Mac : When love and hate collide

Kadang gatal juga tangan pengen menulis pengalaman 2 tahun pakai Mac. Bukan mau membanggakan, dalam banyak hal menggunakan Mac memberi nuansa berbeda. Mungkin karena agak bosen dengan penampilan windows yang gitu-gitu aja, dari jaman baheula selalu begitu. Ganti cover dikit-dikit tanpa ada inprovement yang berarti dari hal tampilan maupun peforma.

Sedikit berbagi what i like and dislike in mac.

Yang saya suka

  • Spotlight : kalau di windows itu sama dengan aplikasi search. Kesannya simple, ga ada arti.. karena kita biasa pakai windows, search nya jarang kepakai. Tapi ketika pakai mac, spotlight alias search tersebut sangat powerful. Ketika kita mentok, mau nyari sesuatu, di kanan atas ada icon berbentuk kaca pembesar, itulah spotlight, ketik aja, dan si spotlight akan mencari kata yang di ketik, di file, di kamus, email, website yang pernah dikunjungi (history web) hingga pdf, dan itu dikerjakan dengan sangat cepaat.. jauh banget jika dibanding dengan search nya windows, akh windows ga ada apa-apanya. Misal saya ketik kata ‘malaysia’, di spotlight akan menunjuk ke nama file yang ada kata malaysianya, email yang ada kata malaysia nya, pdf atau file apapun yang isinya ada kat malaysia nya, bahkan merujuk ke directory, arti kata malaysia. Dan semuanya diproses sangat cepat.. wus..wusss… ga ada lawan lah, sangaat cepat. Sehingga kadang ketika balik ke windows, duuuh bete banget, mau nyari sesuatu, udah lama, harus satu-satu lagi, nyari file ke search, nyari email kudu buka emailnya dulu, aaakhh kelamaan.. blum lagi kecepatan searching nya windows sanga mengecewakan.

 

  • Priview : di windows ga ada aplikasi yang seperti ini. Dengan Priview kita bisa buka emage dan pdf, bisa edit disitu, kemudian bisa save kedalam image (jpg, bmp dan lainnya) atau suatu bisa disimpan dalam pdf format. Hebatnya lagi, kalau ke pdf, kita juga bisa advanced misal dengan di enkripsi, jadi file nya bisa tersimpan dengan lebih aman, keren abizz pokoknya, windows.. hmm jauuuh. Ngomongin pdf, di mac sudah mature banget penggunaan pdf, segala sesuatu bisa di print ke pdf format.

 

  • Coverflow : sejak release OS 10.5 alias Leopard (kalau di windows, setara dengan release windows vista, penamaan versi OS di mac mengikuti nama kelompok harimau, Panther, Tiger dan sekarang Leopard, dari nama aja udah keren ga kayak windows yang serius, 98, NT, 2000, XP.. akh… 😛 ), mac mengenalkan yang namanya Coverflow. Awalnya coverflow adanya di iPod dan iPhone, tapi kemudian di adopsi pada saat release Leopard. Coverflow kalau di windows mungkin mirip dengan windows explorer dengan tampilan tumbnail. Cuma keistimewaan coverflow tampilannya sangat indah. Semua file yang di support, terutama image, pdf dan office ditampilkan seolah-olah kita lagi buka cover CD, bisa geser ke kanan dan ke kiri, di zoom. Akh pokoknya kereeen.. gaa ada lawanlah.

 

  • Integrasi : Seorang teman sempat bilang, seorang pengguna Mac itu seperti evangelist (saya ga tau kontek evangelist, karena cendrung ke terminologi kristiani).. tapi menurut teman itu seorang pengguna mac dibilang evangelist, karena orang tersebut berani membela mac mati-matian.. hehe.. terlalu dibesar-besarkan. Tapi ada benarnya juga, karena ketika seorang sudah pakai mac, orang tersebut akan cendrung tergantung kepada semua product Apple, karena semua terintegrasi. Tidak cuma dalam bentuk hardware, tapi juga software. Ketika seorang makai mac kemudian menghubungkan iPodnya ke Mac, iPod otomatis akant terbuka di iTunes, dengan tampilan yang sama dan cara pengoperasian yang sama. Seperti coverflow, di iPod ada coverflow, di iTunes juga akan bisa menampilkan coverflow. iPhoto untuk photo library dan iWork untuk office, dan iMovie untuk mengolah video semuanya terintegrasi. Orang bisa membuat album di iPhoto, kemudian di tampilkan dengan diiringi lagu yang diambil dari playlist nya iTunes kemudian Keynote (Powerpoint nya mac) dapat mengimport menjadi materi persentasi, dan terakhir album tersebut dapat di tuliskan ke DVD dalam bentuk movie dengan iMovie, aaakhhh ga ada lawaaan deh masalah integrasi.

 

  • Boot dan sleep : cepaat, ga pakai lama. Apalagi sleep, wuis, cukup tutup layar laptopnya, langsung tidur dia.. khusus leopard, ketika masih 10.5.1-an itu masih lama sleep nya, ga kayak Tiger, tapi setelah upgrade ke 10.5.2 (atau 3 yaa lupa), langsung normal.. alias cepat. Itu salah satu catatan kalau beli product Mac, biasanya pada new release, pasti ada satu dua kelemahan minor, tapi setelah patch 1 atau 2, semuanya berjalan nyaris sempurna. 

Naaah… kalau ngomongin dislike… yang pasti banyak aplikasi yang belum support mac. Beberapa task, saya lupa, kadang dengan windows itu cendrung simple, sementara di mac nya bribet… terakhir yang pasti, semuanya mahaaaallll…. Mac gitu loh, ego nya tinggi, ga mau ikutan, termasuk ngeluarin product murah meriah. Ketika Mac release jajaran product terbarunya dua hari yang lalu, Mac menawarkan product lamanya, Macbook dengan harga 999 dollar, dan orang langsung comment bahwa pertama kalinya mac jual laptop dibawah 1000 dollar. Dan itu bentuk egonya, Apple selalu mensejajarkan dirinya bahwa ini product dengan segala estetika baik bentuk maupun aplikasi, dan itu harus dihargai lebih.. tidak bisa murahan.

Iklan

One thought on “Mac : When love and hate collide

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s