x8]

Walking like a one man army
Fighting with the shadows in your head
Living out the same old moment
Knowing you’d be better off instead,
If you could only . . .

Say what you need to say [x8]

Have no fear for giving in
Have no fear for giving over
You’d better know that in the end
Its better to say too much
Then never say what you need to say again

Even if your hands are shaking
And your faith is broken
Even as the eyes are closing
Do it with a heart wide open

Say what you need to say [x24]

Yah.. setuju;

Even if your hands are shaking
And your faith is broken
Even as the eyes are closing
Do it with a heart wide open

Dengan hati yang terbuka.. 😀

gutnite 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s