Review Path ^^

..Yesterday is a history, tomorrow is a mystery. But today is a gift, that is why they call it present..

– Master Oogway –

Berhubung udah menjelang akhir taun, saya mulai melirik posting di akhir atawa awal taun, buat sekedar pengingat apa yang terjadi satu tahun sebelumnya, dan apa yang ingin dicapai taun ini serta bagaimana progress nya.

Ternyata tepat 1 januari 2008 saya ketemu tulisan bertitle Right Path yang terinspirasi film scene of the woman nya Al Pacino **uuu terobsesi banget bisa seperti Al pacino di film tersebut, dimana dia bisa mengenal parfum yang dipakai setiap wanita dari baunya, obsesi yang aneh 😀 ** . Ooo ya balik ke topik, setelah hampir setaun, saya mulai mereview path yang tadi diambil. Tidak ada keraguan sampai detik ini bahwa saya telah memilih path yang salah, karena telah menjadi karakter dari dulu.. saya terlalu banyak menimbang diawal ** yang terkesan ragu-ragu** tapi ketika telah memilih saya akan sangat konsisten dan yakin bahwa itu pilihan yang terbaik.

Masalah hasil, saya tidak pernah perduli, selama konsisten terhadap apa yang menjadi pertimbangan ketika memilih path yang diyakini, saya akan tetap berpegang akan apa yang menjadi pertimbangan tersebut.

Masalah path, saya jadi teringat cerita Cak Nur (Nurcholis madjid) beberapa tahun yang lalu **lupa dalam satu pengajian pagi di tivi atau dibukunya yaa, lupaa**, beliau mengilustrasikan jalan hidup seseorang **dari pandangan agama** pada awalnya adalah lurus, adalah wajar suatu saat sedikit menyimpang dari garis yang lurus, berbelok sedikit ke kiri atau ke kanan. Tugas kita untuk selalu mengingat garis lurus ketika memulai perjalanan, sehingga kalaupun menyimpang, kita bisa kembali berbelok ke garis lurus yang awal. Tapi masalahnya manusia sering tidak sadar bahwa dia telah sedikit menyimpang, dan tetap mengikuti garis menyimpang tersebut, yang lama-lama semakin jauh dari garis lurus. Bayangkan, jika kita menyimpang 5 derajat saja diawal, dan coba ikuti garis itu sampai ujung kehidupan, niscaya dititik paling ujung kita sudah sangat jauh dari garis lurus yang seharusnya kita tempuh.

Begitulah, dalam memilih path, saya selalu melihat ke belakang, apakah saya masih berada di jalan yang tadi saya tetapkan diawal, apakah saya telah menyimpang jauh. Sejauh ini saya merasa masih berada di path yang saya pilih, meskipun jalan didepan mulai tertutup kabut, dan  hanya bisa berharap pada cahaya-Nya untuk memberi terang sisa perjalanan 😀

**tadi sempat mampir ke private blog di blog provider sebelah, saya kasih nama horcrux. Bagi penggemar Harry Potter seperti Bundo yang mengaku mantan Voldemort, pasti tau horcrux sebagai potongan jiwa.. dan memang  di blog itu saya simpan satu potongan jiwa saya, satu potongan lagi tertanam di wordpress ini dengan nama yang hanya satu orang yang tau.. , apakah saya juga akan seperti Voldemort membelah jiwa ini menjadi 7 bagian, halah 😀

***Quote diatas diambil dari film Kungfu panda yang kebetulan ketemu di blog nya Om Mercell, pamit ngutip yaa Om 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s