dan Dia

Alhamdulillah…

Hanya itu kata yang tidak henti-hentinya terucap dari kemaren. Allah mempunyai cara-cara terindah yang tidak terbayangkan sebelumnya untuk memberikan yang terbaik untuk umatnya, dan itu jauh.. jauh melebihi dan lebih baik dari yang diperkirakan sebelumnya.

Saya merasa itu semua anugerah, bagaimana tiba-tiba saja kemaren siang saya merasa dapat ‘feel-nya’ buat menuntun si greyco. Selama ini saya sulit sekali mengendalikannya, tapi tiba-tiba saja kemaren saya bisa menyatu dan bisa mengendalikannya. Itu Alhamdulillah yang pertama.

Berdasarkan itu saya memberanikan diri untuk membawanya lebih jauh, dan tujuan paling komplit apalagi kalau ga daerah yang paling saya kenal selama ini, kebun jeruk jadi target pertama. Langkah pertama saya harus bisa menakhlukkan putaran di Alam Sutra dan jalan raya serpong. Tantangan kedua adalah melewati Tol, secara saya belum pernah melaju begitu kencang. Dan alhamdulillah bisa melewatinya. Tantangan berikutnya jalan kebun jeruk, jalanan yang jauh lebih sempit daripada jalan-jalan yang selama ini saya jejal di seputar rumah, dan lagi-lagi bisa dilewati.

Naah, part serunya justru terjadi ketika pulang. Pulang dari tempat biliar di komplek Green Garden jakbar, hari masih hujan meski tidak sederas sebelumnya. Dalam hati, akh ini pelajaran berikutnya mengendarai ketika hujan. Masalah baru muncul setelah beberapa ratus meter dari tempat biliar, didepan menghadang banjir. Bodohnya, otak ga mikir untuk berbalik arah untuk menunggu airnya surut, jutru liat mobil Camry didepan ambil ancang-ancang buat menerobos banjir, sayapun ikut-ikutan mengambil ancang-ancang dengan cara mencari jarak aman dengan si mobil mewah tersebut. Satu yang ada di kepala, saya tidak boleh berhenti nge-gas karena akan menyebabkan air masuk ke knalpot dan bikin mobil terjebak ditengah banjir. Sang Camry mulai merayap, seorang bapak-bapak penarik gerobak rongsokan terlihat ditengah banjir ikutan menarik gerobaknya menerobos banjir. Setelah merasa cukup aman untuk melaju sayapun mulai dengan bismillah dan menerobos banjir. Mengikuti jalur yang diambil Camry, sayapun mengikutinya dari jauh, tapi tiba-tiba Camry itu saya rasa melambat, jarak kami semakin lama semakin dekat. Saya tidak memerhatikan dengan seksama berapa tinggi banjir karena perhatian 100% tertuju bagaimana seaman mungkin sampai ke ujung sana jalan yang tidak banjir. Thank God, terlihat diujung jalan komplek traffic light menunjukkan warna hijau yang berarti saya bisa langsung menyeberang jalan dan setau saya diseberangnya jalur busway tidaklah banjir, saat banjir menurut saya masih setinggi ban camry yang  berarti melebihi ketinggian ban saya, dan yang pasti knalpot sekarang berada didalam air. Saya lihat camry jarak saya dengan camry cuma tinggal 1-2 meter lagi, dan camry melewati traffic light dan menyeberang jalan, tapi tiba-tiba dia melambat, dan upss… ternyata motor dan mobil dari arah kanan karena juga terjebak banjir tidak menghentikan lajunya meski lampu telah merah disisi mereka. Ke crowded-an memuncak, dan saya sudah sangat dekat dengan camry itu, sementara banjir masih tinggi, tiba-tiba reflek membanting stir ke kiri, mengikuti mobil dan motor yang menerobos lampu merah yang tadi menghalangi camry. Bagi saya itu bukan reflek, itu tangan-Nya yang turun membantu, karena ditengah ke crowded an tersebut, saya selamat tanpa membahayakan diri sendiri yang yang lebih penting pengendara lain, Alhamdulillah banget..

Berhubung jalur tiba-tiba saja berubah dan saya tau ga ada jalan untuk balik ke arah yang seharusnya saya tempuh karena saya tau beberapa selalu banjir setiap habih hujan. Saya memutuskan mengambil jalur lain –kali Deres– yang saya sendiri tidak yakin tidak akan banjir. Bermodal bismillah saya menuju jalur tersebut, dan disana saya terjebak macet sangat-sangat lama. Hampir 2 jam kaki dilatih merasakan kemacetan ditengah penuh sesaknya mobil, bus dan motor. Dan Alhamdulillah, Dia memberikan pelajaran sangat berarti, dan sangat ekstrem.. dan dengan bantuan-Nya juga saya bisa melewatinya. Sempat beristrirahat menunggu macet reda di Puri Indah, sekitar jam setengah sebelas malam perjalanan pulang dilanjutkan. Sensasi berkendara malam – di tol – dengan kondisi jalan basah harus ditempuh, dan alhamdulillah.. sampai di rumah dengan selamat. Sempat mengalami kekagetan ketika keluar tol BSD, kondisi jalan yang memutar sungguh diluar dugaan saya tiba-tiba saja belokannya berubah dan langsung ketemu jalan raya serpong. Mobil dari arah jembatan tol melaju kencang, sementara saya masih dalam posisi cukup kencang dan tiba-tiba harus masuk ke jalur jalan raya, dan lagi tangan-Nya bermain, saya reflek memutar setir yang saya sendiri tidak tau kemana, tau-tau saya telah masuk ke dalam jalan raya dalam posisi aman.. Alhamdulillah banget…

2 pelajaran, sesungguhnya dia punya cara terindah untuk mengajarkan saya, dan semua kondisi itu menuntun untuk lebih siap dikemudian hari, itu yang pertama. Dan yang kedua, ketika saat-saat yang diluar kemampuan saya, sesungguhnya Dia hadir, mengulurkan tangan-Nya untuk membantu. Yaa Allah, sungguh rasa syukur tiada kira atas semua ini. Mohon pelihara hati dan diri ini agar selalu memperbanyak syukur dan menjadi hamba yang selalu bersyukur, amin.

–teman-teman yang sempat diganggu dengan sms-sms panjang yang menceritakan kejadian ini kemaren, maap yaa telah memenuhi mailbox nya dengan semua cerita yang mungkin tidak ada istimewanya, tapi.. itu bentuk saya melepas beban yang menggantung dikepala–

Iklan

One thought on “dan Dia

  1. Subhanallah..
    bravo untuk petualangan sicindai dan si Greyco seharian kemarin
    bundo terharu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s