Iri

Iri..

Itu rasa yang pertama slalu muncul ketika liat puisinya Bundo. Kok bisa menyusun kalimat segitu bagusnya. Iri karena saya nya ga pernah bisa merangkai kata-kata yang indah menjadi bait-bait puisi. Dari dulu selalu iri melihat mereka yang bisa merangkai kata-kata dengan makna yang multi tafsir, ajarin Bun..! šŸ˜€

Iri..

Ketika melihat teman yang lagi marah tapi ucapan yang keluar dari mulutnya adalah suatu kebenaran yang tidak terbantahkan. Iri karena saya selalu sulit berpikir jernih ketika rasa marah muncul.

Iri..

Ketika melihat teman-nya teman bisa berbagi dengan anak-anak miskin di pinggiran rel kereta pejompongan. Iri karena kaki ini sangat malas untuk dibawa melangkah mendekati mereka yang kesusahan.

Iri..iri.. dan iri..

Hanya do’a buat mereka yang telah membuat saya iri, semoga kelebihan mereka adalah perpanjangan lidah, perpanjangan tangan dari-Nya. Do’a semoga diberi kekuatan untuk bisa seperti mereka, paling tidak sedikit mendekat dengan mereka.

**************

serius skali,

maksain nulis setelah membaca puisi bundo diatas, nulis disela-sela kerjaan yang mendekati tahap finishing.. uuu dah jam 10.40 PM.. waktu sini..

diblakang mengalun Aku dan Dirimu Ari lasso dan BCL, ga terasa sudah hampir satu tahun lagu itu mampir ditelinga ini.. menemani perjalanan di akhir tahun lalu, sampai-sampai berbuah menjadi sebuah blog meski sekarang blog tersebut seperti rumah tua tak berpenghuni, yang telah ditumbuhi ilalang.. tak terawat šŸ˜€

dah akh.. back to guest host.. tiduuur… Zzzz šŸ˜€

Oo selamat kembali buat Rinduku, google reader kembali berwarna oleh mereka-mereka yang telah memperkaya diri ini dengan cahayanya.

Zzzzzzzzz…….. **benar-benar tidur** šŸ˜€

Eee yaa udah baca Rectoverso di Dee-idea terbaru, baru saja publish.. uuuu bagus banget.. Akhh kembali iri menghampiri, kok bisa …!@#$

kembali tidur… yang ini bener-bener tidur Zzzz.. oo yaa hehehe zzzzz šŸ˜€

Iklan

9 thoughts on “Iri

  1. yaelah pak..
    apalah artinya secuil cemburu karena rangkaian kata,
    soalnya saya cemburu pisan, anda didatengin terus sama rindu
    hehehehe..

    **saya yang tak mungkin dikunjungi rindu**
    šŸ˜€ , šŸ˜€ , šŸ˜€

  2. wealah… si ibuk ternyata yang nuliz..
    pantesan saya sepertinya kenal gaya nulisnya.

    Btw, ga perlu berkecil hati, dan ga perlu mengkultuskan dirinya. Masalah mampir, kebetulan lagi lewat saja šŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s