Forgiven not forgotten

Ini tulisan kedua malam ini..

meski begitu, agar urutan bacanya nyambung, saya taruh lebih dulu,

Ide tulisan ini sebenarnya muncul ketika tadi mandi pagi, tiba-tiba terlintas di kepala lagunya Guns N Roses berjudul Get in the Ring..

….

You wanta antagonize me
Antagonize me motherf**er
Get in the ring motherf**er
And I’ll kick your bitchy little ass
PUNK

I don’t like you, I just hate you
I gonna kick your ass,
Oh yeah! Oh yeah!

….

Kadang lagu itu suka terlintas di pikiran..

Lucu aja.. lagu yang penuh amarah, kata-kata makian dan jorok semuanya tertumpah di lagu itu. Ceritanya tentang majalah-majalah dan wartawan yang suka memojokkan Guns N Roses dengan berita-berita bohong yang menjelek-jelekan band tersebut. Dan dengan lagu itu Axl menjawab dan memaki mereka habis-habisan.

Tapi disini bukan lagu itu yang ingin saya bahas tapi masalah amarah. Salut aja sama mereka yang bisa menumpahkan amarah segitunya. Mengingatkan saya kepada beberapa moment yang sebenarnya bagi sebagian orang akan membuatnya marah, tapi saya justru tidak. Meski tidak marah, tapi ada suatu torehan dihati. Terkadang saya kira sayatan itu akan membekas lama, tapi kenyataannya tidak.. tidak bisa.. semua itu termaafkan, tidak jarangย  dalam hitungan hari.

Mungkin sebagian orang menganggap itu kelemahan.. mungkin..!, kok semudah itu memaafkan. Mungkin karena sayatan itu kebetulan datang pada saat hati ini lagi sehat, sehingga luka yang ditimbulkannya cepat recovery. Keinginan untuk memaafkan yang saya sendiri tidak tahu dari mana munculnya. Selalu, selalu begitu.. uuuh, hati yang lemah..

Jadi kapan saya bisa semarah Axl yaa..?

huuu.. jangan… jangan sampai..!

Mungkin lagu The Corrs – forgiven not forgotten lebih tepat buat saya ๐Ÿ˜€

==========================

dibelakang instrument Bewitched nya Indra Lesmana, ost. Rumah ke 7 mengalun lembut, tenang. Beberapa hari lagi Java jazz, gimana udah ada yang ngambil tiketnya..? ada yang butuh teman –mungkin tepatnya mau nemanin– ๐Ÿ˜€

Oo yaa baca tulisannya mas Koen tentang simfoni ketiga, sangat menarik.. dari dulu saya bingung apa yang menarik dari suatu komposisi musik klasik, tapi dari tulisan tersebut saya sedikit mengerti. Yang saya tangkap bahwa ternyata suatu simfoni mengandung suatu cerita dibelakangnya, suatu cerita yang dituangkan dalam bentuk suara bukan dalam bentuk visual seperti pada opera.. semua cerita tertuang dalam alunan sinfoni berupa ketegangan, keceriaan, keanggunan, semua cerita hanya bisa diterjemahkan otak dari apa yang didengar., mohon dikoreksi kalau salah yaa mas Koen ๐Ÿ™‚

Jadi tertarik pengen belajar.. belajar mengerti dan menikmati musik yang satu ini.. ada yang bisa ajari..? moga mas Koen ga bosen-bosen berbagi cerita tentang yang satu ini ๐Ÿ˜€

posting nya jadi panjang.. panjang oleh footer ๐Ÿ˜€

=================

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s