One Night @ Plane

Penerbangan kali ini serasa beda.

Ketika lampu tanda seat belt redup pertanda bahwa ketinggian telah mengijinkan penumpang untuk melepas seat belt nya, saya buru-buru membuka music box saya berisi sebuah iPod dan Earphone terbaru **akh tetap disebut, semua udah tau πŸ™‚ **

Duduk di nomor 21 A di row kiri persis sejajar dengan sayap pesawat Boeing 737 seri 900ER, sayap pesawat terbaru Lion tersebut terasa sangat lebar dibanding saudara tuanya 737 400 series. Duduk di posisi tersebut terasa kebisingan mesin jet yang berada di bawah sayap sangat kentara. Tanpa ragu Earphone langsung dipasang di telinga, iPod mulai di stel dan..

Kala malam bersihkan wajahnya dari bintang-bintang
Dan mulai turun setetes air langit dari tubuhnya
Tanpa sadar nikmatnya alam karena kuasa Mu
Yang tak kan habis sampai di akhir waktu perjalanan ini

Suara bening Rossa di lagu Takkan berpaling dari-Mu langsung berkumandang. Sangat bening, seolah Rossa bernyanyi persis didepan saya **halah, hiperbolik.. teteepp πŸ™‚ ** Deru mesin perawat langsung bisa diabaikan. Earphone dengan karakter menulikan telinga sangat membantu meski saya harus men-set volume diatas 70% untuk mendapatkan kejernihan suara musik.

Larut dalam alunan musik, tanpa terasa saya hikmat didalam lagu-lagu bertema cinta **apa pengaruh malam minggu, auranya jadi melow, halah πŸ™‚ **

setelah tema cinta kepada-Nya dari Rossa, mengalir lagu;

Procelin – Moby (ost. The Beach)
NirwanaΒ  – Gigi

Getaran dirimu hangat terasa
Kaubawa secercah sinar abadi
Dan kuterbuai dalam langkahmu
Ooh dan janjimu
Kan tetapi kini kau semakin menjauh

Kau selalu terbayang (oh nirwana)
Di dalam cintaku (yang telah berlalu)
Kau selalu berharap (berharap)
Di dalam cintaku (kembali)

Aku Ingin – Indra Lesmana
Give It To Me – Michael Jackson

Yang paling menarik dari lagu Michael Jackson diatas adalah alunan gitar Slash yang sangat indah, uukh coba simak di iTunes , keren gila πŸ™‚ .

Kemudian beberapa lagu sempat di skip, Lethal industry nya Tiesto, Bleed It Out Linkin Park, Just Be nya Tiesto lagi..

kemudian skip terhenti ketika mendengar hentakan..

Stuck In The Moment – U2

berlanjut

With Or Without You – U2

Dua masterpiece nya U2, indah mengalun. Dasar reseh, tangan ga sengaja memainkan iPod, dan shuffle mode pun ter-reset. Urutan lagu yang tadi sudah pas, dan coba dihapal untuk dimunculkan di blog ini kembali berantakan.

Akh, coba menyusun semangat, melanjutkan yang sebelumnya. Tiba-tiba tanpa sengaja tangan nyasar ke lagu Crazy nya Aerosmith

That kinda lovin’
Turns a man to a slave
That kinda lovin’
Sends a man right to his grave…

Chorus:
I go crazy, crazy, baby, I go crazy
You turn it on
Then you’re gone
Yeah you drive me
Crazy, crazy, crazy, for you baby
What can I do, honey
I feel like the color blue…

Lirik yang menggelitik, membuat tersenyum. Kemudian kembali

Damainya Cinta – Gigi

Bias SinarΒ  – Nicky Astria di skip, demikian juga Luluh nya Samsons , dan Bukannya Aku Takut Mulan Jameela juga di skip karena terlalu slow, tiada semangat tidak sesuai dengan theme malam itu, walau melow tapi dengan irama yang semangat, halah πŸ™‚ . Tiba-tiba mendengar alunan suara gitar, saya kira Lee Ritenour, ternyata..

Bunga yang hilangΒ  – Dewa Budjana

Ukkh, keren.. keren, salut buat Dewa Budjana.

Skip beberapa lagu.. dan terdengar serak suara Reza;

Tiba saat mengerti jerit suara hati
Yang letih meski mencoba melabuhkan rasa yang ada
Mohon tinggal sejenak lupakanlah waktu
Temani air mataku teteskan lara
Merajut asa menjalin mimpi
Endapkan sepi sepi

Cintakan membawamu kembali disini
Menuai rindu mambasuh perih
Bawa serta dirimu,dirimu yang dulu
Mencintaiku apa adanya

Saat dusta mengalir jujurkanlah hati
Genangkan batin jiwamu,genangkan cinta
Seperti dulu saat bersama tak ada keraguan

Ukh, syahdu bangeet..

Seolah tidak mau kalah, tiba-tiba muncul lagu-nya

Terlalu Cinta – Rossa

lagu yang sangat sedih..dih..dih… **lirik cari sendiri, terlalu vulgar dan menyayat jika dimunculkan disini, halah..** πŸ˜€

Lagi skip-skip lagu.. di speaker pesawat terdengar om Pilot menyapa penumpang, dan menyatakan sekarang pesawat berada diketinggian 37 ribu kaki **waw tinggi juga.. di 737-400 biasanya hanya di 29-31 ribu, mungkin karena body nya yang lebih besar pesawat ini bisa mengudara hingga 11 km an lebih diatas permukaan laut. Waktu itu tinggal 10 menit menjelang mendarat. Setelah mendengar announce dari om Pilot, kembali iPod dinyalakan, dan terdengar..

Ke gurun engkau ikut
Ke kutub engkau turut
Bersama sehidup semati
Demikian kau ucapkan janji
Menangis kita berdua
Tertawa bersama

Cinta dari Rossa **Rossa Lagi..!!, ck..ck..ck.. benar-benar melow night πŸ˜€ ** , terdengar Pacific Night nya Lee Ritenour.. sementara dipesawat telah terdengar halo-halo untuk siap-siap mendarat. Akhirnya iPod dimatikan, dan kembali Earphone digulung dan dimasukkan ke kotak penyimpanannya.

Hah, tak terasa 1.5 jam berlalu begitu cepat, yaa begitulah perjalanan penuh cinta, eeh lagu Cinta… semuanya berlalu begitu cepat, tiba-tiba harus berpisah **dengan pesawat maksudnya..!!.. pesawat.. pikirannya itu.. –dengan logat Tukul..– ** πŸ˜€

Hepi saturday night semua. πŸ˜€

Iklan

2 thoughts on “One Night @ Plane

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s