Waiting 4 red union ^^

Diantara fesbuk-sicindai-federer vs Nadal dan motong sayur buat tumis kangkung..

Ternyata urutannya berubah, federer vs Nadal dulu.. **sayang Federer kalah 😦 **, abis itu motong sayur.. baru bikin posting di sicindai.

Dari kemaren memang sudah niat untuk tidak lagi makan malam diluar, secara di tempat sekarang nyari makanan yang enak sepertinya agak susah, akhirnya diputuskan untuk masak sendiri. Tadinya pengen ngandalin adik ce, tapi berhubung kemaren hujan dianya ga bisa datang. Akhirnya terpaksa masak sendiri.. tantangan.., hayuk.

Untuk langkah awal, tadi beli sayur di pasar Sore dekat masjid, beli 2 ikat sayur kangkung dan timun satu kilo. Memang saya sukanya 2 jenis sayur tersebut. Dengan stok segitu dirasa cukup untuk 5 hari kedepan.

Sesuai rencana, 2 ikat kangkung dipotong diambil daunnya dan dibersihkan. Nantinya sayur yang siap masak itu akan dimasukkan ke tupperware dan disimpan di kulkas untuk dimasak setiap malam sesuai kebutuhan, mungkin diselingi dengan Timum biar ga bosan. Sebagai lauknya, dari rumah kemaren sudah prepare Ikan danau yang dikeringkan. Rencananya akan digoreng, untuk 3 kali makan, kembali disimpan di kulkas untuk dipanaskan di microwave setiap kali makan malam. Agar tidak bosan akan diselingi dengan telur.. bisa dadar, matasapi atau telur rebus dicabe-in.

Sepertinya semua rencana sudah matang, daann..

Ketika selesai motong-motong sayur dan dicuci, siap di tumis, upsss..

ternyata bawang ga ada.. halah, coba maksain nelpon Ama (my mom) buat tau apakah masih ada stock bawang merah, dan ternyata.. memang sudah abis.., Ama nawarin pakai bawang goreng jadi yang ada di kulkas sebagai pengganti, tapi saya menolak karena enaknya tumis kangkung bawangnya digoreng setengah matang baru sayurnya dimasukin sampai agak lagu, kemudian disiram air.. garam.. tentu ga bakal lupa. Dulunya suka dikasih aji no moto, tapi sepertinya saya akan batasi penggunaan bahan penyedap yang satu ini.

Begitu juga dengan ikan danau, ikannya perlu digoreng agar matang dan gurih. Kemudian di sambalin dengan cabe merah goreng.. yang lagi-lagi cabe gilingnya perlu digoreng bersama-sama dengan bawang merah yang telah terlebih dahulu digoreng.

Barusan contact adik yang lagi dijalan, titip kalau lewat pasar sore tolong cariin bawang merah.. menunggu si adik datang, ngetik blog ini..:)

Ukkkhhh, moga-moga pasar sore nya masih ada, dan disana tadi sempat liat ada bawang merah.. πŸ˜‰

Terlepas dari semua itu, punya rumah sendiri seperti sekarang punya tantangan tersendiri. Semuanya harus bisa ditangani **sendiri** berhubung memang masih sendiri . Mulai dari jadi tukang, ngebor sana sini, benerin semua yang rusak.. tadi pagi berhasil memperbaiki flushing toilet yang bocor.. uukhh senangnya. Jadi pembantu, ngepel, nyuci kamar mandi dan ngosongin bak mandi biar ga jadi sarang buat tumbuhnya jentik nyamuk.. sampai jadi koki,Β  masak sendiri. Tapi itu jadi tantangan tersendiri, dan sejauh ini sangat menikmati. Rencananya beberapa task akan di delegasikan ke si mbak diantaranya nyapu, ngepel, cuci piring dan nyetrika, cukup seminggu sekali. Lainnya, tetap sendiri.. pengen jadi chef layaknya orang barat dimana cowoknya pada jago masak πŸ˜€

Iklan

2 thoughts on “Waiting 4 red union ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s