Basapuah..

Menu malam ini: pangek basapuah + kangkung

Mungkin ga banyak yang tau apa itu pangek basapuah. Saya sendiri juga ga tau itu istilah yang lazim atau cuma istilah yang diberikan orang tua untuk gulai yang digoreng.

Dulu waktu di bukittinggi itu salah satu makanan favorit. Sering orang tua masak mulai dari sayur nangka, ikan gule atau kalio (rendang setengah matang, jadi berkuah 🙂 ). Naah biasanya makanan tersebut tidak habis setelah 1-2 hari. Agar ga mubazir dan terbuang, sama orang tua makanan-makanan berkuah tersebut digoreng sampai agak gosong dimana warnanya jadi mirip rendang. Tapi disitu enaknya, rasanya jadi lebih gurih, daging kalio jadi kering, sayur nangka juga jadi kering, kuahnya menjadi seperti bumbu rendang dan yamiee..  kadang kita sengaja ga makan gule atau sayur nangka tersebut 1-2 hari agar abis itu bisa digoreng. Oo yaa jangan dibayangin gule itu akan basi seperti di jakarta. Suhu bukittinggi yang dingin menyebabkan makanan lebih awet. Tanpa harus dimasukkan ke kulkas, makanan berkuah itu masih bisa bertahan hingga 2 hari.

Naah, makanan seperti itu biasa kita sebut pangek basapuah. Pangek identik dengan ikan atau sayur nangka yang dimasak dengan bumbu gule dan di kasih santan, dipanaskan dalam kurun waktu tertentu sehingga kuahnya lebih kental karena kadar air pada santannya akan berkurang. Basapuah sendiri biasanya dipakai untuk kerajian logam seperti gelang yang direndam di cairan tertentu sehingga berubah warna menjadi berwarna emas, emas imitasi. Proses itu biasa disebut manyapuah, sehingga emasnya disebut emasbbasapuah. Itu mungkin yang mengilhami orang tua menyebut pangek basapuah, gule (pangek) yang tidak lagi asli/imitasi (basapuah)..

malam ini saya bikin pangek basapuah dari gulai sirah (daging + tempe yang dimasak dengan cara direndam pada cabe giling yang telah dibumbu tanpa santan, dimasak sampai daging dan tempe nya matang dan pedas cabe meyerap kedalam daging dan tempe tersebut, warnanya jadi merah sehingga disebut gulai (gule) sirah (merah = gule merah). naah tadi gulai sirah pertama saya goreng dengan sedikit minyak goreng, sampai benar-benar gering dan berwarna kecoklatan, kemudian saya basahi dengan sedikit minyak goreng sehingga penggorengan merata.. dan siap dimakan.. ditemani dengan tumis kangkung kegemaran.

Dah akh, gutnite.. havenice sleep 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s