Musuh

Ini niy penyebab baru kemacetan…

Udah sempat disindir di iklan Amild beberapa taun yang lalu dengan tagline Gali lobang tutup lupa, tetap aja yang nama gali lobang ga pernah berhenti. Galian pada foto diatas masih mending, dulu pernah ada yang gali di tengah-tengah jalan sehingga benar-benar bikin macet.

Melihat kenyataan ini, menurut saya semua itu merupakan cerminan pemerintahan yang corrupt. Kalau pemerintah punya itikad baik, sebenarnya ga susah bagi mereka untuk memfasilitasi pembuatan gorong-gorong untuk semua instalasi kabel maupun gas dan abis itu tinggal di sewain kepada para operator. Harga sewa mungkin akan lebih kompetitif dibanding dengan biaya gali lobangnya. Tapi masalahnya pemerintah kota tidak bisa bermain disitu. Semuanya terukur, sementara kalau galian, kita ga tau operator bayar berapa dan yang di stor ke kas PEMDA berapa, disitu corruptnya.

Di sisi lain para operator dalam posisi serba susah, ga dipaksain gali, tuntutan akan peningkatan kapasitas dan layanan tidak bisa dihindari. Tapi masalahnya, mereka para operator itu sepertinya juga nakal, karena menurut saya dengan galian per operator, mereka tidak perlu biaya maintenance. Lagi-lagi kalau para operator punya itikad baik, mereka bisa aja share atau membangun gorong-gorong secara bersama-sama atau menggunakan gorong-gorong yang sudah ada seperti milik PT. Telkom yang udah lebih siap secara infrastruktur. Saya ga tau telkomnya yang ga mau share atau memang secara ekonomis lebih murah gali sendiri daripada sewa sehingga mereka tetap buat galian baru. Saya kadang mikir, para operator itu sepertinya bermuka dua, disatu sisi mereka sangat gencar mengkampanyekan gerakan peduli lingkungan, sementara dibelakang meraka melakukan praktek seperti diatas. Memang UUD, ujung-ujungnya duit, campign mereka peduli lingkungan sebenarnya kedok promosi, sementara galian juga karena secara ekonomis lebih murah, fluuuuhhh… to bad..!

Akibat perbuatan para koruptor dan operator tersebut, hampir tiap hari ada prosesi galian. Syukur-syukur itu cuma digali dan dibalikin kendisi awal, tapi kenyataannya di lapangan, tambalan alias aspal ulang yang mereka lakukan tidak lebih dari aspal asal-asalan, sehingga jalanan jadi tidak rata. Belum lagi kalau mereka membuat titik control yang bisa dibuka tutup, huuuh, itu jadi jendulan baru dijalan raya dan sangat berbahaya khususnya bagi pengendara motor. Dan lagi-lagi pemerintah daerah diam… dasar, memang itu mulut udah disumpal duit, jadi ga bisa bertindak sebagaimana seharusnya tugas mereka.

Duuuh, kapan yaa bangsa ini bisa bersih, tidak cuma pemerintahnya tapi juga para pelaku bisnisnya. Sepertinya memang harus ditiban meteor dulu seperti jaman punahnya dinosaurus dulu, semuanya punah dan diganti dengan manusia-manusia baru.. 😦

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s