Earth Hour

Pada matiin lampukah malam ini…? πŸ™‚

Suatu ide yang bagus –mirip car free day– walau cuma 1 jam, terbayang betapa besar energi seluruh dunia yang berhasil di hemat. Ide Earth hour berawal dari Sydney Australia tahun 2007 yang diikuti oleh 2.2 juta rumah dan perkantoran, ide itu kemudian bergulir ke tahun 2008 yang diikuti 100 juta orang di 35 negara, dan di tahun 2009, campaign earth hour menyebar ke seluruh dunia, dan malam ini puncaknya, mematikan lampu selama 1 jam.

Saya sendiri baru mematikan lampu pada jam 8.40 karena ketiduran di kursi di depan tivi sehabis service motor, kecape-an setelah sebelumnya mutar-muter nyari aksesories mainan baru, sepeda —aciiipp, ikutan meyelamatkan bumi dengan bersepeda, tapi harga dan accesories nya itu, ampuuun, over budget, 100% alias 2x lipat dari yang di budget-in πŸ™‚ –. Kembali ke mematikan lampu, saya sendiri bukan cuma matiin lampu tapi semua perangkat elektronik termasuk kulkas, sebagian masih dalam posisi standby yang kalau ga salah konsumsi daya standby sekitar 1-5 watt. Setelah mematikan semua, pindah duduk ke kamar, makan kacang rebus dalam keadaan gelap gulita. Meski begitu, diluar masih terang benderang sehingga cahaya sebagian menerangi ruangan, terlihat lampu taman dan tetangga pada tidak ada yang mematikan lampu, hik sayang banget 😦 . Meski begitu saya tetap bertahan, menjadi orang yang aneh karena cuma rumah saya sendiri yang gelap gulita. Waktu berjalan cukup cepat karena meski gelap-gelapan sendiri, tapi kan ada fesbuk, jadi tetap bisa saling kirim message dengan teman-teman, saling mengingatkan untuk tetap bertahan dalam gelap –walau ada yang ngaku gelap-gelap tapi tivi tetap nyala–, seperti halnya orang shalat, ga bisa berdiri duduk, ga bisa duduk rebahan dan seterusnya. Sama dengan ini, ga bisa semuanya mati, yaa lampu dulu mati juga ga-apa-apa. yang penting apa yang menjadi campaign disini yaitu hemat energi untuk bumi tercapai.

Saya sendiri masih bertahan dalam gelap walau waktu telah menunjukkan jam 9.30 PM, karena tadi telat 10 menit mematikan, saya bertahan dalam gelap untuk 10 menit kedepan, menunggu 10 menit, justru ketiduran 1 jam dan baru kebangun jam 10.40, berarti saya menyumbang 2 jam untuk bumi, alhamdulillah.

Ada kebanggaan tersendiri ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Selain untuk bumi, kegiatan ini juga memberi pelajaran berarti akan perlunya komitmen personal, tidak jamaah. Bagaimana bisa belajar tetap commit akan suatu tindakan yang dianggap benar meski sekeliling tidak melakukan. Bagi saya sepertiΒ  tantangan baru setelah melakukan tantangan-tantangan personal lainnya terhadap diri ini, dan tadi sangat enjoy melakukannya. Tantangan akan kemampuan berpegang teguh pada prinsip yang diyakini, meski untuk itu terkadang menantang arus mindstream yang ada, menjadi orang yang aneh bagi sebagian orang, dan terkadang harus rela kehilangan demi berpegang teguh pada suatu yang dianggap prinsipil. Kadang ada rasa untuk berkompromi, tapi sering muncul suara dari dalam yang mencoba menahan, mencoba meyakinkan bahwa berpegang teguh pada yang diyakini lebih baik daripada berkompromi demi suatu tujuan dengan mengorbankan suatu yang diyakini, bagaimana bisa berkomitmen akan tujuan tersebut jika suatu yang prinsipil dilanggar, begitu hati berkilah.

Akh, udah akh, udah mulai menggigau.. mungkin karena sudah jam 1.09 AM — korban Earth hour — **jadi ga bisa tidur** padahal besok udah niat mau gowes ikut fun bike di CFD (car free day) πŸ™‚ . Moga kuat, pertama menjejal si Eric X-trada, lebih dari 50 kilo boo PP.. gempor-gempor dey. Moga kuat πŸ˜€

gutnite πŸ™‚

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s