Bebek surabaya vs Gulai itiak Koto gadang

Molning…

Susah sekali mencari mood untuk menulis pagi ini, padahal semalam beberapa ide sempat terlintas, tapi gara-gara ngatuk banget tidur dulu, dan pagi..wuss.. all passion gone. Tapi ketika lagu ironic – Alanis Morrisete mengalun, tangan dengan ringan memainkan tut keyboard.

Ingat ironic, ini lagu yang lucu –menurut saya– coba simak;

A traffic jam when you’re already late
A “No Smoking” sign on your cigarette break
It’s like ten thousand spoons when all you need is a knife
It’s meeting the man of my dreams
And then meeting his beautiful wife
And isn’t it ironic…don’t you think

hehe..

Tapi tinggalkan sejenak lyric lagu itu, ntar dibawah dilanjutkan.

Ceritanya semalam saya dan adik-adik coba jalan ke Plaza Bintaro, cuma pengen ganti suasana aja setelah seharian baberes rumah. Bagi saya keinginan itu pengen menangkap suasana Bintaro di malam minggu. Rencana awal mau coba Bebek Jogja yang ada di jalan kesehatan. Belum pernah kesana, tapi penasaran karena kata teman enak. Biasanya orang surabaya yang jago dalam mengolah bebek seperti bebek Yogi, tapi kali ini jogja.. jadi penasaran. Tapi sayang, ketika dalam perjalanan adik menyampaikan keberatannya sehingga kita berbalik arah menuju plaza Bintaro. Ooo yaa, selain surabaya, orang bukittinggi juga jago lho mengolah bebek, mereka menyebutnya ‘Gulai itiak’ (gulai=gule, itiak = itik/bebek), biasanya di cabe-in pakai cabe ijo. Yang khas adalah gulai itiak dari daerah yang bernama Koto gadang. Masak bebek itu sebenarnya susah –makanya saya salut sama orang surabaya, mereka jago banget– susahnya mirip dengan masak gule kambing, kalau ga pinter-pinter mengolahnya, rasa amis dagingnya akan kerasa –itu menurut my grandma, sang master chef yang sudah tiada ๐Ÿ™‚ –. Naah gulai itiak dari koto gadang itu enak banget, kalau pengen nyoba sekarang sudah ada paket yang bisa dibawa ke jakarta –syaratnya dibawa pakai pesawat–, paket yang tinggal dipanasin sesampainya di jakarta. Katanya yang jual ada di turunan ngarai sianok menuju koto gadang –akh, kenapa saya suka lupa bawa yaa.. bagi yang mau ntar ingatin kalau saya ke Bukittinggi, ntar tak beliin yaa ๐Ÿ˜€ —

Ooo yaa, cerita plaza bintaro, ntar dilanjutin deh di posting berikutnya.. ga enak satu tulisan terlalu panjang. –cu

It’s like rain on your wedding day
It’s a free ride when you’ve already paid
It’s the good advice that you just didn’t take
Who would’ve thought … it figures

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s