Buku hati..

Baca tulisan Lupita a.k.a Floobe a.k.a jupe.. a.k.a ..akh kebanyakan… 😀 .. menbaca akhir tulisannya yang menanyakan buku tentang hati saya langsung semangat untuk menjadikan sebagai tema tulisan kali ini. Sebenarnya ini bukan tulisan pertama tentang hati, telah banyak posting sebelumnya yang membahas hal yang sama, dan ini mungkin adalah pengulangan yang ke sekian kali, tapi kalau menyangkut tentang hati, saya selalu antusias entah kenapa.. mungkin karena dalam hidup, kalau kita melihat dari sisi religi hati menempati arasy atau tingkatan tersendiri dalam keberagamaan seseorang, ketika orang bicara habblum minallah, habblum minannas.. hati berada diantara kedua-duanya.. bagaimana penyakit ria yang merupakan penyakit hati merusak niat suatu ibadah sebagai wujud habblumminallah, yang seharusnnya lillahi ta’ala berubah menjadi suatu bentuk pamer ke-alim-an.. . Bagaimana interaksi dengan sesama manusia jadi rusak oleh buruk sangka dan rasa iri.. hati berperan besar dalam setiap perbuatan.

Kalau ngomong tentang hati, selalu berulang bagaimana saya senang dengan perumpamaan dimana hati digambarkan sebagai suatu cermin, dan Allah sebagai mataharinya. Cahaya Allah akan terpantul dari sikap seseorang jika hatinya bersih, bagai cermin memantulkan cahaya matahari. Ketika orang tersebut bertanya pada hatinya, Allah lah yang memberi jawaban, karena hatinya didalam kaca hati itu hanya ada cahaya Allah, jawaban yang didapat dari hatinya adalah jawaban dari Allah. Tidak salah banyak sekali ungkapan ‘trust to your heart’ karena dihati yang bersih itulah semua jawaban yang benar bersumber. Selain itu hati yang bersih, cermin hati itu akan memantulkan cahaya Allah dan akan menerangi lingkungannya, sebagai gambaran bahwa orang tersebut akan memberi manfaat kepada lingkungan sekelilingnya.

Tapi hati yang pada hakikatnya bersih itu justru sering dikotori oleh semua penyakit hati, sikap sombong, iri, buruk sangka, ria, berbangga diri dan penyakit hati lainnya, menyebabkan hati tersebut kotor. Cahaya Allah tadi tidak lagi benar-benar dipantulkan, malah ketika semua hati telah tertutup oleh kotoran hati, orang seperti bercermin pada kaca buram, ada bias yang akan diperoleh. Akibatnya jika orang tersebut bertanya pada hatinya, bias cahaya tersebut menyebabkan jawaban yang diperoleh bukan jawaban yang benar, tapi adalah jawaban yang didasarkan kepada buruk sangka, rasa iri sebagai pantulan dari penyakit hati yang selama ini mengotori hati.

Naah, ketika kita harus bertanya pada hati, sebenarnya sangat mudah.. cukup terlebih dahulu singkirkan semua kotoran yang menghalangi..hilangkan semua prasangka, hapus semua sikap yang mengcerminkan ke kotoran hati, rasa benci, iri, ria, berbangga diri.. ketika semua itu telah bersih, baru kita akan memperoleh jawaban yang illahiyah.. jawaban yang benar-benar ‘benar’, hati tidak pernah berbohong.. yaa disitulah baru bisa didapatkan, ketika semua kotoran telah tersingkir dari permukaannya. Tidak salah Aa Agym selalu berucap dalam setiap ceramahnya ‘jagalah hati jangan kau nodai’.. patut benar-benar di implementasikan.

Cukup menjawab ga yaa pertanyaan lupita diatas.. buku-buku tentang hati tidak akan jauh bergerak dari seputar penyakit hati diatas.. kecuali jika hati dihubung-hubungkan dengan masalah love.. naah itu agak susah, buku-buku islami pasti menempatkan cinta tertinggi hanya pada Allah, ketika cinta kepada manusia itu telah melebihi kecintaannya kepada Allah, cinta itu telah berubah menjadi berhala, begitu kata Ade a.k.a Rindu, yaa khan De ? Alangkah indahnya cinta kepada manusia didasari kecintakan kepada Allah, semua langkah adalah langkah yang diridhai Allah, insyaallah cinta seperti ini akan penuh limpahan berkah, bukan materi tapi ketenangan jiwa dan yang pasti.. guaranty kebahagiaan hingga di akhirat kelak, duuh moga-moga bisa mewujudkannya, amin 🙂

Iklan

4 thoughts on “Buku hati..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s