Suicide sang melankolis

Janji.. ini hanya tulisan singkat.., karena ada kerjaan kantor yang harus diberesin..! 🙂

Seorang teman comment ketika saya bilang sore ini pengen ke Oh la la Puri, menyendiri ditengah keramaian untuk mengerjakan pekerjaan kantor yang ga kelar-kelar kalau dikerjakan di kantor karena butuh ketenangan dalam mengerjakan. Teman tersebut berkomentar;

beneran mau kerja, ntar mengingatkan lagi ke masa-masa ..

tanpa melanjuti ledekannya. Teman yang lain menimpali..

tolong yaa jangan cari tambang dan silet..

**tolong yaa cerita tadi siang di keep, jangan di ceritain ke yang lain, kasian 😀 **

Akh kenapa yaa.. kenapa temanya jadi suicide

Beberapa hari lalu seorang teman juga comment di fesbuk

Semoga panjang umur ya Pak, suicide salah satu dosa besar lo…..

Halah, teman-teman yang baik. Sempat mikir, ga ulang tahun kok diucapin semoga panjang umur.. ternyata.. 😀

Mereka dengan cara yang berbeda menghibur sambil meledeki. Blum lagi persembahan sang bundo, suatu cerita yang menggugah asa, sampai-sampai sang Rindu harus keluar dari kebun hikmahnya untuk menyapa dan mengucap do’a.

I close my eyes,
Only for a moment and the moment’s gone
All my dreams,
Pass before my eyes, a curiosity ++

Jadi bunuh diri niy.. hihihi tragis banget 😀

Buat teman yang diseberang sana, yang jauh dihati dekat dimata.. tolong dikurangi dengerin Yovie n Nuno nya, ntar martabaknya ga habis lagi 😀

Mengapa kita bertemu
Bila akhirnya dipisahkan
Mengapa kita berjumpa
Tapi akhirnya dijauhkan
Kau bilang hatimu aku
Nyatanya bukan untuk aku

Bintang di langit nan indah
Di manakah cinta yang dulu
Masihkah aku di sana
Di relung hati dan mimpimu
Andaikan engkau di sini
Andaikan tetap denganku

Aku hancur ku terluka
Namun engkaulah nafasku
Kau cintaku meski aku
Bukan di benakmu lagi
Dan kuberuntung
Sempat memilikimu…

Bintang di langit nan indah
Di manakah cinta yang dulu
Masihkah aku di sana
Di relung hati dan mimpimu
Andaikan engkau di sini
Andaikan tetap denganku

Aku hancur ku terluka
Namun engkaulah nafasku
Kau cintaku meski aku
Bukan di benakmu lagi
Dan kuberuntung
Sempat memilikimu…

Engkau mengatakan
Merindukan diriku lagi
Ingin kusampaikan
Ku tak hanya sekedar itu…
Wouwoo… Wouowoo… +++

**mencoba mengalihkan spotlight.. jahaattt 😀 **

============

++ Dust in the wind – Kansas

+++ Sempat memiliki – Yovie n Nuno

Iklan

4 thoughts on “Suicide sang melankolis

  1. terduduk di pojok ruang, memegang dada menahan sakit Put **meminjam bahasanya Rindu* 😀 ..

    ga perlu Rein, sapaan Rein cukup menjadi teman Om hingga terlelap malam ini

    halah, terlalu didramatisir.. lama2 blog ini bisa jadi tema sinetron penuh darah dan air mata hehehe

    btw, ada comment indah dari mas Jafar Soddik di tulisan Rindu diatas

    Allah swt. telah menciptakan kecenderungan fitrah kepada setiap manusia dan salah satunya yaitu cinta terhadap pasangan.

    Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). QS Al-’Imran 3:14

    Cinta sendiri tumbuh dari ketundukan kepada syari’at Allah karena cinta memang ditumbuhkan oleh Allah pada jiwa manusia. Sedangkan cinta itu sendiri bisa bertambah atau berkurang bahkan bisa hilang jika memang tidak dirawat, dijaga dan dipelihara dalam hati.

    Jaga dan rawatlah cinta itu karena bisa mencintai dan dicintai adalah sebuah karunia yang besar bagi seorang manusia.

    Sungguh indah, terima kasih Mas 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s