Doa

Bangun pagi ribuan kilo meter dari jakarta.. badan ga enak gara-gara tidur ga pulas, perasaan juga ga menentu.. ga tau kenapa.. 😦 ketemu tulisan dibawah. Saya suka kata-kata ‘lidah tak bisa bertingkah’.. memang begitu seharusnya. Do’a adalah bahasa hati, tidak bisa dimanipulasi oleh lidah.. berserah dirilah.. 😀

Tiap doa mengandung ketegangan. Doa selalu bergerak antara ekspresi yang berlimpah dan sikap diam, antara hasrat ingin mengerti dan rasa takjub yang juga takzim. Di depan Ilahi, yang maha Tak Tersemai, lidah tak bisa bertingkah.

Bila ada agama yang memusuhi syair, itu karena ia lupa bahwa puisi juga sejenis doa. “Di pintu-Mu aku mengetuk/aku tak bisa berpaling,” tulis Chairil Anwar, antara lega dan putus-asa. Puisi, bahkan dalam pernyataannya yang tersuram, adalah rasa hampa tapi juga sikap bersyukur yang tak diakui

Essai 32 – Goenawan Mohamad – Tuhan & Hal-hal yang tak selesai

Iklan

One thought on “Doa

  1. tak mengapa bila kita tak tau, mengapa perasaan tak menentu..
    ADA yang tau.. yang Maha Mengerti,
    maka dipintuNYA kita mengetuk 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s