Dikte..

hotel1
Di suatu senja di musim yang lalu
Ketika itu hujan rintik
Terpukau aku menatap wajahmu
Di remang cahaya sinar pelangi
Lalu engkau tersenyum
Ku menyesali diri
Tak tahu apakah erti senyummu

Ga ada hubungan sebenarnya antara lagu dengan apa yang ditulis, hanya karena lirik lagu Widuri tersebut terngiang di kepala menatap foto jalanan yang sebenarnya diambil ketika menunggu azan subuh kelar berkumandang sebelum melakukan shalat subuh.

Ketika hendak sujud di salah satu rakaat pada rangkaian shalat sunat, teringat akan do’a yang selama ini terucap. Do’a yang seperti mendikte Allah, do’a yang penuh dengan keinginan-keinginan, padahal belum tentu semua keinginan adalah hal yang terbaik. Bukan sekali-dua saya mengalami pengalaman bahwa ternyata Allah punya jalan sendiri dalam hidup yang ketika disadari membuat saya benar-benar bersyukur, dan semakin meng-agung-kan kebesaran-Nya, dan semakin menunjukkan bahwa Dia Maha Bijaksana.

Tidak perlu mendikte, karena sesungguhnya Dia tau apa yang ada dalam hati dan fikiran kita. Kita hanya perlu berpasrah diri, benar-benar pasrah wamahyayaa..wamamati.. lillahi rabbil ‘alamin , insyaallah Dia akan memberikan yang terbaik, yang kadang mungkin tidak langsung terlihat sekarang, tapi mungkin jauh dikemudian hari baru sadar akan jalan yang dipilihkan-Nya untuk kita. Semoga merupakan jalan yang lurus (ihdinash shiratal mushtaqim..), jalan orang-orang yang Engkau berikan anugerah kepada mereka, Amin 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s