Definitely, maybe – Review

Come
as you are
as you were
as I want you to be
as a friend
as a friend
as an old enemy
take your time
hurry up
the choice is your
don’t be late
take a rest
as a friend
as an old memoria
memoria
memoria
memoria **

Kembali teringat lagu diatas setelah nonton film Definitely, Maybe. Lagu yang didendangkan Will Hayes –tokoh sentral dalam film ini– ketika ketemu dengan April di malam pesta ulang tahunnya.

Udah lama tidak menonton film dengan tema-tema cinta yang rumit membuat saya tersenyum dan tertawa sendiri ketika menyaksikan kelucuan-kelucuan kecil dalam film diatas, mengingatkan pada film Serendipity. Seperti biasa, film ini memulai suatu drama romatis dari sisi yang belum pernah di-explore oleh film-film lainnya, yaitu ketika putri Will, Maya yang berusia 10 tahun meminta ayahnya untuk bercerita tentang pertemuan dengan ibunya, dan akhirnya memutuskan untuk menikah.

Ceritanya dimulai dari kepindahan Will dari Wiscosin ke NY, meninggalkan kekasihnya Emily. Di  NY Will ketemu Summer teman sekamar Emily ketika di Wiscosin yang bekerja sebagai reporter dan April, copy girl ditempat Will bekerja, lembaga kampanye-nya Bill Clinton. Singkat cerita, dalam perjalanan Will justru jatuh hati pada Summer, dan ketika Will berniat melamar Summer, April datang menyatakan bahwa Will lah pria yang paling tepat untuknya. Menyadari Will sedang memagang wedding ring untuk Summer, akhirnya April mundur.

Ternyata itu awal kekacauan yang dialami Will. Sesaat sebelum melamar Summer, Will mendapati tulisan Summer yang menyebabkan kandidat yang diusung Will untuk Walikota NY harus tersingkir dalam perebutan kursi walikota. Kejadian itu menyebabkan Will harus kehilangan Summer, kehilangan pekerjaan dan ditinggalkan teman-temannya.

Ditengah depresi, April kembali datang, mencoba menghibur Will hingga hari ulang tahunnya. Disaat hari ulangtahunnya itulah Will menyatakan cintanya pada April, tapi justru April menolak karena itu diucapkan Will bukan pada saat dia normal, tapi ketika depresi dan banyak minum.

Serunya film ini, setiap potongan cerita, anak Will, Maya selalu memberi komentar dan penilaian, tetap menimbulkan pertanyaan besar bagi Maya tentang apakah Sarah ibunya yang sekarang adalah ibunya yang sebenarnya. Sarah dan Will sendiri saat itu sedang dalam proses perceraian.

Setelah berpisah dengan Summer dan ditinggal April, Will kembali mencoba menyusun hidupnya. Disaat itu tanpa sengaja Will menemukan buku yang selama ini dicari-cari April disebuah toko buku bekas, yaitu buku Jane Eyre dimana dibalik sampulnya terdapat tulisan dari ayah April yang dipersembahkan untuk putrinya tersebut. Saat akan menyerahkan ke April, Will menemukan April telah tidak lagi sendiri dan akhirnya buku itu disimpan dan tidak jadi diberikan. Disaat sedang linglung tersebut Will kembali ketemu Summer yang ternyata sedang hamil. Summer meminta Will untuk datang ke acara celebration kehamilannya, dan disana Will dipertemukan Summer dengan Emily.

Disana cerita berhenti, karena akhirnya Will memutuskan untuk menikahi Emily. Ditengah kebingungan Maya tentang siapa ibunya yang sebenarnya, apakah Sarah atau Emily, akhirnya dalam satu pertemuan dengan Sarah, terungkap bahwa Emily adalah nama samaran yang dibuat Will untuk Sarah, begitu juga Summer bukanlah nama sebenarnya, kecuali April.

Diakhir cerita, Will mencoba kembali menemui April untuk menyerahkan buku yang selama ini dia simpan. Mengetahui buku itu telah bertahun-tahun ditangan Will dan tidak serahkan menyebabkan April marah dan meminta Will untuk pergi. Dalam kondisi seperti itu, Maya mendesak ayahnya untuk bersama-sama menemui April. April yang tadinya tidak mau menemui mereka, akhirnya luluh juga ketika mendengar bahwa ada rahasia dibalik kenapa buku tersebut selama ini masih disimpan ayahnya, Will.

Kenapa, naaah silahkan tonton sendiri.. karena itulah kunci dari ending film ini.

Bagi saya, angle yang berbeda dari film ini menyebabkan cerita ini menarik. Bagaimana cerita selalu maju-mundur, flash back dan kembali diselingi komentar dari Maya. Bagaimana keruwetan Will yang berada diantara 3 wanita, dan apa yang sebenarnya ada di hati Will, itu yang dijawab oleh buku tersebut. Selain itu ada beberapa moment yang membuat tersenyum seperti ketika Will mencatat nomor telpon Emily dan berjanji bahwa dia tidak akan menghilangkan lagi nomor tersebut, atau ketika Will dan Maya menghitung hingga 30, dan akan pergi jika April tidak mempersilahkan mereka masuk hingga hitungan ke 30, atau ketika didepan kolam pinguin di kebun binatang, Maya menceritakan ke kedua orangtua nya yang akan bercerai, bahwa sesungguhnya Pinguin itu diciptakan berpasang-pasangan, meski terpisah sekian lama, ketika bertemu pasangannya, pinguin jantan akan mengangkat kepalanya sambil mengepakkan sayap-sayapnya dan berteriak kencang, kwekk..kweek..kweek… seperti pernyataan bahwa inilah pasangan hidup ku 😀

Soo… silahkan ditonton, udah ada di DVD atau mungkin bakal ada re-run nya di HBO, film produksi Februari 2008 sayang untuk dilewatkan. Yang pasti lebih menarik dari yang saya ceritakan. 😀

So, come as u are, as a friend.. as my old memory 😀

**Come as You Are – Nirvana

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s