is not that kind of Simple..!

Barusan saya teringat kata-kata ‘Apa’, my Dad yang suka bilang

ringan tapi jan di paringan (in padang)

yang kalau di Indonesiakan kira-kira artinya ‘suatu gampang tapi jangan digampangin’. Kata-kata itu suka terlontar dari Apa untuk mengingatkan perlunya menghargai orang lain. Kadang dalam kehidupan sehari-hari kita biasa dihadapkan pada kondisi yang menuntut untuk tidak menggampangkan suatu keadaan demi menghargai orang lain. Walau ungkapan

kalau bisa mudah ngapain dibikin susah

itu yang biasa kita dengar. Menurut saya Ungkapan tersebut  cendrung kedalam hal yang berhubungan dengan pekerjaan, dan interaksi dengan benda mati, sementara dalam konteks bermasyarakat, dimana kita berinteraksi dengan suatu yang hidup, yang punya perasaan, punya nilai-nilai yang terkadang tidak linear, sehingga  tidak selalu ungkapan diatas bisa digunakan.

Sebagian orang bilang, adat padang itu rumit.. (padang = minang), padahal kalau orang tau adat bukittinggi aslinya, huuu lebih rumit lagi 🙂 . Tapi saya termasuk yang menghargai kerumitan tersebut. Karena dibalik kerumitan tersebut terkandung suatu bentuk penghargaan yang mendalam terhadap mereka yang terlibat didalamnya.

Sebagai contoh, belum lama ini, ketika tahlilan meninggalnya nenek, saya mengamati adanya prosesi adat yang biasa orang padang menyebut ‘manitah’ (orang  non padang bilangnya berbalas pantun). Dalam tahlilan itu, sebelum dimulai acara pokok yaitu do’a buat yang meninggal, para tamu dan tuan rumah terlebih dahulu saling berbalas pantun, sebagai wujud menghormati para tamu yang telah bermurah hati datang ke acara tahlilan tersebut. Begitu juga ketika selesai dan ketika para tamu ingin meninggalkan tempat untuk pulang ke rumah masing-masing. Terlihat rumit, apa salahnya siy pulang yaa udah pulang aja. Tapi begitu lah adat, sesuatu yang terlihat mudah, justru dibuat rumit, tapi itu wujud menghargai orang lain. Tuan rumah menghargai tamu, dan tamu menghargai tuang rumah ketika ingin pamit.

Make everything as simple as possible, but not simpler

Bagitu kata opa Einsteins.. jangan-jangan si opa ada darah padangnya yaa.. halah.. 😀

Iklan

One thought on “is not that kind of Simple..!

  1. menurut gus Dur.. “gitu aja kok repot..”
    kali maksud gus Dur hakikatnya jangan dibawa repot.. sampe nyusahin ke dalam hati.. sampe kita ga mampu melangkah lebih maju**sok dekat sama gus Dur, saya**
    klo kerepotan Adat.. selama bermanfaat dan tak diluar jalur aturanNYA tidaklah merepotkan namanya **sok ahli budaya saya** disitulah kita lihat, dalamnya makna yang ditanamkan oleh nenek moyang kita.. tapi seringnya kita tak pernah mau bersabar menggali lebih dalam.. hanya melihat sebagai kerepotan belaka.. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s