Shalat.. (Lagi..!)

Satu hal yang membuat saya senang ketika sang nenek meninggal beberapa waktu yang lalu adalah nenek meninggal dengan sangat tenang. Seperti kata ibu, pagi sebelum si nenek meninggal, beliau terlihat sangat cerah, tidak ada lagi sesak nafas dan rintihan rasa sakit seperti yang terlihat pada beliau beberapa hari sebelumnya. Benar-benar tenang. Ketika menguburkan beliau, di liang lahat, saya masih sempat mengusap rambut beliau sebelum dibaringkan ke tanah sebagai bantal bagi jasat beliau. Disana saya juga melihat, tenang dan bersihnya wajah beliau, seperti seorang yang tidur nyenyak dengan tenang, dalam hati saya bersyukur dan berdo’a, semoga semua itu merupakan cerminan akan ketenangan tempat yang akan beliau tuju, semoga..Amin ya Rabbil’alamin.

Saya jadi mikir, apakah yang istimewa dari beliau, beliau hidup sangat biasa seperti orang-orang lain di kampung. Tidak ada yang istimewa dalam amalannya kecuali kebijakan beliau dalam berkeluarga dan bermasyarakat. Dalam berkeluarga, beliau sangat adil, semunya beliau sayangi, sama rata.. tidak dibedakan.Begitu juga dalam bertetangga, beliau selalu bercerita bagaimana orang-tua dan tetua beliau mengajarkan beliau waktu muda bagaimana seharusnya jadi seorang wanita, jadi seorang yang hidup bertetangga dan bermasyarakat. Alhamdulillah sejauh yang saya tau, tidak ada satupun hak tetangga yang beliau ambil dan langgar. Beliau sangat menghargai hidup bertetangga. Dua faktor itu adalah amalan habblum minan naas beliau.

Naah, yang terakhir, adalah amalan habblum minallah beliau. Beliau sangat.. sangat rajin dalam shalatnya. Saya yang mengenal beliau hampir sepertiga abad, tidak pernah melihat beliau lalai dalam shalatnya selama beliau sehat. Selalu, dan selalu melakukan shalat, ngambil wudhu disaat di masjid terdengar suara azan. Sejak saya lahir, beliau telah tidak sanggup shalat berdiri, tapi hanya bisa shalat sambil duduk di tempat tidur, itupun tidak kuat rukuk dan sujud, tapi dengan keterbatasan tersebut, beliau tetap menjalankan ibadah shalat. Beliau juga yang mengajari kita cucu-cucunya untuk shalat, sejak kita-kita berumur 6 tahun, alias dimasa taman kanak-kanak, kita selalu beliau bimbing untuk jangan meninggalkan shalat sekalipun.. Itu menurut saya, dan semoga Allah swt menjadikan itu sebagai faktor penentu untuk merangkul beliau ke sisi-Nya, amin.

Menyadari hal itu, tidak salah jika dalam agama menempatkan shalat di punjak tertinggi dalam amalan. Amalan seseorang tidak ada artinya jika orang itu tidak shalat. Selain itu shalat menurut saya juga bisa menjaga manusianya (bagi yang menyadari) dari berbuat dosa. Shalat seperti jilbab bagi perempuan, dengan jilbab (seharusnya) menjadi pengingat bagi wanita tersebut untuk menghindari perbuatan dan perkataan yang tidak baik, karena sadar bahwa dirinya seorang yang berjilbab. Begitu juga halnya dengan shalat, orang jadi malu pada dirinya sendiri jika berbuat tidak baik, malu.. masak seorang yang shalat, yang setiap awal shalatnya berucap inna shalati wa nusuki  wamah  yaya wa mamati, lillahi rabbil ‘alamin, seseorang yang telah berjanji bahwa hidup dan matinya untuk Allah, tapi kok berbuat tidak baik, begitulah bagi yang ingat.

Sangat disayangkan, jika kita harus meninggalkan satu-satunya modal terbesar kita untuk penutup segala dosa kecil kita lainnya, shalat yang hanya mengambil tidak lebih dari 5 kali 10 menit waktu kita dalam sehari, tentulah tidak berat untuk menyisihkan waktu yang kurang dari 1 jam dalam sehari. Kita pantas bersyukur, begitu baiknya Allah swt, menciptakan shalat, sebagai pengigat kita akan diri-Nya dalam keseharian sehingga kita tidak mungkin lepas dari kontrol. Belum lagi rahmat-Nya karena begitu banyak do’a terpanjat setiap kita shalat. Minimal 17 kali al fatihah dalam sehari adalah do’a yang pasti kita minta kepadanya. Haruskah kita tinggalkan..!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s