Bili

A boy is given a horse on his 14th birthday. Everyone in the village says, “Oh how wonderful.” But a Zen master who lives in the village says, “we shall see.” The boy falls off the horse and breaks his foot. Everyone in the village says, “Oh how awful.” The Zen master says, “We shall see.” The village is thrown into war and all the young men have to go to war. But, because of the broken foot, the boy stays behind. Everyone says, “Oh, how wonderful.” The Zen master says, “We shall see.” (charlie Wilson’s War)

Kemaren kembali bermain biliar setelah absen selama 3 bulan. Jarak dan waktu membuat permain yang dulu selalu dimainkan dengan teman-teman dan adik tidak tersentuh lagi. Kembali Megah Green Garden adalah sasaran tempat main, sebagian orang biasa menyingkat dengan panggilan GG. Selain murah, sejauh ini tempat itu adalah tempat main biliar terbaik di jakarta dengan komunitas pebiliar yang telah terkenal tidak hanya di jakarta tapi mungkin seluruh indonesia karena beberapa atlit nasional adalah product dari tempat biliar yang satu ini.

Pertama masuk hidung dan paru-paru langsung merespon akan kelembaban ruangan itu ditambah bau asap rokok yang tertahan tidak tersedot dengan sempurna oleh exhaust, kondisi ini jauh lebih baik dibanding tempat biliar lainnya. Rasa sesak itu hanya sesaat karena dalam beberapa detik otak berhasil meload profile tempat sehingga paru-paru dan hidung kembali femiliar dengan suasana tersebut. Terlihat adik telah mengambil stik biliar yang ada di locker. Karena kita memiliki stik biliar sendiri, agar tidak repot bawa kesana kemari, kita sewa locker stik, sewanya sangat murah, 30 ribu rupiah saja dan itu untuk selamanya. Harga segitu hanya untuk loyalitas pelanggan karena dengan menaruh stik biliar di lockernya, otomatis pelanggan akan selalu main kesana, suatu ide yang menurut saya cukup brilian.

Mengambil meja di pojok seperti yang biasa di lakukan, si mas ball boy langsung tanggap untuk menyusun bola yang akan dimainkan. Seperti biasa kita mesan paket dimana dengan belanja makan dan minum minimal 50 ribu kita bisa gratis main sepuasnya hingga jam 7 malam. Makanan disini benar-benar indonesia food, mulai dari sup buntut hingga nasi goreng, pisang kipas hingga roti bakar. Untuk makanan berat, saya biasa memesan sup buntut atau nasi goreng spesial. nasi goreng spesial menurut saya memang spesial, cara pengolahannya dan penyajiannya menggugah selera. Telur dadar tipis dibuat seluas piring, kemudian nasi gorengnya ditabur diatasnya dan kemudian dilipat bak martabak sehingga yang terlihat hanya telur. Diluarnya ditabur irisan timun, tomat, daun selada, ayam goreng, sosis dan satu potong kerupuk, …rasanya juga diatas rata-rata nasi goreng yang ada… yammie..

Akh, udah.. selalu kalau ngomongin makanan tulisannya jadi panjang 😉 .

Tadinya saya pikir kita (saya dan adik) akan lupa cara main biliar karena telah sekian lama tidak memagang stik biliar. Biasanya begitu, akan gagap dan akan lupa teknik-teknik bermain. Untunngnya kemaren tidak, feelnya masih dapat sehingga kita main enjoy. Sempat main sekitar 20-30 games an selama hampir 3.5 jam dan itu cukup untuk melepas rasa kangen.

Kalau ngomong soal biliar, bagi saya itu bukan sekedar permainan. Bagi saya itu simbol kesungguhan karena dari biliar saya mulai belajar tekun akan suatu hal, belajar mengulek  dalam-dalamnya. Permainan ini juga menyisakan banyak kenangan, permainan yang telah dimainkan hampir 4 tahun bersama saudara, teman-teman terdekat dan orang tersayang, yang pasti menyisakan keceriaan dan tawa yang sulit untuk dilupakan 😀

Dengan segala perubahan sekarang.. saya jadi teringat dialog Guru Zen yang dikutip dari dialog di film Charlie Wilson’s war diatas.. semuanya pasti ada hikmahnya..  We shall see 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s