The Zahir II

Cuplikan cerita dalam buku The Zahir karya Paulo Coelho bagi saya tetap mengesankan seperti pernah saya tulis juga disini sebelumnya. Kali ini saya kembali mengutip salah satu bagian yang bercerita tentang perjalanan tokoh sentralnya ke Katedral Santa Maria untuk memberi ceramah dalam rangkaian restorasi Katedral tersebut;

Seorang wanita muda dengan mata bersinar-sinar bercerita padaku. Awalnya adalah sebuah tembok kota. Tembok kota itu masih ada, tapi sebagian digunakan untuk membangun kapel. Bertahun-tahun berlalu, dan kapel itu menjadi gereja. Satu abad lagi berlalu, dan gereja itu menjadi katedral Gotik. Katedral itu pernah mengalami masa kejayaan, lalu ada masalah dengan struktur bangunannya, selama beberapa waktu katedral itu tidak digunakan, lalu usaha restorasi justru mengubah bentuk bangunannya, tapi setiap generasi mengira mereka telah memecahkan masalahnya, dan akan mengembalikan bangunan itu ke bentuk semula. Jadi, selama berabad-abad kemudian, mereka membuat tembok di sini, mencopot balok di sana, menambah tiang di situ, memasang atau membuang jendela dengan kaca-berwarna-warni.

Dan katedral itu tetap bertahan.

Aku berjalan melewati rangka katedral, mempelajari pekerjaan restorasi yang sedang berlangsung; kali ini arsiteknya menjamin mereka telah menemukan jawaban sempurna. Di mana-mana ada tiang besi, kuda-kuda, teori-teori hebat mengenai langkah berikutnya, dan beberapa kritik tentang apa yang telah  dilakukan sebelumnya.

Dan mendadak saja, ketika sedang berdiri di bagian tengah ruang gereja, aku menyadari bahwa katedral itu adalah aku, kita semua. Kita semua tumbuh dan berubah bentuk, kita melihat kelemahan-kelemahan yang perlu di koreksi, kita tidak selalu mengambil solusi terbaik, tapi kita tetap bertahan berusaha tetap tegak dan patut melakukan yang terbaik, bukan demi menghormati dinding-dindingnya, pintu-pintunya, jendela-jendelanya, melainkan menghormati ruang kosong di tengahnya, ruang tempat kita memuja dan memuliakan yang paling kita sayangi dan paling penting bagi kita.

Ya, kita semua adalah katedral, tak diragukan lagi, tapi apa yang ada di ruang kosong katredral jiwaku?

Esther, sang Zahir.

Dia mengisi segalanya….

Naah, cerita berhenti disitu. Siapakah Esther, dia adalah istri dari tokoh sentral cerita ini yang tiba-tiba saja menghilang, sementara apa itu sang Zahir. Ini kembali saya kutip dari salah satu bagian.


Di Buenos Aires, Zahir adalah sekeping uang logam biasa bernilai 20-centavo; pada huruf-huruf N dan T dan angka 2 ada bekas guratan pisau untuk pembuka amplop; 1929 adalah tahun pembuatan yang tercetak di sisi sebaliknya. (Di gujarat, pada akhir abad delapan belas, Zahir adalah seekor harimau; di Jawa, adalah lelaki buta dari masjid Surakarta yang dilempari batu oleh orang-orang beriman; di Persia. astrolab yang atas perintah Nadir Shah dilemparkan ke laut; di penjara-penjara Mahdi, sekitar tahun 1892, sebuah kompas kecil yang pernah disentuh oleh Redolf Karl von Slatin..)

… ketika terbangun, aku berpikir tentang cerita karangan Jorge Luis Borges, tentang sesuatu yang, sekali disentuh atau dilihat, takkan pernah bisa terlupakan, dan sedikit demi sedikit akan memenuhi seluruh pikiran kita, sehingga kita terjerumus pada kegilaan. Zahir-ku bukanlah suatu metafor romantis,–bukan seorang lelaki buta, sebuah kompas, seekor harimau atau seekping uang logam.

Zahir-ku mempunyai nama, dan namanya adalah Esther.

Tertarik… dapatkan di toko buku terdekat di kota anda, bagi yang mau minjam silahkan ambil kerumah, tapi gantian berhubung saya sendiri juga belum kelar membacanya.. 🙂

Iklan

2 thoughts on “The Zahir II

  1. keren.. keren..
    Ya, kita semua adalah katedral, tak diragukan lagi,
    tapi apa yang ada di ruang kosong katredral jiwaku?
    woww..!!! tunggu nanti saya kerumah minjem bukunya ya..
    anda baca yang lain sajalah.. 😀

  2. Ping balik: Shahnaz « Sicindai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s