Mari ke pasar

Ngantuk-ngantuk duduk di motor sambil nungguin adik yang lagi blanja di pasar kb. Lama.. Huuh, masih ngantuk gara-gara tadi jam setengah 3 kebangun oleh mimpi **slalu begitu 🙂 ** plus suara wew..wew..weww nyamuk di telinga. Baru tidur lagi abis shalat subuh, itupun sebentar karena harus buru-buru bangun buat nemanin si adik blanja buat kebutuhan masak-masak karena besok kebetulan teman-teman di Bandung dulu rencananya pada ngumpul di rumah, buat silaturahmi setelah lama ga ngumpul skalian pengen tau rumah, biar kapan-kapan lebih sering mampir, nemanin sekedar nonton tv.

Udah lama ga kesini, ngeliat pasar masih seperti dulu. Tidak ada yang berubah, layout pasar tradisional dimana-mana sama, terdiri dari bale-bale, dengan segala dagangan sayur-sayuran, bumbu masak, cabe, daging, ikan dan peralatan memasak. Ga disini ga dibukittinggi sana, semua sama. Layout yang tidak asing dan tidak membuat saya canggung atau merasa jijik karena kebecekannya. Justru saya sangat femiliar, mengingatkan pada masa-masa kecil dulu, ketika masih di SD. Saya yang masih suka disuruh sama ibu buat belanja kebutuhan lauk dan kebutuhan harian ke kantor. Biasanya ada list pada kertas kecil belanjaan apa saja yang harus di beli lengkap dengan harganya. Ga banyak, maklum kita memang hidup sangat sederhana waktu itu 🙂 . Biasanya ibu melebihkan uang buat ongkos, waktu itu masih 100 perak, one way, jadi dikasih 200 perak.. Biasanya pilihan moda ‘bendi’ (andong) atau angkot. Meski begitu biasanya saya memlilih untuk jalan kaki, sementara ongkos yang tadi diberikan dipakai buat jajan bakso atau makanan lainnya. Blum lagi dari harga belanjaan yang dipatok, biasanya masih dapat spread 50-100 perak hasil nawar.. Lagi-lagi buat nambah-nambah jajan.

Yah, seru kalau mengingat masa kecil dulu, seru dan membuat makin banyak bersyukur bisa seperti sekarang. Walau ga sukses-sukses banget seperti orang-orang, tapi Allah telah memberikan sangat banyak.. Sehingga sangat banyak alasan untuk tetap bersyukur 🙂 .

**dah akh, mencoba tidur sebentar di motor** 🙂

Iklan

2 thoughts on “Mari ke pasar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s