Shahnaz

Satu acara tivi yang paling saya sukai tapi justru menjadi acara yang paling sering kelewatan gara-gara lupa atau alasan lainnya adalah Friend n the City di O Channel. Beberapa minggu yang lalu saya nonton acara ini agak sedikit kaget karena pembawa acaranya tidak lagi Alex Sriewijono, host yang juga saya kagumi. Meski begitu acara ini tetap menarik, dengan bintang tamu seorang wanita yang saya ga kenal **maklum ga gaul, saya nyaa..** sepertinya seorang penyiar radio.. temanya tentang wonder woman atau super mom kali yaa.. tentang seorang wanita yang bekerja tapi tetap menjadi seorang istri yang baik dirumah, daaan suprise juga melihat pembawa acara yang baru, Dave Hendrik, seorang yang saya kenal sebagai pembawa acara gosiiipp ternyata dapat membawakan dengan acaranya ini dengan sangat baik.., dengan pertanyaan cerdas.. **maaf sebelumnya saya under estimate, abis biasanya bawain acara gosip, saya kira tau apa siy ini orang, paling bisa ngegosip.. ee taunya menarik juga** sorry yaa 😀

Setelah lewat beberapa minggu, tadi saya tiba-tiba nyasar lagi ke channel yang satu ini, dan suprise, ketemu Alex lagi.. lebih suprise lagi bintang tamunya Shahnaz haque.. tau sendiri kalau ada shahnaz pasti rame **saya ngomongnya kok dah kayak ibu-ibu yang mau ngegosip yaa…puah..puah..maluuu** 😀

Dan, lagi-lagi tetap.. seperti yang pernah juga saya tulis disini, acara ini selalu memberikan suatu yang baru, dan shahnaz haque tadi juga memberi suatu yang baru diantaranya;

– Ketika seorang penelpon menyampaikan pujian dan kekagumanannya terhadap Shahnaz yang bisa menjadi supermom, ibu yang bekerja dan ibu yang baik bagi anak-anaknya, dan seorang istri yang bisa menempatkan diri sebagaimana seharusnya istri terhadap suaminya. Jawaban shahnaz yang menarik, dimana dia berkata bahwa dia sangat takut akan pujian dan tidak mau terlena karenanya. Yang di lakukan untuk melupakan pujian itu adalah dengan mengingat apa yang menjadi tujuan hidupnya saat ini, yaitu untuk membahagiakan anak-anak dan suaminya, hanya itu katanya… dengan melihat kesana, dia tidak akan terlena dengan segala pujian. Ingat pujian saya kembali teringat satu bagian dari buku The Zahir yang sempat saya tulis sebelumnya. Dalam satu kesempatan, diceritakan tokoh centralnya berdiskusi dengan seorang teman wanitanya, temannya mengingatkan akan perlunya berhati-hati akan segala pujian (maklum si tokoh central adalah penulis yang terkenal dan punya banyak penggemar) ;

(dengan pujian itu) kau akan percaya bahwa kau lebih baik daripada dirimu sebenarnya, kau akan merasa hebat, tak terkalahkan, dan itu berbahaya..

kalau dipikir-pikir benar juga yaa, kalau tidak hati-hati kita bisa termakan dengan pujian yang diterima, karena terkadang kita tidak ‘benar-benar’ seperti yang dipujikan.. huuuh, moga-moga jangan seperti itu.

Ohh yaa balik lagi ke Shahnaz;

– Yang kedua yang menarik adalah mendengar ungkapan Shahnaz yang mengatakan kekayaan terbesar yang dimilikinya saat ini adalah anak-anak dan suaminya. Kemudian dia mengatakan, bahwa dia ingin menjadikan anak-anaknya sebagai anak-anak langit, anak-anak surga.. menjadi seorang manusia yang baik, tidak lebih..! masysyaallah.. saya suka banget dengan kata-kata anak-anak langt, dan anak-anak surga itu. Semoga yaa Shahnaz, amin

– Terakhir yang juga menarik, Shahnaz bercerita bahwa di menikah disaat dianya telah merasa puas dengan dirinya, semua egonya, dan setelah menikah yang tersisa hanya kecintaan dan bagaimana membahagiakan anak-anak dan suaminya. Huuuh, ini sebenarnya pengalaman pribadi juga yang saya alami dan sempat ceritakan.., dimana ada saatnya kita tidak lagi memiliki ego, tidak ada lagi keinginan untuk diri sendiri, yang ada berganti dengan keinginan untuk membahagiakan dan mencurahkan semua perhatian pada sekeliling, orang-orang yang kita cintai.. amazing.. sebenarnya beberapa hari belakangan saya pengen menuliskan ini, tapi bingung cara memulainya, dan ternyata Shahnaz membuka jalan untuk itu.

Huuuh, udah akh, tolong ingetin saya yaa untuk melihat acaranya ini next week..

jam..?? hmm jam 7 sepertinya yaa, tadi nonton mulai jam setengah 8 siy, setengah jam atau sejam yaa acaranya.. **saya yang ga pernah nonton komplit** 😀

Dibelakang mengalun lagu Seperti yang kau Minta nya Chrisyetheme song nya kok bisa pas yaa..

….

…. (liat sendiri yaa liriknya)


Aku tahu ku takkan bisa
Menjadi seperti yg engkau minta
Namun selama nafas berhembus
Aku kan mencoba

Menjadi seperti yg kau minta

Jadi kembali teringat pertanyaan Alex kepada Becky Tumewu di tulisan saya sebelumnya tentang seberapa level kecintaan Becky terhadap suaminya, apakah pada tingkat ‘karena’ atau level ‘walaupun’. Akhh makanya baca lagi.. ! 😀

Iklan

One thought on “Shahnaz

  1. Ping balik: Home « Sicindai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s